Ibu Bahagia

 Bismillah,

Kemarin aku lihat di salah satu postingan di IG, bahwa untuk menjadi ibu Bahagia, tidak harus menjadi ibu yang sempurna. Ya, kalimat sederhana itu seolah menjawab 'keriwehan' aku 3 hari ini. Saat kondisi suami sakit, anak sakit, dan tuntutan pekerjaan. Aku seolah menyalahkan diriku sendiri karena tak mampu menghandle semuanya. Namun, aku sadar, aku bukanlah ibu yang sempurna.


Konsep yang benar itu adalah IBU BAHAGIA.  Ya, walau bagaimanapun situasinya, aku harus bahagia. Suamiku selalu bilang, yang penting hati senang, jangan badmood, dan berusaha selalu happy. Karena kalau ibu happy, rumah jadi happy.


Sekarang, di kepalaku harus kuingat. IBU BAHAGIA. IBU BAHAGIA. IBU BAHAGIA.


Alhamdulillah, kini semuanya membaik. Suami dan anakku Fathia kembali sehat tidak demam lagi. Aku kembali berunitas dan salah satu yang membuat happy adalah memakai pakaian yang kamu senangi. OOTD yang kita suka :)


 serba hijau di Jum'at Barokah. 

(Kenapa aku pede aja pake hijau-hijau? jawabannya simple: karena hijau warna kesukaan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 😊)


Comments

Popular Posts