SIMPLE TRAVELER EDISI AFTERNOON AT SUROPATI PARK
Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat Pagi, Para Blogger
Alhamdulillah, dalam kesempatan kali ini, aku masih bisa menuliskan catatan perjalanan singkat dan murah meriah ala simple traveler.Yeeeyy!!
Minggu, 25 September 2016 Aku ada janji dadakan ketemu sama Nurmi (nama yang sebenarnya). Nurmi adalah sahabat yang kukenal dari kelas SDTNI (Studi Dasai Terpadu Nilai Islam), yang menjadi salah kegiatan Remaja Masjid Sunda Kelapa atau Riska. Aku dan Nurmi sudah menyelesaikan kelas SDTNI angkatan 52. Tapi, kami masih sering janjian ketemu dalam hal rapat kepanitiaan acara atau karena ada agenda tertentu. Nah, berhubung kami ndak ada acara di minggu ini, so kami janjian buat ketemu.
Sebenernya, kami punya 'geng' gitu. Semacam grup WA yang tadinya berjumlah 5 muslimah ketceh. Tapi, berhubung yang lain pada sibuk dengan kegiatan masing-masing, alhasil tersisa hanya aku dan Nurmi yang kemudian menjadi akrab dan sering curcol tentang kegalauan masing-masing.
Alhamdulilah, meski kami jarang ketemu, tapi saat ketemu, Nurmi dan aku bener-bener sharing tentang next up. Apa selanjutnya. Selain membahas agenda kegiatan di RISKA, kami menyempatkan curcol tentang masa depan..hehe, biasa cewe.
Dari Nurmi, aku belajar banyak hal. Dia adalah pribadi yang sederhana. Gadis jawa tulen dengan kepatuhan kepada orang tua nomor wahid. Sahabatku ini memiliki potensi di bidang jahit menjahit yang dia dapat dari ibunya. Nurmi juga cewek yang gak suka neko-neko. Dan satu hal yang aku syukuri, aku berterima kasih, karena ternyata di Jakarta ini, masih ada sosok sahabat seperti Nurmi. Dia juga mengajarkanku untuk selalu berpikiran positif dan menjadi orang yang mau memulai berinteraksi dengan orang lain. Pernah suatu kali, aku protes gara-gara ada kakak tingkat yang cuek sama aku.
"Kalau dia gak mau sapa, yah kita wik yang nyapa"..Nurmi Said.
Dalam hal positif thinking, Nurmi adalah juaranya. Dan aku senang, bisa bersahabat dengan hijaber seperti Nurmi.
Lain kali, aku juga ngeluh dengan sikon yang buat aku baper.
"udah wiik. Lu baper amat!" jawab Nurmi.
Hehe...bener juga yah, kenapa gue baper. kenapa gue nggak take it easy aja. Batinku.
Dan Nurmi...aku harap kami bisa bangkit dengan potensi kami masing-masing. Nurmi dengan potensi menjahitnya dan aku dengan tulisanku nanti. Nurmi juga orang yang bersedia menjadi alarm saat aku malas menulis novel. Bagiku, meski orang yang ada di sekitarku sedikit, yang penting mereka ada dan mau berbagi motivasi. Bukankah Imam Syafi'i pernah berkata, ketika kita merantau, kita akan menemukan sahabat pengganti saudara. Dan semakin aku merantau, aku semakin percaya bahwa perkataan Imam Syafi'i itu benar adanya. Sungguh, itu adalah suatu hal yang sangat menggembirakan. My happy reality story.
Well, dari pada kalian penasaran dengan sosok my shaliha friend ever, Nurmii..berikut aku upload foto kami..Yuhuuu..
Berikut ini aku kutipkan informasi seputar taman patung diponegoro ini yang aku kutip dari website dinas pertamanan DKI Jakarta.
"Taman dengan luas 2.736 m2, saat ini dipenuhi dengan komposisi
tanaman semak berdaun indah. Jenis tanaman semak yang mendominasi adalah
Ubi jalar (lpomea sp.) dengan daunnya yang berwarna hijau cerah menjadi
aksentuasi visual bagi pengendara kendaraan bermotor disekitar taman
tersebut. Patung yang berdiri di hamparan bunga-bunga rambat yang
didominasi warna hijau dan jingga dibagian pinggir. Dari kejauhan
tampak jelas patung yang menggambarkan Pangeran Diponegoro sedang
menunggangi seekor kuda. Terletak dipertemuan Jalan Diponegoro dengan
Jalan Imam Bonjol. Diapit dua objek yaitu Gedung Bappenas dan Taman
Suropati. Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tanggal 6
Desember 2005."
Next..ini foto kita lagii
Selamat Pagi, Para Blogger
Alhamdulillah, dalam kesempatan kali ini, aku masih bisa menuliskan catatan perjalanan singkat dan murah meriah ala simple traveler.Yeeeyy!!
Minggu, 25 September 2016 Aku ada janji dadakan ketemu sama Nurmi (nama yang sebenarnya). Nurmi adalah sahabat yang kukenal dari kelas SDTNI (Studi Dasai Terpadu Nilai Islam), yang menjadi salah kegiatan Remaja Masjid Sunda Kelapa atau Riska. Aku dan Nurmi sudah menyelesaikan kelas SDTNI angkatan 52. Tapi, kami masih sering janjian ketemu dalam hal rapat kepanitiaan acara atau karena ada agenda tertentu. Nah, berhubung kami ndak ada acara di minggu ini, so kami janjian buat ketemu.
