No Ujub, Please!




Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Selamat pagi semuanya!
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan di satu hari yang akan kita lalui ini.

Oya, hari ini suasana hatiku lagi senang. Ditambah lagi aku mencium wangi parfum setrika favoritku. Ya,..wangi yang khas yang tidak aku temukan di parfum yang biasa di toko. Aku membeli Parfum setrikan baju itu di ibu kost ku. Wanginya yang khas dan cocok dengan karakterku. Begitulah..atas izin Allah, bahagia itu sederhana. Bahkan hanya menikmati wangi parfum saja, aku menjadi bahagia.

Oya, di postingan kali ini aku mau membahas tentang sikap ujub. Em...sikap ini rawan banget dan setan sangat pintar menyusupi hati orang buat ujub. Tapi..alhamdulillah, dari beberapa temenku, aku banyak belajar tentang penerapan sikap ujub ini. Hal itu juga akhirnya yang membuat aku peka dengan seseorang yang memiliki sikap ujub atau tidak ujub. 
Sebenarnya seperti apa sih sifat ujub ini? apa indikatornya kalau dalam diri kita ada sifat ujub? Yuk..sebelum membahas pengalamanku bertemu dengan sahabat-sahabat yang tidak ujub, kita bahas dulu pengetian ujub itu sendiri.

Bagi temen-temen yang mau lihat artikel resminya, tulisan ini saya kutip dari website https://dalamislam.com dengan judul artikelnya "Ujub dalam Islam. Selamat membaca :)


Pengertian Ujub


Ujub dalam Islam diartikan sebagai perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri.
Sifat ujub adalah salah satu sifat tercela atau sifat yang harus dihindari oleh umat muslim karena sifat ini bisa membuat seseorang menjadi sombong maupun riya. Sifat ujub juga dijelaskan oleh beberapa ulama diantaranya pendapat dari Ibnul Mubarok dan Imam Al Ghazali berikut ini
  • Ibnul Mubarok  berkata, perasaan ‘ujub adalah ketika seseorang merasa bahwa dirinya mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  • Imam Al Ghozali menyebutkan bahwa perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang akan suatu karunia yang ada pada dirinya dan merasa memilikinya sendiri serta tidak menyadari bahwa karunia tersebut adalah pemberian Allah SWT. Orang yang memiliki sifat ujub tidak akan mengembalikan keutamaan yang dimiliki tersebut kepada Allah SWT”
         Dari uraian dan pendapat ulama diatas maka dapat diketahui bahwa ujub adalah suatu perilaku tercela meskipun hanya ada di batin saja. Misalnya seseorang yang merasa bangga akan kepintarannya dan memandang rendah orang lain. Hal ini tentu tidak dibenarkan dalam islam karena segala yang dimiliki oleh manusia adalah karunia Allah SWT dan kita tidak bangga akan karunia tersebut.

Hukum Ujub

Sebagaiman disebutkan bahwa ujub adalah salah satu perilaku atau sifat tercela dimana haram bagi umat islam untuk memiliki sifat ini. Seorang muslim seharusnya merasa rendah diri terutama di hadapan Allah SWT dan merasa bahwa hanya Allah sajalah yang pantas memiliki rasa bangga tersebut karena Allah adalah maha pemilik dan penguasa langit dan bumi.

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. (Qs Al Imran : 109)

Selain itu, ujub bisa mendatangkan banyak bahaya dan mudharat bagi manusia sehingga Allah dan Rasul melarang adanya sifat ini dalam hati seorang muslim. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits mengenai ujub berikut ini

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan)

 

Bahaya Sifat Ujub

Sifat ujub yang termasuk dalam sifat tercela bisa mendatangkan mudharat dan keburukan bagi yang memilikinya. Tidak hanya di dunia, sifat ujub ini juga bisa mendatangkan dosa karena Allah SWT tidak menyukai sifat ini. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 18 berikut ini

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Qs Luqman :18)
Adapun bahaya sifat ujub yang bisa diketahui antara lain :
  1. Terhapus Pahalanya
Dalam suatu hadits Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang merasa bangga dan menceritakan perbuatan baiknya pada orang lain maka pahala atas perbuatan baiknya tersebut akan dihapuskan. Sebaiknya jika seseorang berbuat baik maka sebaiknya tidak diceritakan dan hanya ia serta Allah saja yang tahu.
“Tiga hal yang membinasakan : Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani).

2. Mendatangkan murka Allah SWT
Allah sangat membenci perilaku ujub oleh sebab itu sifat ujub bisa mendatangkan murka Allah dan membuat seseorang terkena musbibah baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut
Nabi s.a.w bersabda, “Seseorang yang menyesali dosanya, maka ia menanti rahmat Allah. Sedang seseorang yang merasa ‘ujub, maka ia menanti murka Allah.” (HR. Baihaqi)

3. Menjerumuskan pada sikap takabur
Seseorang yang gemar membangga-banggakan dirinya tentu akan merasa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain dan hal ini bisa menjerumuskan orang tersebut dalam perbuatan takabur atau sombong. Celakanya, orang yang memiliki sifat sombong tidak akan masuk surga sebagaimana sabda Rasul SAW berikut.
Nabi s.a.w bersabda, ”Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sebesar biji sawi. (HR. Nasa’i)

4. Tidak disukai orang lain
Fakta yang ada di lapangan seringkali mengingatkan kita bahwa seseorang yang gemar menyanjung diri sendiri atau bersikap ujub biasanya tidak banyak disukai orang dan cenderung dijauhi karena perilakunya yang sering menganggap remeh orang lain. Inilah mengapa orang dengan sifat ujub tidak banyak memiliki teman.

