Catatan 30
Kamis, 14 Oktober 2021
Hari ini menjadi hari yang bersejarah buat aku. Bagaimana
tidak? Aku menginjak usia ke -30. Rasanya baru kemaren aku menikmati moment
nontok seral kartun Conan Edogawa di Indosiar. Dimarahin Ebak karena nggak
mandi pagi di hari Minggu. Lalu, flashback di masa aku menjadi seorang siswa
SMP yang mengisi waktu minggu dengan kegiatan heking pramuka. Lalu, meningkat
ke kegiatan anak SMA di asrama, lalu, aku flashback ke bangku kuliah yang penuh dengan perjuangan. Hari minggu
yang diisi dengan beres-beres rumah dosen tempat aku tinggal atau sepedaan
keliling komplek. Lanjut, saat aku merantau di Jakarta. Hari minggu yang
kuhabiskan dengan kegabutan, atau pergi ke acara educatiob fair ketemu
bule-bule demi melatih kemampuan Bahasa Inggrisku. Atau juga ketika aku penuh
dengan segudang kegiatan saat berada di Organisasi RISKA menteng. Lalu, kini
waktu cepat banget berlalu. Sudah tua tubuh dan bagaimana dengan raga? Jiwa?
Aku merasa jauh belum dewasa. Aku masih belum bisa menjadi pribadi yang matang.
Aku masih harus banyak berkembang dan memiliki kemampuan yang menonjol lagi.
Aku, akui kalau aku bukanlah seorang yang unggul. Namun, aku bersyukur, masih
Allah berikan kesempatan untuk menjalani kehidupan di dunia ini sebagai bekal
di akhirat kelak. Amiin.
Ya, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mengakui bahwa
aku bukanlah seorang yang unggul. Bahkan, harus menunggu umur 30 dulu untuk
menyadari hal itu. Aku hanyalah seorang biasa dengan kehidupan yang biasa dan
normatif. Aku juga seorang pejuang nasib yang entah bagaimana nasib akan
menjelma. Apakah mimpi-mimpiku akan terwujud. Impian duniawi yang kadang
berputar pada prestise-prestise duniawi. Yang menyilaukan mata, membuat orang berdecak
kagum. Bukan, sebenarnya bukan itu yang aku cari. Aku hanya ingin
‘mengemplongkan’ hati saat aku melakukan sesuatu. Aku hanya ingin membuat hati
ini lehgah karena aku sudah berusaha. Saat aku mengalami kegagalan dan
kegagalan, setidaknya aku sudah mencoba banyak hal dan tidak diam di tempat.
Aku menerima tantangan meski aku tahu akan ada peluang gagal. Namun, aku tetap
mengambil peluang. Karena aku selalu percaya, ada campur tangan Tuhan di setiap
usaha kita. Jika kita sudah pantas dan ahli, aka nada waktunya pintu kesempatan
terbuka selebar-lebarnya. Aku hanya harus berusaha lebih gigih lagi, membaca
lebih banyak lagi, berlatih lebih serius, dan bersabar lebih dari yang aku
bisa. Tetap berpikir positif.
Terlepas dari catatan kegagalanku, aku merasa begitu banyak
nikmat dan berkah di taun ke-30 dalam hidupku. Ya, hidupku. Bukan hidup orang
lain. Aku hanya akan melihat hidupku dan mensyukurinya. Aku juga hanya ingin
menuliskan begitu banyak hal yang pantas dan sangat pantas aku syukuri sebagai
seorang manusia ‘biasa’. Maka dari itu, here what I have in my 30 years old:
1.
Sudah Menikah dan
dikarunia 1 orang putri yang sangat cantik.
Karena masih banyak di luar sana orang yang
belum menikah dan masih menanti memiliki keturunan.
2.
Suami yang sholeh
dan memaklumi.
Aku bersyukur sekali memiliki semuami yang
mempunyai latar belakang agama yang bagus. Dia adalah imamku. Alhamdulillah.
3.
Sudah menyelesaikan
S2
Tahun 2019, AKu sudah menyelesaikan
pendidikan Magister Pemikiran Islam. Aku sekarang sedang mencari kampus agara
aku bisa mengajar.
4.
Sudah Punya Rumah
dan tidak mengontrak
Meski KPR dan jauh dari pusat Kota, aku
sangat beruntung dan bersyukur sudah punya hunian baru. Juga lingkungan yang
baru. Kmai tidak perlu mengontak sana-sini. Alhamdulillah.
5.
Punya Pekerjaan di
Bidang Pendidikan
Basicly aku memang seorang pendidik, maka
Allah memberiku pekerjaan mengajar. Semoga aku bisa mengajar di kampus..aaamin.
6.
Punya Skill Menulis
Aku memang belum go nasinal, baru go indie.
Namun, tulisan dan artikel ku di blog, di kompasiana, sudah banyak dibaca
orang. Semoga mulai umur 30 ini, aku bisa go nasional dengan tulisan yang
berkualitas. Istiqomah menulis!
7.
Istiqomah Bangun
Malam untuk Tahajud
Dari SMA sampai sekarang, Alhamdulillah,
aku istiqomah dalam melaksanakan sholat tahajud. Semoga aku bisa semakin dekat
dengan ibadah kepada Allah. Aaamin.
8.
Punya Smartphone dan
Laptop untuk menulis
Ini juga sebuah nikmat. Alhamdulillah, kami
punya 3 laptop di rumah saat aku menulis tulisan ini.
9.
Punya kendaraan roda
2
Semenjak menikah, aku jadi menikmati
fasilitas yang dimiliki suamiku, Alhamdulillah, kami udah punya motor. Jika
orang lain mungkin kredit, suamiku membelinya cash waktu itu.
10.
Dan masih banyak lagi
nikmat yang mungkin bagi orang sederhana, menurutku itu amat sangat patut untuk
disyukuri. Tubuh yang sehat, anak yang sehat, suami yang taat, itu
adalah nikmat yang amat sangat. Dan kita punya semangat dan doa yang menjadi
investasi kita dalam menjalani kehidupan.
Demikianlah catatan singkat. Yang aku tulis saat usiaku
menginjak angka 30. Aku tetap ingin mewujudkan mimpiku, menjadi penulis,
menjadi dosen, pendakwah, dan semoga satu persatu itu akan terwujud. Aaamin.
Dan yang paling penting, aku selalu ingin belajar dan menjadi ibu terbaik untuk
anakku Fathia Lubna Asshahid dan istri sholeah untuk suamiku, Musonip effendi,
juga menantu yang ramah untuk mertuaku, teman yang baik dan religious untuk
sahabat-sahabatku. Aaamin.
Demikian, terima kasih sudah mengamini tulisan ‘positif’
ini.
Cisoka, 14 Desember 2021
Di tulis saat aku bangun di sepertiga malam
Aku menyalakan laptop dan menulis di green garden alias
rumput sintetis di dekat dapur minimalis kami.
With positive spirit
Dwi permatasari aka Lajma khanie


Comments
Post a Comment