Hari ke-19 di Tahun 2017
Assalamualaikum Blogger...
Sekarang jam 10 lewat 24 menit waktu Jakarta.. Kalau di Osaka, ini sudah masuk tgl 20, tepatnya pukul 00.24 dini hari, Kalau di London, ini masih sore dengan perkiraan waktu pukul 15.25, Paris, kota romantis di dunia ini masih terbilang sore karena waktu menunjukkan pukul 16.24, Mekkah Al Mukaromah masih dalam suasana Maghrib dengan prediksi waktu 18.26 waktu setempat.
Di postingan blog kali ini, aku sudah mengedit setelah di layar blog-ku, Tidak ada lagi embel-embel Dwi Permatasari sebagai tagline blog ini. Em, aku sudah memutuskan untuk bertransformasi menjadi sosok Lajma Khanie. Ya, Bismillah..aku memilih nama itu biar aku lebih leluasa dalam menulis. Karena, menjadi Dwi Permatasari mengingatkanku pada sosok perempuan bekerja yang terpaku pada jadwal harian kantor. Mungkin bagi sebagian orang, apalah arti sebuah nama, Tapi bagiku, nama Dwi Permatasari terpaku pada sosok wanita pekerja, sama seperti ribuan wanita di langit Jakarta, yang menjadi bagian dari rutinitas ibukota. Lalu, aku merasakan sesak' saat aku tidak punya waktu alias malas dalam menulis. MAka dari itu, aku memilih nama Lajma Khanie sebagai nama pena, identitas baruku dalam menulis dan berkreativitas.
Lajma Khanie adalah nama yang aku temukan di tahun 2014. Itu adalah sebuah akronim dari nama keluargaku. Lajma singkatan dari Lala (Ibuku), J (puJi, saudari perempuanku), dan MA (untuk MAmat, adik laki-laki satu-satunya), sedangkan KHANIE adalah singkatan dari nama ayahku Khoirul Aini. So, aku menamakan diri di dunia kreativitas dengan Lajma Khanie dan biarlah nama Dwi Permatasari menjadi nama seorang pekerja yang hingga detik ini masih enjoy dengan pekerjaannya.
Pada akhirnya aku harus memilih, menjadi biasa atau terbiasa. Menjadi biasa artinya aku sama seperti orang lain. Buka mata, jalanin aktivitas, dan jeng...jeng...aku pulang. Rutinitas ini harus aku syukuri.ini yang membuatku mampu bertahan di Jakarta. Dan tentu saja, Allah memilihkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku.
Hari ini pun, aku kembali ke rumah keduaku. Di sebuah layar di depan laptop yang bisa aku buka kapan saja. Aku berusaha menuliskan pendapatku di sini, karena aku percaya, suatu hari akan banyak orang yang ingin membaca blog ini. Dan aku tidak tahu, apakah ketika orang-orang membaca blog ini, aku masih ada di dunia atau tidak.
Sejatinya aku ingin berkarya, mimpi terbesar dan terkhayal yang pernah aku bayangkan adalah aku menjadi wakil Indonesia di kancah penulisan Internasional...Ya, setidaknya aku berani berkhayal..aku tidak tahu, kenapa mimpi dan cita-cita itu masih nyangkut di kepalaku, padahal aku bukan lagi anak SMA/Kuliah yang punya tenaga dan semangat yang menggebu. Tapi, aku tidak masalah..toh, hidup memang diawali dari mimpi, kita mimpi lalu terbagun dari mimpi itu.
Aku berharap, dengan identitas sebagai Lajma Khanie di dunia penulisan, aku lebih rajin lagi nulis, lebih giat lagi belajar tentang standar internasional kepenulisaa, banyak membaca lagi, dan tentu saja aku ingin menulis sebagai ladang dakwah. Aku ingin meninggalkan jejak sebelum Allah mengambilku, karena hari yang aku jalani sekarang adalah kesempatan ketiga yang dikasih Allah SWT untukku. Di kesempatan ini, aku menemukan banyaaaak sekali hal amazing yang jika aku pikir-pikir, kalau Aku sudah tidak di dunia, mana bisa aku merasakan apa yang aku rasa seperti sekarang, persahabatan yang tulus, orang-orang hebat yang aku temui, memori yang masih bisa aku simpan, juga lukan yang sekarang masih bisa aku kenang dan uraikan. Di kehidupan yang sekarang, aku juga banyak melihat belahan bumi Allah yang lain...aku merasa tidak percaya dengan bonus yang dikasih Allah untukku. Binus hiduo ini ingin aku manfaatkan dengan sebanyak-banyaknya kebaikan...
Allah sudah memberiku waktu, Allah juga sudah memeberiku tempat...Aku akan melanjutkan mimpi ini..aku akan elanjutkan goal yang masih menyangkut di kepala..bukan bermaksud untuk egois atau ambisius, tapi itu bentuk rasa syukur atas apa yang sudah aku terima..
Okey...I think that's all..
thanks for reading...
