Locked Away
Assalamualaikum Para Blogger..
Senang rasanya bisa menghabiskan waktu di depan laptop seperti ini. Menjadi 'Ratu' di duniaku sendiri sambil menunggu sang pengeran yang datang menjemput.
Em...Hari ini, aku kurang enak badan. Bangun tidur, pandanganku melihat perputaran yang cepat dan aku benar-benar pusing. Bahkan sisa-sisa pusing itu masih ada.
Hari ini, aku menelpon ibuku. Ya, satu hal yang selalu aku lakukan saat aku kangen rumah. Aku kangen suara ibuku, aku kangen cerita dari kampungku, dan air mata ini meleleh saat mengutarakan ceritaku di sini.
Saat sakit di rantau dan kurang enak badan, seketika semangatku untuk keluar menjadi sirna. Aku hanya istirahat dan menghabiskan membaca buku di tempat tidur. Atau aku mengetik, menuliskan apa yang ada di kepala ku saat ini.
Saat sakit juga, aku tersadar, tentang sisa hidup yang Allah berikan padaku. Aku..aku menjadi sadar, apa yang telah aku berikan untuk hidupku yang singkat ini, apa yang sudah aku berikan untuk agamaku. Atau...jangan-jangan aku hanya mementingkan diriku sendiri.
Saat ini juga, aku tahu, begitu kerdilnya aku, Prestasi dunia tak kan dibawa mati. Di sinilah aku merasa, betapa sombongnya aku yang mengejar prestasi dunia. Aku...aku ingin melakukan sesuatu yang beda. Ya, aku akan memdedikansikan kelebihanku untuk Islam. Ya, apapun kelebihan yang Allah berikan padaku, aku ingin mendedikasikan diri untuk Islam.
Rasanya, sulit dipercaya, saat mataku meleleh melihat video penderitaan muslim lain di belahan bumi sana, sementara aku? Aku masih bisa di sini, menikmati indahnya Islam di bumi pertiwi. Di saat perempuan muslim di luar sana berjuang untuk memakai hijab, aku justru di sini dengan mudah bisa memilih pakaian dan hijab yang syar'i dengan prasangka baik dari lingkungan sekitar.
Lalu, aku memutar otak. Aku ingin mengambil bagian dari jalan dakwah. Sekecil apapun itu. Entah dengan berpakaian terbaik sehingga menginspirasi orang lain untuk berjilbab syar'i. berkata lemah lembut, dan menyumbangkan otak ini untuk belajar dan memperdalam tentang Islam. Aku ingin menjadi bagian dari jalan dakwah, meski yang aku tahu sekarang, aku bisa melakukannya dengan memperbaiki akhlakku dan menjadikan menulis sebagai media dakwah.
Aku hanyalah manusia, yang punya mimpi sederhana. Tidak ada lagi Dwi yang berjuang sendiri. Yang sekarang mengetik di depan komputer adalah Dwi yang bejuang dengan nama Allah. Ya..aku ingin bisa mendedikansikan kelebihanku untuk Agama Allah, aku semangat menulis juga karena Allah. Tidak apa=apa aku terasing, asalkan di hati dan pikiranku ada Allah yang akan menolong.
Ada lirik lagu dari Adam Levine Feat R.City
If I got loked away (Jika aku diasingkan)
And We lost it all today (dan kita kehilangan segalanya hari ini)
Tell me honestly (ceritakan padaku)
Would You still love me the same (apakah kau akan tetap mencintaiku?)
If I showed my flaws (jika aku tunjukkan kekuranganku)
If I couldn't be strong (jika aku tidak bisa kuat)
Tell me honestly (ceritakan padaku)
Would You still love me the same?(apakah kau akan tetap mencintaiku?)
Lirik ini dapat didefinisikan mengenai hubungan kita dengan Allah. Allah, Ya Rahma Ya rahiim adalah yang maha menerima segala kekurangan kita. Bahkan, banyak cerita ulama besar dan tokoh-tokoh besar, saat mereka diasingkan (dipenjara), mereka menjadi dekat dengan Allah dan mereka menjadi tahu, satu-satunya yang tetap berada di dekatnya adalah Allah. Allah tidak pernah meninggalkan hambanya, baik di kala suka maupun sedih. Allah will love me the same (Allah akan tetap mencintai kita). Cerita lain saat ada orang yang tertimpa kecelakaan, lalu dia kehilangan bagian-bagian tubuhnya. Saat orang tersebut menunjukkan kepada manusia lain tentang kekurangannya itu, mungkin, orang lain akan mundur. Tapi..Allah...Allah tetap ada meski kita dalam keadaan terburuk sekalipun. 'If I showed my flaws' jika aku tunjukkan kekuaranganku. Allah will love you the same. (Allah tetap akan mencintaimu).
Sisi lain dari lagu tersebut, kita bisa menjawab pertanyaan dari setiap 'if..' yang ada dan jawabannya sama, Allah akan stay. Allah akan tetap ada dan akan selalu ada bangi hambanya yang ingin bertaubat. Tahu kenapa? Karena kasih sayang Allah Maha Luas.
Orang tidak akan merasa galau dan sedih, meski dia diasingkan..
Kenapa? Karena dihatinya ramai dengan mengebut nama Allah. Hatinya sahut menyahuti dengan memanggil asma Allah.
Sama seperti sekarang, aku sakit dan harus istirahat. Aku terasing, tapi aku merasa, aku tidak sendirian. Allah SWT dan para malaikan menyaksikan aku menulis dan menyebut-nyebut asma Allah di postingan blog kali ini. Aku tak perdulikan seberapa banyak pengunjung blog ku. Aku juga tidak meminta pujian atas artikel yang sudah aku tulis. Aku hanya bahagia bahwa Allah SWT menyaksikan kegiatan menulis blog hari ini. Dan rasanya, itu sudah lebih dari cukup untuk memompa semangat berkarya.
I didn't have anything, so I write!
- Dwi Permatasari (Indonesia)
Jakarta, 16 April 2017
Wassalamualaikum..


Comments
Post a Comment