5. Merugi di akhirat
Tidak hanya didunia, pemilik sifat ujub yang suka menyebutkan pemberiannya pada orang lain akan merugi di akhirat dan kelak ia akan mati dalam keadaan suhul khatimah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini
“Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut kembali pemberiannya, seorang yang durhaka, dan pecandu minuman keras.” (HR. Nasa’i)

6, Terpuruk saat hari kiamat
Hari kiamat adalah hari akhir bagi setiap umat manusia dan mereka yang memiliki sifat ujub akan celaka dan mendapat azab dihari akhir tersebut. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut 

“Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari)


Demikian penjelasan mengenai sifat ujub dalam islam dan bahayanya bagi seorang muslim. Semoga kita bisa senantiasa istiqomah di jalan Allah SWT dan terhindar dari sifat riya.
Nah...jika temen-temen sudah baca pengertian Ujub di atas, maka..sekarang saatnya back to my experience:
1. NO UJUB 1
Ini cerita tentang temenku yang keren banget. Sumpah! Aku bener-bener kagum dengan sikap NO ujub temenku ini. Sebut saja namanya ALFA. Nah..si Alfa ini orangnya kadang gokil kadang kalem. Dan aku waktu itu satu kepanitiaan dengan dia. Alhasil, aku lumayan tahu banyak tentang aktivitas beliau karena kami kalau meeting kudu tau si Alfa ini ada atau nggak di Jakarta, karena si Alfa sering kerja di luar kota. Nah..suatu hari, dia bilang kalau dia akan pergi ke suatu tempat..yang mungkin ga ada sinyal di sana. Wah..kita-kita pada penasaran dong..dan apa iya dia mau pergi ke suatu tempat yang bahkan sinyal internet ga ada. Kita-kita di bikin bete dengan statement Alfa yang akan menghilang 10 hari ke depan. Nah..qodarullah, aku meeting dengan temennya Alfa sekaligus sohib baik Alfa. Sebenernya aku nggak kepo banget, cuma mumpung ada temenya dan aku yang diamanahin organiasasi, maka temen Alfa ini bilang.."Diem-diem aja yah..si Alfa lagi Umroh!" bisik temennya Alfa. "Dia nggak mau orang lain tahu" TUUUUNG! Aku berasa dipukul dengan kapas..hehe..soalnya aku udah negatif thinking aja dengan Alfa padahal Alfa ini tidak mau heboh..tidak mau ujub dengan dirinya. Saluuut banget sama Alfa. Dari situ aku merasa beruntung banget karena Allah sudah kasih aku teman yang memberikan pelajaran untuk tidak Ujub dengan dirinya sendiri. Padahal..waktu itu, apa-apa kudu diupload di media sosial..nah..ini orang justru sebaliknya. Saluut! 

2. NO UJUB 2
Sosok kedua yang membuatku menjadikannya sebagai sahabat yang NO UJUB adalah...sebut aja ADAM. Ya..aku mengenal adam satu tahun yang lalu dan alhamdulillah..karena kami punya hobbi yang sama yaitu menulis dan naik gunung, jadi Aku dan Adam masih punya projek nulis bareng. Adam ini kalau dari penampilan luar, ga ada pinter-pinternya. Tapi, aku akui, sifat cool dan jiwa penolong Adam ini membuat dia seperti sosok malaikat penolong bagiku (hehe...lebai). Kalau di drama Korea Boy Before Flower, dia ini cocok jadi si malaykat penolong Giem Jan Di. Oya, Adam ini jarang ngomong, tapi sekali ngomong, apalagi soal menulis, dia nggak akan berhenti. Adam juga yang membawakan bacpack-ku saat aku lelah naik gunung. Terima kasih Adam. Oya, mungkin aku bakal membuat karakter fiksi yang mirip dengan karakter Adam di novelku selanjutnya. Lalu, apa yang membuat Adam ini masuk kategori No. Ujub? Karena ternyata di samping sifat cool, calm, dan kayak anak nongkrong gitu, dia adalah mahasiswa S2 yang sedang menulis tesis. Luar biasa..dibalik sikap slank yang dia cover lewat penampilannya, terdapat sikap akademik yang dia tidak tonjolkan. Bhakan dia sering sekali bertemu profesor dan desain-desainnya banyak memenangkan lomba...Saluut...Terima kasih Adam atas setiap yang sudah kamu bagi!

3. NO UJUB 3
 Selanjutnya aku beljar sikap No Ujub dari Adikku sendiri. M. DANIL TIMIJAYA. Yeah..aku sangat sangat kagum dengan adikku yang satu ini. APalagi saat aku tahu, dia bukanlah orang yang pamer ini itu. Satu hal yang aku kagumi, sikap cintanya kepada Ibu dan Ayah. Dia tidak menunjukkan secara kasat mata, tapi dia-dia, dia setiap hari mengirim sms ke Ibuku minta di doain, juga mengingatkan ayahku untuk reminder sholat. Akh..romantis sekali kamu dik. Aku diceritakan ibuku soal sifat adikku ini. Dan..lagi-lagi..aku kagum dengan Adikku. Dia adalah sosok yang sabar dan cerdas..unik. Aku ingin traveling dengan Adikku. Yah..aku ingin traveling dengannya. Semoga kami bisa traveling Sister-Brother.


Itu aja bahasan postingan kali ini..Ingat..
No Ujub..karena sebenernya apa yang terjadi pada kita bukan murni karena kita..tapi karena Allah yang memampukan kita..

 Demikian, semoga bermanfaat yah gaes..


Wassalamu'alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh :)


Daftar Pustaka
https://dalamislam.com/akhlaq/ujub-dalam-islam

Comments

Popular Posts