Aku Mengubur Mimpiku

 

Bismillahirrohmanirrohim,

April 2024 menjadi tanda aku kembali menulis. Aku tidak tahu kekuatan mana yang aku ‘curi’. Aku merenung semua yang aku jalani. Perjalanan yang aku lalui. Susah senang yang aku lalui. Sepertinya hidupku ini terdiri dari beberapa buku yang menarik jika ditulis. Aku harap, aku bisa menuliskan apa-apa yang sudah aku alami selama ini. Aku tak peduli, apakah tulisan ini akan mendapatkan atensi dari publik atau tidak. Aku hanya ingin menulis dengan cara yang aku sukai.

Aku ikhlas, apapun yang terjadi. Akhirnya aku paham. Aku tidak harus menjadi orang yang pandai dalam menulis. Aku hanya butuh menjadi orang yang bahagia dengan menulis.

Aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri. Aku ingin bisa menjadi orang yang bahagia. Aku mengubur mimpi menjadi orang sukses. Aku ingin menjadi orang yang bahagia. Ya, karena itu sudah bisa membuatku bersyukur. Aku tak tahu, apakah aku akan menjadi orang sukses atau tidak. Yang jelas, aku sudah berusaha menjadi orang yang lurus dan tidak neko-neko. Aku pasrah jika memang mungkin tampangku ini bukanlah tampang orang sukses. Aku hanya ingin menulis. Itu saja. Aku tidak tahu apakah aku akan membanggakan kedua orang tuaku atau tidak, aku akan memberikan piala kepada kedua orang tuaku atau tidak, aku tidak tahu. Aku sepertinya harus mengubur mimpi itu.

Ada  artis yang kini jadi penulis dengan mudahnya mendapatkan panggung. Dengan mudahnya memiliki ruang untuk mempromosikan tulisannya. Lalu, Tulpen. Bagaimana dengan nasib tulpen. Aku merasa berdosa karena telah melahirkan ‘tulpen’ namun tidak membesarkannya dengan baik. Hanya dibaca oleh segelintir orang. Padahal, aku menulisnya di waktu penuh berkah, yakni setelah habis tahajud. Tapi mengapa, novelku itu tidak menjadi best seller seperti yang kuimpikan?

Aku akan mengubur mimpiku untuk menjadi penulis best seller. Penulis terkenal. Aku menguburnya di umurku yang ke 33 tahun ini. aku hanya ingin menulis tanpa embel-embel lagi. Tanpa beban atau target tertentu. Orang mau baca alhamdulillah, nggak juga nggak apa-apa. I don’t care.

Jadi, aku akan menulis. Menulis dengan caraku sendiri.

Comments

Popular Posts