Positif Thinking atau Positif Bodoh?

Kemarin, tepatnya Selasa 15 November 2022, aku mendapat sebuah nasihat yang masih tidak bisa aku terima dengan logikaku. Bahkan sampai aku menulis postingan ini, aku masih terngiang-ngiang dengan ucapan 'munafik' dari seseorang itu. 
Suatu hari, aku mendapat perlakuan yang tidak mengenakan. Aku meluapkannya dengan meng-update status di WA. Hanya untuk orang yang aku pikir teman dan layak ku share. Satu dari sekian viewer kontakku kepo. Menanyakan apakah aku lagi galau?. Mulanya aku tak menjawab. Tapi, aku ingin melihat sejauh mana respek orang tersebut terhadap masalahku.

Sampai akhirnya, dia sampai pada kalimat, udah, positif thinking aja. Bla..bla..bla.

Dari statementnya, aku tahu itu bukanlah nasihat. Itu adalah pola pikir yang mengkerdilkan perasaan orang lain. Pola pikir pengecut dan pengalah. Mengapa? Karena manusia seperti ini tidak berani berbicara lantang saat ada atasan yang salah. Manusia seperti ini adalah tipe manusia bodoh yang menerima dengan lapang dada semua penghinaan. Lalu, apakah aku sepakat dengan dia? Tentu tidak. Aku tidak sepakat dengan " positif thinking aja" yang dia lontarkan dengan mulutnya tanpa memperhatikan perasaan orang lain.

Ingin sekali, suatu hari nanti, aku membalas ucapannya. Ingin sekali aku membalas setiap UCAPANNYA. Aku ingin membalas semua omongan dan keinginannya yang tak punya rumah, hidup masih ngontrak, dan terpisah dari anaknya dengan kalimat yang juga di lontarkan padaku "UDAH Posifif thinking aja". Aku ingin tahu, bagaimana perasaannya dengan potongan kalimat itu.

Aku rasa, manusia-manusia seperti inilah yag munafik. Yang tidak punya kekuatan tapi bersembunyi dibalik kedok 'Positif aja'.

Apanya yang positif Mbak, Positif Bodoh iya!


Dari sini aku tahu, seperti apa harga dirinya. Maka, aku berusaha untuk tak memasukkannya dari viewer statusku lagi. Selamat, semoga kemunafikanmu awet sampai tua. 


Bye.
Note,
Orang pengecut adalah orang yang selalu
bersembunyi di balik kata-kata.


Comments

Popular Posts