Adalah Waktu Yang Mengubah Jalannya Cinta
Saat Film AADC yang dibintangi Nicolas Saputra dan Dian Sastro begitu booming di kalangan remaja saat itu, muncul satu quotes penutup yang mungkin juga masih dikenang beberapa penggemar pasangan Rangga-Cinta. Em..bulan yang lalu, quote yang gue maksud rupanya menjadi status fb di akun seorang teman lama . Apa bunyinya? Kurang lebih, sepenggal kalimat itu berbunyi "Adalah Cinta yang Mengubah Jalannya Waktu". Ya...mungkin, dalam film, quote itu menjadi closing yang tepat dari drama Rangga dan Cinta. Cinta dua anak muda yang masih belia, yang memungkinkan mereka untuk membuktikan bahwa cinta memiliki peran untuk mengubah jalannya waktu. Tapi...menurut gue, fakta terlalu manis jika mengutip kalimat romantis itu. Karena menurut gue, nyatanya, Waktulah yang mengubah jalannya cinta. Ya...waktulah yang mengubah jalannya cinta. Jika ada pepatah jawa yang terkenal dengan "wating tresno jalaran suko kulino" yang kurang lebih maksudnya cinta itu akan tumbuh seirng dengan berjalannya waktu, maka waktu jugalah yang akan memudarkan rasa yang tadinya pernah ada. waktu pula yang diam-diam merenggut kenangan indah atau justru membuang memori yang perlu dibuang. waktu pula yang memulihkan seseorang dari kenangan masa lalu yang pahit. Sekarang, saat gue menulis di blog sederhana gue ini, gue merasa, waktu telah memposisikan gue di saat dimana gue adalah pemilik kenangan. Kenangan apa? Kenangan akan rasa yang dulu pernah gue miliki. Kenangan akan persahabatan yang dulu gue miliki. Kenangan akan rencana yang dulu gue miliki. Tapi...saat gue sedikit termenung akan kenangan masa lalu, gue menjadi sadar. Sadar bahwa waktulah yang mengubah jalannya cinta. Atau lebih tepatnya jalannya cerita. Tadinya gue pikir, waktu akan berpihak kepada gue..Saat gue bersabar, saat gue berusaha untuk menyakinkan diri bahwa akan ada masanya orang itu akan memiliki rasa yang sama. Atau mungkin sama seperti gue, dia akan mengenang semua hal dari persahabatan yang kami punya. Kehadirannya di masa lalu dan di masa-masa sulit gue membuat gue selalu tersenyum saat mengenangnnya. Dalam hati gue berharap, dia membaca apa yang akan terbaca dari setiap sikap yang teralamat padanya. Dalam hati, gue berharap, waktu akan memberi ruang untuk sekedar menginangtakan. Tapi ternyata...ada hal yang tidak gue sadari. Ada hal yang membuat gue harus menyerah. Waktu telah membelokkan cerita persahabatan gue. Dan saat dua tahun telah berlalu, perasaan yang tadinya gue pikir akan utuh, lambat laun mulah melemah. Ya..karena waktu tak lagi seperti dulu. Saat terpisah jarak, saat sibuk dengan pekerjaan masing masing, dan saat tak ada lagi suara yang bisa didengar, di situlah tanda bahwa wakti telah merubah jalannya cinta (cerita). lalu, orang masa kini menyebutnya dengan kata "kudu move on". Harus bisa move on? Orang yang datang di masa lalu, mewarnai masa lalu, dan membuat kenangan akan masa lalu, BIARLAH TETAP TINGGAL DI MASA LALU? Kenapa? Karena waktu hanya memberikan dia tempat di masa lalu. Ruang yang tadinya cukup untuk dia tapi kini, gue kudu sadar, bahwa itu hanya akan menjadi masa lalu. toh...jika dia ada di masa sekarang, itu bukan untuk menjadi pemeran utama, tapi dia hanya ingin menengok, ,menanyai kabar, lalu setelah itu, MASA LALU ITU KEMBALI KE TEMPATNYA. tersegel dalam sebuah kotak memori yang teramat rapi. Lalu, apa yang kudu kita lalukan sekarang jika masa lalu itu bukan lagi pemeran utama. Mungkin, kita harus melepaskannya. membiarkannya menjadi bagian dari masa lalu. Mungkin, kita tak akan menemukan orang yang sama, tempat yang sama, atau rasa yang sama. Tapi berusaha menjadi pribadi yang menghargai waktu dan orang-orang yang bersama kita di waktu yang sekarang, adalah jauh lebih penting ketimbang memutuskan apakah waktu yang mengubah jalannya cinta atau sebaliknya. Oke..this is just a little note for monday morning zone! VOALA!

Comments
Post a Comment