Aku Butuh Tahajud

 

Assalamu’alaikum, Blogger!



Di postingan kali ini, aku akan menulis tentang tahajud, suatu ibadah tambahan yang aku lakukan sejak aku kelas 3 SMA. Kini,2022, aku masih bisa melakukannya.

Lalu, pertanyaannya, kenapa aku masih tahajud sampai sekarang? Bangun jam 2 atau 3 dini hari dan mulai berwudhu. Di sunyinya malam, saat orang tertidur pulas, aku merentang sejadahku. Lalu, apa yang membuat aku masih melakukannya? Sebenarnya simpel saja jawabannya, karena aku butuh tahajud. Aku butuh.

Mungkin, jawabanku tidak bisa memuaskan setiap orang. Tapi, justru setelah aku jujur, aku sangat jujur bahwa itulah jawabnnya. Aku butuh tahajud dalam hidupku. Mau susah mau senang, aku butuh tahajud.

Setelah akubanyaj menengok kebelakang, banyak sekali hal yang kuceritakan saat tahajud. Bagi aku yang memiliki kepribadian “Thinking Introvert”,  aku sangat pemilih untuk menceritakan ceritaku. Hanya orang tertentu yang bisa membuatku nyaman bercerita. Maka, satu-satunya cara untuk mengadu adalah saat Tahajud. Aku bahkan menangis saat aku sedang sedih sesedih-sedihnya. Saat aku rapuh manakala aku berpikir, doaku tak kunjung terwujud. Aku membawa impianku di sujud dalam tahajud. Bahkan, aku pernah merasakan jarak antara keningku dan tempat sujud begitu dekat. Aku pernah menangis sejadi-jadinya saat aku berbisik di sejadah yang aku punya. Aku benar-benar butuh tahajud. Saat aku hamil, aku membawa kandunganku sholat tahajud. Saat aku merasa terusik dan tak punya kekuatan melawan, aku tahajud, saat aku ikut ujian masuk perguruan tinggi aku tahajud. Bahkan, saat aku tidak ingin apa-apa dan hanya menginginkan kalimat syukur, aku tahajud.

Tahajud tak harus banyak. Kalau waktunya mepet, aku biasanya 2 rakaat saja di tambah dengan sholat witir, dulu, bisa 8 rakaat. Maaf, aku bukannya ingin mengumbar ibadahku, tapi, aku ingin mencatat ini semua untuk diriku sendiri dan menjadi syiar untuk orang yang mau tahajud. Yakinlah, dengan tahajud, kamu akan lebih yakin dengan hidupmu.

Yang membedakan orang tahajud dan tidak tahajud apa yah? Jujur, aku tidak tahu. Namun, satu hal yang bisa aku utarakan, kita akan merasa kasih sayang Allah kepada kita begitu banyak. Bahkan, saat kita bisa melaksanakan tahajud, itulah bentuk kasih sayang Allah. Malaikat tersenyum saat kamu terbangun. Dan yakinlah, akan ada banyak takdir baik yang akan terjadi dalam hidupmu.

 

Lalu, bagaimana jika kita sudah tahajud, tapi beban hidup terasa berat? Percayalah, kamu akan menjadi lebih kuat dengan tahajud dan kamu akan bersyukur dengan setiap takdir Allah. Kalau kamu merasa rapuh, mengadulah dalam tahajudmu. Kalau kamu merasa ingin menangis, menangislah dalam tahajudmu. Kalau kamu senang, ungkapkan syukur dalam tahajudmu.

Pada akhirnya, aku sangat bersyukur, Allah ‘membuat’ tahajud itu ada, itu benar-benar membuat orang sepertiku memiliki tempat tersendiri untuk mengolah semua rasa dan setiap sujud.

Comments

Popular Posts