Eid Mubarok 1439 H

Ramadhan telah usai. Satu bulan lamanya..kita dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak sedikit dari kita yang pada akhirnya tersadar bahwa Ramadhan benar-benar telah pergi. Dan ketika tersisa satu malam terakhir..mata ini meneteskan air mata. Aku benar-benar tidak bisa tidur dibuatnya. Sambil mendengarkan murotal QS. Al Fath...aku tersedu-sedan...aku menangis..apa iya..aku sudah meraih kemenangan???

Evaluasi Ramadhan
Hal pertama yang aku lakukan saat mendekati garis finish Ramadhan adalah aku merunut kembali apa-apa saja yang sudah terjadi. Apakah goals of Ramadhan ku terlaksana? Ataukah aku hanya semangat di awal doang?? Jawabannya: beberapa terlaksana..beberapa lagi masih PR. Masih harus ku lanjutkan di bulan-buan berikutnya. Bismillah...semoga aku komitmen dengan apa yang aku buat..Amin. Aku ingat betul..tahun lalu..aku punya azam bahwa aku akan melaksanakan sholat tahajud setiap hari jika aku lagi sholat (kalo tidak M). Ramadhan tahun ini...aku berada agar aku bisa menghafal Al-Qur'an dan punya target bacaan per harinya. Aku berjanji pada diriku sendiri..meski berat..aku akan jalani. Aku akan tetap menjadi bagian dari orang-orang yang menghafal Al-Qur'an. Sampai Al-Qur'an benar-benar ridho menempel di hati dan pikiranku.

Intinya..jika 1438 Hijriah aku azamkan untuk jadi Duta Tahajud... Di 1439 Hijriah.aku azamkan untuk jadi Duta Al-Qur'an karena aku cinta Qur'an. amiin.,,😊

Evaluasi Rasa
Perlukah evaluasi rasa?? Tentu saja perlu. Sedikit banyak, rasa akan mempengaruhi tindakan seseorang. Rasa akan membuat seseorang tergerak. Maka... Mengolah rasa selama Ramadhan sangat penting. Rasa ini harus ditempatkan pada tempatnya. Jika kita bete sama orang.maka kita harus menyembunyikan nya karena kita harus tetap menjadi pribadi yang menyenangkan dimana pun kita berada. Di Ramadhan ini.. aku punya pengalaman yang tidak menyenangkan karena ada seseorang sebut saja P yang selalu jutek sama aku. Ditegur dia ga balas tegur. Disenyumin dia buang muka. Duh...rasanya benar-benar serba salah. Masa aku harus membalas jutek..yg nggak kan..akhirnya  aku mengambil keputusan untuk mengolah rasa. Jika ada orang yang tidak simpatik sama kita..mungkin doi sedang ambeien jadi gak bisa senyum ramah..hehe..take itu easy...dan semoga ambeiennya sembuh dan tidak ada penyakit hati.

Evaluasi Diri
Ini yang paling penting... Mengevaluasi diri. Berusahalah jujur pada diri sendiri. Mau dibawa kemana diri ini?  Apakah setelah Ramadhan.kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi? Andalan ibadah apa yang kita mau bawa kehadirannya? Lalu...benarkah 1 bulan Ramadhan..kita sudah maksimal?

Terlepas dari itu semua... Ramadhan telah pergi. Bulan disaat-saat kita harus menempa diri dan memperbanyak amal shaleh telah berakhir. Waktunya sadar diri dan mengucapkan:

Taqqabal Minna wa minum
Taqqabal ya Karim

Comments

Popular Posts