Sehidup Sesurga (My Wedding)
My husband and I :)
Assalamu'alaikum, Blogger!
Alhamdulillah, kali ini saya akan memposting tulisan yang amat sangat super duper ingin saya tuliskan. Em, maaf banget udah lama absen di dunia blogging karena banyak agenda (hehe) yang membuat aku belum sempat posting.
Tidak bermaksud pamer atau apalah, saya hanya ingin membagi kebahagiaan lewat tulisan kali ini. Tulisan yang akan dibaca oleh seseorang yang mungkin akan singgah ke blog ini, atau mungkin oleh anak-anak kami jika mereka sudah bisa membaca dan menulis
Em...sampai hari ini, rasanya seperti mimpi. Semua berlalu dengan indah dan cepat. Saya sendiri, di saat tidak di sangka-sangka, Allah perkenankan saya menikah di tahun 2018. Tepatnya pada tanggal 22 Desember 2018.
Do'a Ketika Asean Games.
Saya adalah seorang muslimah keturunan Palembang. Saya bangga atas hal itu. Terlebih saat Asean Games, Palembang dan Jakarta menjadi tuan rumah. Saya ingat betul, setiap kali naik transjakarta dan melintasi Jalur Busway, selalu ada tagline Asean Games, Jakarta Palembang 2018. Dalam hati saya berdo'a semoga tahun ini (2018) saya bisa ke Palembang untuk menikah. JAKARTA-PALEMBANG 2018. Begitulah harapan saya setiap kali saya membaca tagline Asean Games. Unik Memang, belum ada calon namun saya berdo'a. Asean Games telah berlalu, namun saya tetap percaya, kalau Allah berkenan saya akan menikah di tahun 2018. YA, seperti tagline saya Jakarta-Palembang 2018.
Saya sholawatin saja, itu yang saya pelajari dari kajian Ustad Yusuf Mansur. Maka, berbaik sangka kepada Allah itu amat sangat dianjurkan.
Taaruf dan Idul Adha.
Di pekan terakhir bulan Agustus 2018, jodoh itu belum juga datang. Malam takbir Idul Adha bakal aku lalui dengan sendiri. Ya, aku tidak tahu dimana jodoh itu akan bertemu. Satu hari sebelum idul adha, aku dan sahabatku pergi ke Arabian House, kami di sana mencicipi kurma , air zam-zam, dan menikmati kebudayaan Arab yang disajikan pihak kedutaan jelang asean games. Aku bercerita kepada Nia (Sahabatku) bahwa aku ingin menikah. Nia bertanya, "dengan siapa?" aku jawab, "tidak tahu, biar Allah yang menentukan". Kami pun meneguk air zam-zam dan berdoa masing-masing.
Aku bercerita ke Nia bahwa ada seseorang di kampus pascasarjana tempat aku kuliah sekarang, sepertinya dia ingin mengetahui tentangku. tapi, aku tidak terlalu menanggapi. Karena aku tidak tahu, apa maksud dari orang tersebut.
Malam Idul Adha
Aku pulang ke kost-an setelah mengunjungi Arabian House Bareng Nia. Suara takbir menggema. Aku rindu keluargaku di kampung. Tapi, aku harus kuat. Aku sudah memiliki keputusan bahwa aku tidak mudik idul adha ini. malam itu, saat aku rindu keluargaku, ada chat masuk yang menanyakan apakah aku sudah pulang atau belum. Aku hanya menjawab seadanya, sudah. dia balik bertanya, bagaimana caranya untuk bisa mendekat denganku? Aku bingung dengan chat yang aku terima. Alhasil, dia menjelaskan bahwa dia ingin serius padaku? aku semakin tidak mengerti. Al hasil, Dia meneleponku, bertanya dan meyakinkan. Aku seperti mendangar kabar yang super duper kaget. Dia meneleponku untuk memastikan. Dalam hati aku berkata "Ya Allah, secepat inikah?" aku langsung sujud syukur. Dia bertanya, bagaimana taaruf denganku? Aku menjawab, silahkan menghubungi kedua orang tuaku!" Dia pun meminta izin untuk minta no. telepon ibuku dan menyatakan maksudnya. Allahuakbar! Baru kali ini aku bertemu dengan orang yang sangat diluar dugaan. Dia adalah teman yang aku kenal sebatas nama di kampus pascasarjana sekarang.
