My Ramadhan: Hari ke-11 "Tiba-tiba Kangen 'Rumah'"

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..



Apa kabar Para Blogger...semoga selalu sehat dan dalam kasih sayang Allah...Ini adalah puasa yang ke sebelas. Aku masih flu dan flu berat ini membuatku agak susah bernapas. Tapi...mungkin ini cara Allah untuk mengajarkan aku agar banyak bersyukur. Tinggal 19 hari lagi, entah kenapa...aku sedih banget. Aku..belum memaksimalkan ibadah ramadhan ini. Aku masih bekerja. Aku masih fokus sama urusan dunia, sementara..aku berjanji, akan lebih fokus ke akhirat. Mana janjiku? Ya Allah..semoga Engkau memaafkan kekhilafan hamba. Aku bukannya tak suka bekerja. Aku suka kerja, karena disitulah tantangannya, bekerja dan beribadah. Tapi...Ini Ramadhan,,ini Ramadhan, temen-temen. Bulan yang Allah kasih sekali dalam setahun. Dan bulan itu sekarang tinggal 19 hari lagi? Ya..Allah..
Sejujurnya aku menangis saat mengetik tulisan ini. Ya..entah kenapa aku menangis. Bangun tidur, aku menangis. kenapa? karena aku merasa...waktu 19 hari itu sangatlah sedikit. Aku merasa...aku belum bisa memberikan ibadah terbaik. Aku merasa, aku belum mentraining diriku sendiri. Aku merasa aku salah fokus, aku merasa aku belum banyak berdoa. Ya..aku menangis. Aku tidak tahu, kenapa Ramadhan kali ini sangat sangat berarti bagiku? Aku merasa, aku harus harus dan harus maksimal di ramadhan tahun ini, karena aku tidak tahu...apakah Allah akan memberiku waktu untuk hari-hari selanjutnya.
Dan Entah kenapa.pagi ini aku kangen Rumah. Rumah tempat semua umat Islam sujud. Rumah yang suci dan doa doa terijabah di sana. Ya, aku kangen rumah, meski aku belum pernah ke sana. Aku kangen rumah. Aku ingin pulang ke rumah. Aku ingin ke sana...dan..aku kembali menangis, karena aku tidak tahu bagaimana caranya pulang ke rumah..Ya...rumah yang aku maksud adalah Ka'bah. Aku kangen dengan rumahnya Allah. Aku menagis saat mengaksikanvideo tentang rumah. HAti ini seolah ingin teriak, aku ingin pulang...Aku ingin pulang ke rumah, tapi...seperti anak kecil yang tidak tahu jalan dan tidak punya uang untuk ke sana, aku hanya bisa menyaksikan rumah. Berharap, suatu hari..aku bisa kembali ke rumah. Aku...sangat sangat berharap, sang pemilik rumah memanggilku pulang. Dia mengirimkan 'supir; terbaiknya untuk menjemputku pulang ke rumah. Walau hanya sebentar...tapi aku kangen rumah dan aku sanagt ingin kembali ke rumah, rumah yang aku tidak pernah ke sana.
Di rumah itu, aku bisa menangis, mengadu, sepuasnya. Aku bisa mengutarakan doa-doa lebih banyak, dan aku akan menjumpai sodara-sodara muslim yang lain. Aku kangen rumah. Aku kangen Ka'bah. Aku ingin erjanji pada dirimu sendiri, aku ingin memantaskan diri, agar..sang pemilik rumah memanggilku ke rumahNya.Amiin.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Jakarta, 6 Juni 2017
Tiba-tiba menangis dan kangen Rumah.

Comments

Popular Posts