Laxman Rao

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan di pagi hari. Semakin pagi...semakin banyak waktu yang kita punya untuk memilih aktivitas di pagi hari. Seperti hari-hari sebelumnya...gue memanfaatkan warta online untuk mengisi sarapan otak  gue pagi ini. Em..di era serba digital seperti sekarang, rasanya berat sekali mengeluarkan tiga ribu lima ratus perak untuk membeli surat kabar cetak. Alhasil, alternatif lain yaitu mendaftar paket internet yang bisa kita pake selama 24 jam. Yap..gue adalah satu dari sekian juta masyarakat Indonesia yang menjadi pelanggan setia kuota internet harian. Bagi gue, informasi itu sangat penting. Gue bisa tahu berita ter-update dari layar kecil hape smartfren warisan adik gue (yap..ini ex hape adek gue setelah dia beralih ke android). Oya...back to the topic. Pagi ini,,.dengan tangan yang bergelayut di handy busway...gue mencoba browser info dari situs berita online. Gue membuka www.detik.com..situs yang menurut gue adalah yang cukup lengkap dengan bahasa yang ringkas. Setelah membaca info berita nasional seputar jalan Tol, kemacetan, dan beberapa berita yang memuat info ter-update ibu kota, gue coba mengklik kanal 'internasional' . Em...ini menjadi kategori favorit gue karena dengan membacanya, gue jadi lebih tau perkembangan dunia internasional..(ceilee..alasan yang klasik sekaleee). dan alhamdulilah...pagi ini gue nemu satu nama yang menjadi inspirasi gue dalam menulis. Bisa dibilang role model gue,. Setelah sekian lama gue bertanya-tanya...siapa sih role model gue dalam menulis...akhirnya..akhirnya gue menemukannya. Menemukan sosok yang gue sebut role model. So, jika suatu hari gue udah jadi penulis dan diundang di acara Kick Andy atau Hitam Putih, saat gue ditanya,,,siapa role model gue...penulis yang menjadi role model sekaligus contoh...gue akan menjawab "LAXMAN RAO"Why? em...coba deh ente ketik di google dan bacalah sedikit profil pria sederhana itu. Laxman Rao..seorang penulis yang tidak haus akan popularitas..sederhana dan bersahaja..dia mengapresiasi mimpi dan cita-citanya menjadi seorang penulis. Dia tetap memperjuangkan cita-citanya menjadi penulis. Beliau benar-benar langkah. Di tengah banyaknya penulis yang ingin aji mumpung lewat popularitas karya..beliau sungguh sederhana. Tidak ingin menodai karyanya, niatnya untuk berkarya dengan popularitas. Gue mikir...begitu teguhnya beliau yang bertekad menerbitkan bukunya sendiri. Dengan sederhana dan kemampuannya...dia pun bisa menerbitkan 24 buku karyanya..dan bukan hanya itu, buku tersebut menjadi karya-karya yang kini menghiasi perpustakaan di sekolah-sekolah, kampus, dan ruang publik. Pria yang tinggal di Delhi dan masih dengan profesinya sebagai penjual teh di pinggir jalan (kaki lima) ini juga masih menjajahkan bukunya dengan mengayuh sepeda. Namun, sang anak beliau membantu pemasaran karya ayahnya lewat situs amazon.com. Kisah LAxman Rao mengajarkan gue betapa kita harus berjuang. Meski perjuangan itu dengan cara yang sederhana sekalipun..semampu kita, sebisa kita. Tapi...yang paling penting, kita masih melangkah dengan mimpi-mimpi kita. Laxman Rao, penulis sederhana dan bersahaja itu telah membuktikan bahwa apa yang telah kita perjuangkan akan kita rasakan. Hasilnya,,,biarkan hati kita yang menilai..karena hati kita telah berjuang..bangkit dan penolakan-penolakan yang tak diketahui banyak orang. Biarlah hati bergembira..dengan sesuatu yang kita perjuangkan, yang kita yakini, dan yang kita lakukan. Laxman Rao menjadi inspirasi bagi gue dan pelajaran untuk tidak mengumbar ketenaran. Biarkan orang mengagumi...namun kita jangan pernah membabibuta untuk ingin dikagumi. Kesederhanaan dan Ketekunan seorang penulis Laxman Rao seperti sebuah paket yang akan terus mengingatkan gue untuk kembali meluruskan niat. Terima kasih Laxman Rao...terima kasih atas pelajaran berharga yang Bapak berikan dari kisah hidup nan pelik tersebut. Dalam hati gue berharap..semoga gue bisa mampir ke kedai teh di pinggiran kota Delhi milik Bapak..Amiiin. Di bawah langit Jakarta Nan Cerah :)

Comments

Popular Posts