Telepon Tiga Dengan Ibuku
Malam itu juga, aku telpon ibuku. Menanyakan apakah ibuku siap jika ada yang mau kenalan? Ibuku dengan enteng menjawab, siap. Wah...aku tidak menyangka, ibuku langsung mengiyakan. Aku info kalau aku dan calon yang mau taaruf (kenalan) akan menelpon ibu besok.
Dan obrolan yang membuatku nervous itu pun terjadi. Aku, Dia, dan ibuku telpon sambung 3 untuk mengenalkan siapa dia, orang tuanya, dan ksibukannya. Semua dibahas lewat telpon.
Restu Kedua Orang Tua
Setelah mendapat restu Ibu dan ayahku, kini giliran aku yang berkenalan dengan ibunya, juga lewat telepon. Sambung 3 juga bersama ibunya. Aku pikir aku akan gugup, tapi Alhamdulillah, tidak sedikitpun. Aku senang mendengar suara ibunya yang lembut dan apa adanya, khas orang melayu jambi. Dengan sedikit logat Padang di akhir aksennya. Setelah itu, Ibuku, Ibunya, dan Kami membahas masalah khitbah. Abang langsung ke kampung untuk mengkhitbahku. Kami pun mudik ke kampung dan ibuku menerima cincin khitbah yang melingkar manis di jariku. cincin mas bertuliskan namanya. Aku gugup ketika cincin itu melingkar di jari manisku.
7 Oktober 2018 (Khitbah Story)
Tanggal 23 Agustus 2018, Dia menghubungiku untuk menyatakan ingin taaruf (mengenal) dengan serius, dan setelah kata setuju dan istiqhoroh, kedua orang tua setuju kami khitbah tanggal 7 Oktober, tepatnya 2 minggu setelah Dia menyampaikan niat khitbah. Kami memilih penerbangan satu hari PP, karena pihak lelaki tidak boleh menginap! Bayangkan! PP Jakarta-Palembang 2018. Hehe...jadi ingat do'a Asean Games.
Dengan sederhana, dia meneyerahkan cincin khitbah kepada ibuku. Aku mengenakan gamis tosca motif songket palembang di tepi jahitannya, Gamis yang dijahit oleh sahabatku, Nurmi. Terima kasih Nurmi.
Aku tidak terlalu heboh dengan khitbah, karena memang, khitbah itu harus dirahasiakan. Aku hanya membagi cerita kepada teman-teman dekat saja.
22 Desember 2018 (Akad dan Resepsi)
Alhamdulillah, Dengan izin Allah, persiapan semua sudah beres, aku pun pulang kampung tanggal 16 Desember 2018. Aku menjadi calon pengantin, aku merasa bersyukur sekali. Begitu banyak rasa bahagia karena restu dari semua keluarga besar.
Bertepatan dengan hari Ibu hari Sabtu 22 Desember 2018, Akad itu dilangsungkan. Saat Akad, Abang membacakan QS. Ar Ruum ayat 21 dengan lantunan ayat yang shahdu. Pertama kali aku mendengarkan ayat-ayat cinta untukku di hari akadku. YA ALLAH, TERIMA KASIH ATAS TAKDIR YANG INDAH INI. DIA YANG MELANTUNKAN AYAT_AYAT CINTA DI SAAT AKAD. INI ADALAH PERNIKAHAN IMPIAN HAMBA. DIA YANG MEMBUAT IMPIAN INI MEJADI NYATA. TERIMA KASIH TELAH MENTAKDIRKAN DIA UNTUKKU. SUAMIKU YANG SHOLEH.
MOHON DO'ANYA SAHABAT, SEMOGA KAMI MENJADI KELUARGA SAKINAH, MAWADDAH, WAROHMA, DIKARUNIAI KETURUNAN YANG SHOLAH DAN SHOLEHA, SEHAT, PENGHAFAL QUR'AN, PEMBELA AGAMA DAN NEGARA, AAAMIN YA ROBBAL ALAMIN.
Jakarta, 24 Januari 2019.
Yang Berbahagia menjadi Makmum-mu
:)
Wassalam Blogger.
Makasih udah mampir yah.


Comments
Post a Comment