Apakah Harus diukur dari Adsense?
Dunia digital emang gitu? Kalau nggak jago-jago amat, kita bakal kalah dalam beberapa pencapaian? Mengapa banyak orang menjadi Youtuber, Vlogger, dan main banyak aplikasi lainnya? Salah satu jawabannya adalah karena dari platform-platform itulah mereka mendapatkan 'cuan' atau keuntungan finansial. maka, banyak orang berbondong-bondong membuat konten demi mendapatkan viewer yang banyak dan like yang banyak pula. Tentunya, peluang untuk meningkatnya adsense menjadi mungkin. hal ini menjadi salah satu motivasi juga dalam berkarya.
lalu, pertanyaan selanjutnya. Bagaimana dengan karya yang dilakukan atas dasar hobi namun tidak memiliki viewer yang banyak atau tidak memiliki peluang adsense yang tinggi? Apakah mereka akan mengikuti arus dengan mengubah konten, membuat sesuatu yang sesuai dengan apa yang publik mau. jawabannya bisa jadi, tidak. Tidak semua orang akan mengikuti arus trend. Masih ada beberapa orang yang menjadikan platform digital sebagai media aktualisasi diri, bukan hanya sebatas 'pasar'. Mereka akan tetap berkarya dengan hati riang gembira meskipun sedikut viewer.
Saya pernah menulis sebuah artikel d kompasiana yang bertajuk, 'Menulis di Kompasiana, Jangan Takut Sedikit Viewer!' Saya menulis itu didasari dari keresahan saya jika ada penulis awal di kompasiana yang juga bernasib sama. Nah, ternyata artikel yang saya buat mendapat respon dari admin kompasiana dan di repost di media sosial Instagram. Melakukan sesuatu denngan ta mengikuti trend, tak selamanya akan dikesampingkan. Berkarya berdasarkan pengalaman jelas tak masalah, hanya saja kita butuh waktu untuk bertumbuh untuk bisa memiliki personal branding tersendiri, yang akan menuntun kita menuju akhir yang nantinya bahagia. Kuncinya adalah konsisten.
Lalu, bagaimana dengan follower? Jangan khawatir, follower akan datang dengan sendiri jika kita sudah banyak melakukan kontribusi. Contohnya, saat kamu menjadi seorang Reviewer di Google Map dan Level kamu sudah bintang 5 ke atas, maka follower kamu mungkin bukan hanya dari dalam negeri. Dari luar negeri pun ada. Bahkan reviewer dari luar jauh lebih apresiasif dengan apa yang sudah kamu kontribusikan. Suatu hari, kamu akan mendapatkan undangan dari Google Map untuk jumpa dengan sesama Reviewer bintang atas. Tentunya, undangan itu hanya berlaku jika kontriusi kamu sudah mencapai ribuan kali dilihat di Google Map.
Maka, jika melihat dari uraian di atas. Jika kamu punya ideolagi tersendiri dalam berkarya, punya arah tersendiri, sehingga personal branding kamu muncul sebagai apa adanya kamu, maka kamu tak perlu ragu sedikitpun. Ingat apa yang pernah ditulis oleh Andrea Hirata dalam novelnya 'Laskar Pelangi"? , Ya benar! Tuhan Tahu Tapi Menunggu.
Menunggu waktu yang tepat, sampai karya kita dibaca semua :)
Insyaa Allah.


Comments
Post a Comment