Re-Friend

Entah kenapa, aku berpikir bahwa di dunia ini persahabatan yang abadi itu tidak ada. Ya, tidak ada. Terdengar sinis memang. Tapi, itulah realita yang aku lihat. Teman SD akan selamanya menjadi teman SD. Kawan di SMP akan menjadi kawan SMP. SMA memberi arti dengan sahabat masa SMA. Dan kuliah hanya menyisakan segelintir teman Kuliah. Di tempat kerja, rasa khawatir itu muncul. Akankah ada teman di tempat kerja? Karena bisa jadi yang kita anggap kawan justru adalah lawan. Tapi aku tak peduli. Aku masih punya embel-embel itu, Teman di tempat kerja. Saat aku kembali ke kost an, aku bertemu dengan teman kost an yang sekarang lebih tepatnya Mantan teman kost an.
Dalam sebuah interaksi sosial, ada sedikit gesekan-gesekan. Begitu pun di lingkungan pertemanan. Aku pikir, selamanya aku akan menjadi sahabat bagi teman-teman kost ku. Tapi ternyata aku salah. Saat mereka menemukan teman baru, di situlah aku sadar..apalah aku yang tidak asyik ini. Saat temen-temen kost ku pulang malam sampai jam 12 lebih dari Ancol, aku memilih tidur di kost karena aku tahu, besok aku kerja. Saat mereka cekikikan di pukul 02.00..aku hanya menutup telingaku dengan bantal, meski itu tak berhasil meredam suata ribut. Apalah aku, yang menjaga jarak dengan teman-teman cowok mereka yang mereka sambut bak dewa setiap mereka bertamu. Dan Apalah aku yang lebih memilih diam ketimbang menegur mereka langsung karena aku tahu betul, mereka sudah dewasa.
Dari sini, aku sadar. Aku bukan satu gelombang lagi dengan mereka. Apa yang mereka anggap asyik, bagiku justru suatu kemurkaan. Saat aku memutuskan untuk menarik diri, bukan berarti aku kalah. Aku justu berdoa, semoga Allah menyadarkan mereka, bahwa waktu terlalu berharga untuk dibuang percuma dengan cekikikan, jalan2 malam, dan memanfaatkan segerombolan cowok nggak jelas untuk sekedar ditraktir makan. Dari situ, aku sadar bahwa mereka tidak memperlakukan diri mereka berharga. Maka dari itu, Aku memutuskan untuk tidak menjadi bagian dari mereka dan biarlah mereka memilih jalan mereka sendiri, jalan yang menurut mereka syik asyik.
Intinya, aku memilih sendiri siapa yang disebut teman dan mantan teman!

Comments

Popular Posts