Wassalamualaikum, Blogger
Sekarang jam 10 lewat 24 menit waktu Jakarta.. Kalau di Osaka, ini sudah masuk tgl 20, tepatnya pukul 00.24 dini hari, Kalau di London, ini masih sore dengan perkiraan waktu pukul 15.25, Paris, kota romantis di dunia ini masih terbilang sore karena waktu menunjukkan pukul 16.24, Mekkah Al Mukaromah masih dalam suasana Maghrib dengan prediksi waktu 18.26 waktu setempat.
Di postingan blog kali ini, aku sudah mengedit setelah di layar blog-ku, Tidak ada lagi embel-embel Dwi Permatasari sebagai tagline blog ini. Em, aku sudah memutuskan untuk bertransformasi menjadi sosok Lajma Khanie. Ya, Bismillah..aku memilih nama itu biar aku lebih leluasa dalam menulis. Karena, menjadi Dwi Permatasari mengingatkanku pada sosok perempuan bekerja yang terpaku pada jadwal harian kantor. Mungkin bagi sebagian orang, apalah arti sebuah nama, Tapi bagiku, nama Dwi Permatasari terpaku pada sosok wanita pekerja, sama seperti ribuan wanita di langit Jakarta, yang menjadi bagian dari rutinitas ibukota. Lalu, aku merasakan sesak' saat aku tidak punya waktu alias malas dalam menulis. MAka dari itu, aku memilih nama Lajma Khanie sebagai nama pena, identitas baruku dalam menulis dan berkreativitas.
Lajma Khanie adalah nama yang aku temukan di tahun 2014. Itu adalah sebuah akronim dari nama keluargaku. Lajma singkatan dari Lala (Ibuku), J (puJi, saudari perempuanku), dan MA (untuk MAmat, adik laki-laki satu-satunya), sedangkan KHANIE adalah singkatan dari nama ayahku Khoirul Aini. So, aku menamakan diri di dunia kreativitas dengan Lajma Khanie dan biarlah nama Dwi Permatasari menjadi nama seorang pekerja yang hingga detik ini masih enjoy dengan pekerjaannya.
Pada akhirnya aku harus memilih, menjadi biasa atau terbiasa. Menjadi biasa artinya aku sama seperti orang lain. Buka mata, jalanin aktivitas, dan jeng...jeng...aku pulang. Rutinitas ini harus aku syukuri.ini yang membuatku mampu bertahan di Jakarta. Dan tentu saja, Allah memilihkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku.
Hari ini pun, aku kembali ke rumah keduaku. Di sebuah layar di depan laptop yang bisa aku buka kapan saja. Aku berusaha menuliskan pendapatku di sini, karena aku percaya, suatu hari akan banyak orang yang ingin membaca blog ini. Dan aku tidak tahu, apakah ketika orang-orang membaca blog ini, aku masih ada di dunia atau tidak.
Sejatinya aku ingin berkarya, mimpi terbesar dan terkhayal yang pernah aku bayangkan adalah aku menjadi wakil Indonesia di kancah penulisan Internasional...Ya, setidaknya aku berani berkhayal..aku tidak tahu, kenapa mimpi dan cita-cita itu masih nyangkut di kepalaku, padahal aku bukan lagi anak SMA/Kuliah yang punya tenaga dan semangat yang menggebu. Tapi, aku tidak masalah..toh, hidup memang diawali dari mimpi, kita mimpi lalu terbagun dari mimpi itu.
Aku berharap, dengan identitas sebagai Lajma Khanie di dunia penulisan, aku lebih rajin lagi nulis, lebih giat lagi belajar tentang standar internasional kepenulisaa, banyak membaca lagi, dan tentu saja aku ingin menulis sebagai ladang dakwah. Aku ingin meninggalkan jejak sebelum Allah mengambilku, karena hari yang aku jalani sekarang adalah kesempatan ketiga yang dikasih Allah SWT untukku. Di kesempatan ini, aku menemukan banyaaaak sekali hal amazing yang jika aku pikir-pikir, kalau Aku sudah tidak di dunia, mana bisa aku merasakan apa yang aku rasa seperti sekarang, persahabatan yang tulus, orang-orang hebat yang aku temui, memori yang masih bisa aku simpan, juga lukan yang sekarang masih bisa aku kenang dan uraikan. Di kehidupan yang sekarang, aku juga banyak melihat belahan bumi Allah yang lain...aku merasa tidak percaya dengan bonus yang dikasih Allah untukku. Binus hiduo ini ingin aku manfaatkan dengan sebanyak-banyaknya kebaikan...
Allah sudah memberiku waktu, Allah juga sudah memeberiku tempat...Aku akan melanjutkan mimpi ini..aku akan elanjutkan goal yang masih menyangkut di kepala..bukan bermaksud untuk egois atau ambisius, tapi itu bentuk rasa syukur atas apa yang sudah aku terima..
Okey...I think that's all..
thanks for reading...
Wassalamualaikum, Blogger


Comments
Post a Comment