Dalam Catatan-Nya
Assalamualaikum, Para Blogger..
Alhamdulillah, puji syukur kehadiran Allah, karena berkat rahmat dan hidayahNya, kita masih bisa menghirup udara sampai detik ini.
Ini adalah postingan keduaku di bulan November, Kalau seandainya November itu warna, maka aku akan menjadikan November sebagai warna tosca. Ya, Tosca, warna yang lembut namun berani. Aku mulai menyukai warna ini, apalagi jika tosca yang aku pilih adalah tosca warna pastel.
Oya, ada banyak hal yang terjadi belakangan ini. Semuanya pasti ada hikmahnya karena Allah tahu yang terbaik buat hambaNya, dan kita harus berbaik sangka dengan Allah, dengan takdir Allah. Dia yang Maha Membolak-balikkan hati. Kalau kita sabar, maka takdir Allah menjadi karunia yang tidak hentinya akan kita syukuri. Kita belajar ikhlas atas apa yang terjadi sama kita. Dan sejatinya, yang terjadi sama kita tidak ada suatu kebetulan pun di dalamnya,
Kapan kita harus bertemu kapan kita harus berpisah. Kapan amarah menjadi benci dan kapan benci menjadi kasih.
Tapi yang patut disyukuri, kita mendapatkan hikmah itu sekarang. Kita mendapat pelajaran itu dari sekarang, Mungkin, di mata manusia, kita hanyalah makhluk yang salah, tapi biarkan Allah yang membolak-balikka hati orang tersebut. Semua berada dalam kekuasaan Allah, begitulah kata orang Tauhid dan esensi dari hidup itu sendiri adalah ketauhidan. jAdi kalau Allah ingin bagus, maka sesuatu itu menjadi bagus, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya menjadi jelek, begitu pun sebaliknya. Sesuatu yang pada awalnya jelek, meski berpura-pura baik untuk mendapat simpati agara baik, akan terbongkar juga kejelekannya. Dan yang paling menyedihkan adalah mereka yang tidak belajar dari kesalahan. Mereka angkuh dan menganggap ketaatan adalah sesuatu yang dibilang ';sok-sok' an. Itulah jika amarah telah mengakar pada darah daging manusia. Nauzubillahminzalik.
Lalu, apakah kemarahan harus di balas dengan kemarahan? Tidak. Kita tidak perlu ikut arus kemarahan tersebut. Kita harus TETAP BERSYUKUR, bahwa kita sudah dijaga Allah dengan tidak menjadi seperti itu. Alhamdulillah..
Takdir Allah Maha Indah.
Jakarta, 19 Nov 2016
Sabtu Pagi yang cerah.
09.06 WIB
Alhamdulillah, puji syukur kehadiran Allah, karena berkat rahmat dan hidayahNya, kita masih bisa menghirup udara sampai detik ini.
Ini adalah postingan keduaku di bulan November, Kalau seandainya November itu warna, maka aku akan menjadikan November sebagai warna tosca. Ya, Tosca, warna yang lembut namun berani. Aku mulai menyukai warna ini, apalagi jika tosca yang aku pilih adalah tosca warna pastel.
Oya, ada banyak hal yang terjadi belakangan ini. Semuanya pasti ada hikmahnya karena Allah tahu yang terbaik buat hambaNya, dan kita harus berbaik sangka dengan Allah, dengan takdir Allah. Dia yang Maha Membolak-balikkan hati. Kalau kita sabar, maka takdir Allah menjadi karunia yang tidak hentinya akan kita syukuri. Kita belajar ikhlas atas apa yang terjadi sama kita. Dan sejatinya, yang terjadi sama kita tidak ada suatu kebetulan pun di dalamnya,
Semua telah ada dalam catatanNya.
Kapan kita harus bertemu kapan kita harus berpisah. Kapan amarah menjadi benci dan kapan benci menjadi kasih.
Tapi yang patut disyukuri, kita mendapatkan hikmah itu sekarang. Kita mendapat pelajaran itu dari sekarang, Mungkin, di mata manusia, kita hanyalah makhluk yang salah, tapi biarkan Allah yang membolak-balikka hati orang tersebut. Semua berada dalam kekuasaan Allah, begitulah kata orang Tauhid dan esensi dari hidup itu sendiri adalah ketauhidan. jAdi kalau Allah ingin bagus, maka sesuatu itu menjadi bagus, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya menjadi jelek, begitu pun sebaliknya. Sesuatu yang pada awalnya jelek, meski berpura-pura baik untuk mendapat simpati agara baik, akan terbongkar juga kejelekannya. Dan yang paling menyedihkan adalah mereka yang tidak belajar dari kesalahan. Mereka angkuh dan menganggap ketaatan adalah sesuatu yang dibilang ';sok-sok' an. Itulah jika amarah telah mengakar pada darah daging manusia. Nauzubillahminzalik.
Lalu, apakah kemarahan harus di balas dengan kemarahan? Tidak. Kita tidak perlu ikut arus kemarahan tersebut. Kita harus TETAP BERSYUKUR, bahwa kita sudah dijaga Allah dengan tidak menjadi seperti itu. Alhamdulillah..
Takdir Allah Maha Indah.
Jakarta, 19 Nov 2016
Sabtu Pagi yang cerah.
09.06 WIB

Comments
Post a Comment