Siap-Siap Plan B

Di setiap usaha yang kita rencanakan, ada sekian persen peluang untuk gagal dan tidak berjalan dengan mulus. Saat kita merasa sudah 'total', tapi di lapangan justru ada halang rintang..di situlah kita butuh plan-plan yang lain. Wajarnya orang menyebut kondisi ini dengan istilah plan B.
Dan jangan khawatir karena hidup selalu menawarkan pilihan yang dapat kita pakai untuk 'senjata' di plan B. Bukan bermaksud sok tahu, tapi memiliki pikiran  positif justru akan menambah energi positif. 
Aku, saat mengalami kegagalan yang terjadi..yang aku lakukan adalah aku sadar kalau aku 'untuk sesaat' tidak bisa mewujudkan apa yang menjadi Plan A, plan prioritas dalam hidupku. Tapi, saat sadar itu juga, aku mengingat pepatah klasik bahwa kita tidak tahu dilangkah ke berapa doa kita akan diijabah, impian kita akan terwujud. Dalam proses inilah, aku memutuskan untuk belajar. Belajar menghargai apa yang sudah aku dapatkan kini. Belajar untuk menambah skill agar aku bisa berbuat banyak. Juga belajar untuk berargumen walau itu terdengar ide yang tak biasa. Dari gagalnya Plan A, secara tidak langsung otakku juga diperintah untuk lebih kreatif mencari solusi. Intinya kembali ke persepsi masing-masing.
Tapi, ternyata, dengan aku menjalankan Plan B, aku justru menemukan orang yang baru, kebahagiaan yang baru, dan petualangan yang baru. Dan itu meluaskan aku menyadariku bahwa kasih sayang Allah Maha Luas. Apapun yang Allah takdirkan dalam 'proposal hidupku', tentang jodoh, maut, rejeki, dan di belahan bumi mana aku akan berada..di situ ada satu keyakinan bahwa selagi aku masih bisa berpikir dan yakin dengan rencana Allah, di situlah aku merasa lapang :)

Comments

Popular Posts