Mengalah Untuk Menang
Hari ini, aku mengalah untuk menang. Why? Karena Hari ini, hari yang termelow di awal 2018. Impianku untuk Seminar Internasional di Turki kandas karena alasan yang sangat klasik, yaitu biaya. Aku tidak mendapatkan sponsor. Ya, semua proposal yang aku sebar tidak ada kepastian dan hanya menggantungkan harapan palsu. Aku mulai sadar..sebaiknya, aku mengalah dulu untuk mengikhlaskan. 1 bulan dari dinyatakannya aku sebagai delegasi Indonesia untuk seminar Internasional GLES 2018 di Turki. Tepatnya kemarin, dan hari ini aku harus menerima kenyataan pahit bahwa aku tidak jadi berangkat mewakili Indonesia ke Turki, ke negara yang sangat aku harapkan bisa melihat peradaban Islam di sana.
Ya, terkadang...hidup tidak melulu tentang apa yang kita inginkan. Aku sangat menikmati hari-hari sebagai delegasi Indonesia untuk Turki. Ada rasa bangga saat dinyatakan lulus dari ribuan orang yang mendaftar..lalu Allah takdirkan lagi untuk lulus. Hanya, aku mungkin kurang maksimal usaha sehingga aku tidak mendapatkan sponsorship. Aku juga kurang fokus dan gesit, dan karena itu semua, aku harus mengikhlaskan impianku untuk berangkat ke Turki.
Tapi, ajaibnya..saat aku menerima kegagalan ini, aku semakin terselut.Aku semakin semangat untuk bisa ke Turki. Aku yakin, Allah ingin aku berusaha dan berdoa lebih maksimal lagi. Aku yakin, Allah akan memberangkatkan aku ke Turki. Tidak sendiri, tapi mungkin bersama oarng yang aku sayangi dan dia pun menyayangiku karena Allah. Dengan Pengetahuan dan niat ingin melihat peradaban Islam di sana.
Turki...tunggu kami datang. Tunggu kami, yang akan menjadi Peraih Beasiswa S3 Turki dan jika hari itu tiba, aku akan membuka kembali catatan kegagalanku di posting ini.
Semoga hari itu tiba,
Hari dimana aku dan orang yang Allah takdirkan untuk bersamaku, menikmati lembutnya salju yang turun dari langit Turki, sambil memandang indahnya masjid Sultan Ahmed, sambil mengelilingi kampus tercinta Istanbul University, dan menyeruput teh khas Turki di salah satu restorat dekat Selat Bosporus.
Hari ini, aku berjanji pada diriku sendiri..untuk mengikhlaskan kegagalan dan melanjutkan perjalanan. Aku ingin melihat langsung peradaban Islam di Negeri Sultan Ahmet itu... Aku ingin menikmati musim-musim yang ada di Turki..tidak sendiri..tapi bersama seseorang yang sudah Allah tetapkan. Amiin ya Robbal Alamiin.
Jakarta, 2 April 2018
Dengan hati yang tulus ikhlas..
menulis kata demi kata
dalam postingan 'kegagalan'
Lajma Khanie


Comments
Post a Comment