Saat Keinginan Si Kecil tak sama dengan Bundanya

 Penulis: Dwi Permatasari, M.Ag

 

                Memiliki buah hati yang sedang lucu-lucunya memang menyenangkan. Kita juga gemas dengan tingkahnya. Kasih sayang kita sebagai orang tua rasanya semakin bertambah. Kita ingin memberikan yang dia inginkan. Kita ingin melihat senyum bahagia si kecil. Saat si kecil sedang aktif-aktifnya, kita juga menjadi tahu, bahwa si kecil sedang belajar banyak. Dia juga belajar mengekspresikan sesuatu yang dia inginkan.

                Namun, kita sebagai orang tua harus sadar bahwa tidak semua yang anak inginkan harus kita penuhi. Karena bisa jadi, di usianya yang masih kecil, kita tidak membolehkan dia lama-lama begadang, tidak tidur siang, atau minum es. Alhasil, saat keinginannya tidak dipenuhi, si anak akan menangis, merengek, bahkan mungkin kesal.

                Ketahuilah, bahwa tidak semua keinginan anak harus kita penuhi. Maka, kita bisa mengajarkan anak bahwa dia harus mengikuti nasihat kita sebagai orang tua. Tidak semua apa yang dia inginkan harus terpenuhi. Maka, kita mengajarkan dia, memberi dia pengertian dengan bahasa yang lembut. Peluk dia jika dia masih merengek dan alihkan perhatiannya dengan benda lain. Coba sedikit ‘memaksanya’ dengan melakukan apa yang kita suruh. Jika masih tidak mau, biarkan dia untuk mengikuti ‘keinginannya’ sebentar, lalu kembali ke misi awal, ‘melarangnya’ dengan bahasa dan sikap yang lembut.

                Saya mengalami sendiri pengalaman sebagai orang tua dengan anak perempuan berumur 1 tahun 4 bulan. Sekarang ini, dia sedang belajar mengekspresikan keinginannya. Namun, ada saja keinginan yang tidak sesuai dengan usianya. Ada juga keinginan yang memang di usianya namun saya harus mendisiplinkannya. Berikut beberapa contoh sikap si kecil yang ingin maunya sendiri:

1.       Main Air. Saat mandi, si kecil memiliki waktu untuk main air. Ya, mendapat guyuran air dari kran adalah hal yang menyenangkan. Atau berain dengan shower. Namun, setelah mandi, anak kadang susah untuk meninggalkan kamar mandi. Jika langsung di gendong, akan menangis dan gayung kamar mandi pun dibawa ke ruang tengah. Solusinya: tawarkan dia untuk memilih, udah yuk? Jika dia masih mau main, biarkan sekitar 5 menit lalu tanyakan lagi. Udah yuk? Biasanya setelah agak bosan, dia kan keluar kamar mandi.

2.       Tidak mau tidur siang. Biasanya, karena keasykan main, anak akan susah tidur siang. Pada moment ini, saya pribadi akan menawarkan dulu, setelah dia kita alihkan  perhatian dengan boneka kesayangannya, lalu mulailah dengan mengajaknya tidur siang sampai benar-benar dia tertidur pulas. Saat ini, kita harus meluangkan waktu kita untuk bisa membersamai anak.

3.       Saat anak ingin minum es. Minum es atau es krim mungkin boleh. Namun, hanya untuk memberikan pengalaman rasa. Tidak untuk terus menerus karena bisa jadi anak anak terkena flu. Maka, penting untuk mengambil langsung dan kemudian mengalihkan perhatian anak dengan hal lain.

4.       Tidak mau makan. Keinginan yang satu ini cukup merepotkan. Karena jika anak tidak mau makan, maka gizinya akan berkurang. Caranya, anak bisa kita alihkan makan sambil bermain. Pada saat ini, harus sabar karena jika tidak sabar, anak akan mengabaikan makanannya.

5.       Tidak mau pakai baju. Terkadang, saat anak selesai mandi, dia justru sibuk ngacir, lari ke sana kemari. Alhasil, dia tidak mau pakai bajunya. Padahal, sudah kita siapkan. Maka, kita harus sedikit memaksanya karena jika tidak, anak akan masuk angin.

 

Itulah tadi beberapa contoh keinginan anak yang kadang tidak sesuai dengan keinginan bundanya. Namun, pengalaman ini mungkin saja berbeda dengan tiap anak. Sabar  adalah kunci jika kita ingin melewati ‘perbedaan’ keinginan anatar ibu dan anak. Dengan mengamati anak, saya jadi sadar bahwa tak selamanya kita sebagai orangtua akan sama keinginannya dengan anak. Maka, kita harus sadar dan bijak sebagai orang tua dewasa. Jangan membantaknya, jangan mengucapkan hal yang tidak baik, tersenyum, maklumi, dan ingatlah, bisa jadi kamu saat kecil seperti itu juga, atau malah lebih parah,

 

Heheh..

 

 

Tangerang, 21 -02- 2021, Pukul 20.06 WIB

 

               

               

 


Comments

Popular Posts