Aku Ingin Menjadi Pahlawan bagi Mimpi Masa Mudaku

Esok, 10 November 2023 diperingati sebagai hari Pahlawan. Aku sekarang sedang merenung. Waktu cepat sekali berlalu, tapi impian dan cita-cita itu masih jauh. Ya, impianku untuk menjadi penulis. Aku mengutarakan mimpiku di dalam lab IPA waktu aku kelas 2 SMA. Aku ingin menjadi penulis dengan nama pena DWI ICHIKO. Seketika seluruh kelas tertawa. Bahkan ketua kelas (Khadi), terang-terangan menertawakanku. Sampai sekarang, aku masih ingat ekspresi mereka. Aku masih ingat reaksi mereka. Tanpa sadar, aku mengalami verbal bullying saat menyuarakan impianku itu. Aku ingin melupakan kejadian di tahun 2007 itu. Aku sangat ingin melupakannya dan memberi maaf sebanyak-banyaknya. Namun, rasa sakit itu masih tertinggal dan membekas hingga kini. Rasa sakit karena ditertawakan oleh seluruh orang di kelas. Dianggap lelucon dan aku tidak bisa membalas apa-apa. Aku ingin menangis waktu itu. Tapi aku tahan, rasanya aneh melihat teman-temanku sendiri menertawakan nama DWI ICHIKO. Aku merasa, itu mimpi buruk. Sekarang, rasa sakit itu masih ada dan aku masih tidak bisa membalas karena aku tidak punya karya untuk membalas hinaan 16 tahun yang lalu. Ya, 16 tahun yang lalu.

Mungkin, bagi teman-temanku aku hanyalab lelucon kala itu. Namun, jika itu hanya lelucon, kenapa rasa sakitnya masih sama. Itulah kenapa, aku keluar dari grup whatssapp Alumni SMA dan menutup rapat kisahku sebagai bagian darinya. Aku masih belum bisa membuktikan mimpiku.

Hidup mengajarkanku untuk memilih. Dan aku memilih untuk tidak menjadi bagian dari hal bodoh yang menyakitkan.

Aku tidak tahu, kapan impianku akan terwujud. ANDAI AKU PUNYA SEDIKIT SAJA KONSISTENSI, MUNGKIN HIDUPKU AKAN BERUBAH.

2024. AKU HARAP, tahun itu adalah tahun aku bisa berkarya dengan NYATA. AAMIIN.


Dari luka masa remajaku,
DWI ICHIKO

Comments

Popular Posts