Lajma Khanie: My Draft of Dream
Bismillahirrohmanirrohim...
Assalamu'alaikum semuanya..terima kasih telah mampir ke blogku. Blog yang menjadi sarana silaturahmi bagi temen-temen yang munkin tidak bisa meet up langsung dengan mereka dan akupun tidak dapat bertemu langsung dengan temen-temenku itu. em, sejujurnya, sudah lama aku ingin menulis lagi. Aku ingin memposting tulisan-tulisan di akhir tahun 2017 sampai seranag. Tapi nyatanya, aku tidak disiplin. Aku begitu malas untuk memposting tulisan..sehingga aku bolos dan bolos. Aku hanya berpikir, gampanglah..tapi, semua konten yang ingin aku tulis semakin menumpuk dan menumpuk. Ah,,,sungguh menyebalkan.
Tapi, kali ini, aku ingin menulis lagi. Aku termotivasi dari berita yang aku baca. Berita tentang Dian Pelangi yang Masuk 30 Orang Asia Muda yang berpengaruh versi Majalah Forbes. Em..Dian Pelangi, sama-sama berasal dari Palembang, sama-sama memiliki darah Putri Sriwijaya...dan...Mbk Dian lebih dulu melejit, mengelilingi dunia dengan karyanya. Sementara aku, masih dengan langkah-langkah kecil ini, yang kadang maju kadang berhenti sejenak.
Em..memang benar dalam Al-qur'an, bahwa kita diciptakan untuk menjadi pemimpin. Minimal, pemimpin bagi diri kita sendiri, pemimpin untuk karya-karya kita yang akan membawa kita ke berbagai negeri. Aku jadi termotivasi untuk melanjutkan impian yang mungkin terdengar imposible. Tapi, aku yakin, jika impian itu didasarkan karena Allah, untuk agama, maka, impian dan jalan-jalan menujunya akan mudah.
Aku kembali menulis. Meski tidak banyak yang menyukai dan berempati dengan tulisanku, aku akan menulis. Biarlah aku menulis dan menjadi bagian dari istana kepenulisan yang aku bangun. Aku tidak mengharap pujian, toh..bagiku aku bisa berkarya dengan karya yang original saja, itu suatu kebahagiaan.
Aku jadi teringat seorang penulis panutanku. Beliau berasal dari India, bernama Laxman Rao. Ya, Pak Laxman Rao ini adalah seorang penulis yang menulis sendiri-karya-karyanya. Namun, dia tetap bersahaja. Dia menulis namun bukan untuk popularitas. dia tak peduli berapa banyak orang yang bersimpati padanya, namun dia tetap menulis sambil menjadi penjual kopi di kedai kaki lima miliknya. Laxman Rao..sebuah nama yang memotivasiku untuk menerbitkan buku di tahun 2016.
Kini, dua tahun kemudia, aku membaca lagi sosok-sosok hebat dari buku. Tahun ini, nama yang mengispirasiku untuk menulis adalah seorang Mujaddin dari Turki. Beliau adalah ulama yang berdakwah melalui kalam (tulisan). Beliau Badiuzzaman Said Nursi..yang menulis karyanya dengan 130 risalah dalam Risalah Nur. Membaca karya beliau dan sejarah hidup beliau, sungguh memotivasiku untuk menulis dan menjadikan menulis sebagai media dakwah.
Tahun ini. aku berharap, impian-impian dapat terwujud, aku ingin membagikan apa yang aku pikirkan bersama pembaca, aku ingin, Allah meridhoi setiap usahaku..dan semoga Allah pertemukanku dengan orang-orang yang satu visi dan memiliki kebaikan hati yang tulus. Amiin.
Okey,..ini hanyalah pemanasan...
sampai ketemu di postingan selanjutnya.
Salam,
Lajma Khanie :)


Comments
Post a Comment