Menghilang Dulu

Apa jadinya kalau setiap kali 'putus' dari seseorang, kita harus potong rambut? Yang ada, gue jadi mendadak botak gara-gara bulan ini, gue memutuskan untuk 'putus' komunikasi dengan seseorang.
Jika kamu sering nonton drama korea, pastinya kamu pasti tahu dong, salah satu ritual dari kegiatan putus cinta yang dilakukan cewek-cewek korea adalah potong rambut. Yap! Kalau di kita, mungkin disamakan buang sial kali ya? Dengan potong rambut, mudah-mudahan memutus perasaan yang dulu sempat ada.
Meski gue nggak pacaran dengan seseorang, tapi gue memutuskan untuk putus hubungan dengan orang tersebut. Orang yang gue harap akan menjadi masa depan gue itu...kini bukan menjadi orang yang gue harapin lagi. Nggak ada lagi gue yang selalu menelponnya jika rindu, nggak ada lagi gue yang berharap dia membalas sms gue.Intinya..gue bener-bener ingin menghilang dari kehidupannya. Seperti Rancho yang menghilang dari kehidupan sahabat dan Fia di Drama India 3 Idiots.
Sebenernya...musuh terbesar dari proses move on adalah kita sendiri. Kita tanpa sadar masih buka-buka fb-nya dia, masih berharap ada sms balasan dari dia. MAsih berharap dia minta maaf dan lima menit kemudia, dia nyatain "aku juga cinta kamu". Ah,,,apa cewek lain di dunia mengalami hal yang sama kayak gue? kegalauan yang sebenernya (gak penting ini), justru kalau dibiarin bisa menjadi galau akut. Em...apa jadinya kalau penduduk bumi ini menderita galau akut?
Hari ini adalah hari kedua gue mengirim sms 'sakti' ke dia yang intinya gue ngaku kalau cinta gue telah bertepuk sebelah tangan. SMS yang isinya gue bakal menghilang dari kehidupannya. SMS yang mengegaskan kalau dia sudah 'sopan' dan menolak gue dengan cara yang sangat halus.
Hari ini juga, gue berharap hati gue bisa patuh dengan logika. Gue nggak ingin hati gue terikat oleh perasaan yang nggak pasti. Maka dari itu, gue mundur dan membiarkan hati gue untuk meninggalkan semua kenangan gue tentangnya.
Yang harus gue lakukan sekarang adalah membiasakan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan dia. Ada banyak hal yang bisa kita lakuin, ada banyak hal yang bisa gue lakuin di masa transisi gue. duh...pokoknya..gue kudu semangat. kudu inget visi pertama gue adalah MOVE ON!!
Dan..gue bersyukur./.masih ada temen2 yang membuka mata gue sekarang. Menyadarkan gue tentang penantian konyol dan cinta yang salah sasaran yang gue alamatkan pada si dia. Hari ini, gue melihat semua 'kebodohan' gue dari kacamata orang lain. Dari sudut pandang orang wajar. Intinya, gue terlalu berlebihan, gue terlalu berharap, dan ...gue terlalu buta untuk membedakan mana kata diterima dan mana kata ditolak.
Maret bener-bener memberikan gue pelajaran berharga. terutama perkara hati yang kini ingin miliki kembali. Gue nggak mau menjadi bulan-bulanan PHP stadium 4. Ditambah lagi cinta yang hanya bertepuk dengan angin.
PAda akhirnya..gue memutuskan untuk menghilang. Menghilang dari keputusannya. Jika pada akhirnya gue bertemu di masa depan dengannya, gue berkata tidak. Tidak akan ada lagi Dwi yang menunggunya. Tidak ada lagi Dwi yang akan memberinya setumpuk doa dan semangat. GUE BENER-BENER LELAH. Dan pada akhirnya, episode ini kudu gue lewati. Ini adalah akhir..dari perasaan yang sudah hancur. Ini juga adalah klimaks dari penantian yang nggak pernah ada batasnya. Tapi bener..gue benar-benar telah memilih jalan ini. Jalan yang kudu gue lewati meski ada duri dan ada jurang yang harus gue lewati.
Meski sayap-sayap cinta itu telah patah, tapi gue masih punya dua kaki untuk melangkah. dan masih punya keberanian untuk melewati setiap halangan yang ada.
Gue akan merasa sangat berdosa jika gue harus membiarkan hati gue terjebak pada hati yang salah. Ingatlah...masih ada hari esok yang cerah. masih ada PR yang harus diselesaikan. Masih ada kesuksesan yang harus dijemput. Jadilah permata..seperti doa yang tersemat di namamu aslimu, Dwi Permatasari... Semangat Dwi. Dan biarkan...gue mngehilang!
Jakarta, 23 Maret 2015

Comments

Popular Posts