Sebenernya, kami punya 'geng' gitu. Semacam grup WA yang tadinya berjumlah 5 muslimah ketceh. Tapi, berhubung yang lain pada sibuk dengan kegiatan masing-masing, alhasil tersisa hanya aku dan Nurmi yang kemudian menjadi akrab dan sering curcol tentang kegalauan masing-masing.
Alhamdulilah, meski kami jarang ketemu, tapi saat ketemu, Nurmi dan aku bener-bener sharing tentang next up. Apa selanjutnya. Selain membahas agenda kegiatan di RISKA, kami menyempatkan curcol tentang masa depan..hehe, biasa cewe.
Dari Nurmi, aku belajar banyak hal. Dia adalah pribadi yang sederhana. Gadis jawa tulen dengan kepatuhan kepada orang tua nomor wahid. Sahabatku ini memiliki potensi di bidang jahit menjahit yang dia dapat dari ibunya. Nurmi juga cewek yang gak suka neko-neko. Dan satu hal yang aku syukuri, aku berterima kasih, karena ternyata di Jakarta ini, masih ada sosok sahabat seperti Nurmi. Dia juga mengajarkanku untuk selalu berpikiran positif dan menjadi orang yang mau memulai berinteraksi dengan orang lain. Pernah suatu kali, aku protes gara-gara ada kakak tingkat yang cuek sama aku.
"Kalau dia gak mau sapa, yah kita wik yang nyapa"..Nurmi Said.
Dalam hal positif thinking, Nurmi adalah juaranya. Dan aku senang, bisa bersahabat dengan hijaber seperti Nurmi.
Lain kali, aku juga ngeluh dengan sikon yang buat aku baper.
"udah wiik. Lu baper amat!" jawab Nurmi.
Hehe...bener juga yah, kenapa gue baper. kenapa gue nggak take it easy aja. Batinku.
Dan Nurmi...aku harap kami bisa bangkit dengan potensi kami masing-masing. Nurmi dengan potensi menjahitnya dan aku dengan tulisanku nanti. Nurmi juga orang yang bersedia menjadi alarm saat aku malas menulis novel. Bagiku, meski orang yang ada di sekitarku sedikit, yang penting mereka ada dan mau berbagi motivasi. Bukankah Imam Syafi'i pernah berkata, ketika kita merantau, kita akan menemukan sahabat pengganti saudara. Dan semakin aku merantau, aku semakin percaya bahwa perkataan Imam Syafi'i itu benar adanya. Sungguh, itu adalah suatu hal yang sangat menggembirakan. My happy reality story.
Well, dari pada kalian penasaran dengan sosok my shaliha friend ever, Nurmii..berikut aku upload foto kami..Yuhuuu..
afternoon at suporati park
Gambar ini diambil oleh Sarah, temennya Nurmi yang mungil dan easy going. Lokasinya adalah di air mancur Patung pangeran diponegoro (kalo nggak salah). Kalau sore, spot ini menjadi spot yang sering dipakai untuk foto-foto. Pemandangan sore yang cerah sangat cocok buat berfoto bareng temen. Air mancur yang mengelilingi Patung Pangeran Diponogoro ini memang terpisah dengan taman utama Taman Suropati. So, tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang. Kita lebih santai melihat pemandangan taman bunga yang ditata rapi, bersih, dengan suasana lalu lintas jalan suropati yang tidak terlalu crowded!
Selain itu, lokasi ini juga menjadi sarana anak-anak muda main sketboard.
Berikut ini aku kutipkan informasi seputar taman patung diponegoro ini yang aku kutip dari website dinas pertamanan DKI Jakarta.
Next..ini foto kita lagii
pura-puranya cari jalan gitu!
Bagi aku pribadi, semenjak di Jakarta, aku justru bukan hang out di mall, tapi aku lebih sring ke taman-taman. Berbeda dengan di kota-ku sebelumnya, di sini, ada banyak taman-taman yang bisa kita jadikan tempat rekreasi. Salah satu taman yang tidak asing buatku semenjak di Jakarta adalah Taman Suropati ini. Ada juga Taman Menteng yang posisinya di pinggir jalan utama menteng. Waktu aku pulang kerja dari kampus menteng, aku sesekali duduk di bangku taman, menyaksikan orang-orang yang main basket dan rehat sejenak. Mungkin, di postingan selanjutnya, aku akan menulis tentang taman menteng.
dan formasi lengkap kita!
Oya, tujuan kami ke taman 'air mancur' ini sebenernya adalah buat curcol. Tadinya, kita ke Masjid Sunda Kelapa, cuma karena udah menjelang sore, kita butuh tempat refresing. Nah, kita main aja ke taman air mancur ini. Kami bertiga ngebahas tentang rencana kami ke depan, plan kami sampai akhir 2016, dan si imut Sarah menyarankan kami untuk jalan-jalan bertiga! Well...Sarah emang gokiiil! Mudah-mudahan kami bisa mewujudkan impian kami masing-masing! Aaamiin.
Jakarta, 27 September 2016
Salam Simple Traveler,
Dwi Permatasari




Comments
Post a Comment