Hidup dan Subuh yang Sebentar (Part 1)
Pernahkan kamu menyadari bahwa subuh adalah waktu yang sangatlah singkat. Meski begitu... Allah memilih waktu subuh sebagai waktu yang istimewa. Bahkan sholat dua rakaat sebelum sholat subuh lebih baik dari dunia dan isinya. Melangkahkan kaki menuju masjid di waktu subuh juga mendatangkan pahala yang berkali lipat. Keberkahan pun Allah datangkan ketika seorang mukmin berdiam diri di masjid sampai waktu syuruk. Yah.... Tanpa kita sadari atau tidak...Allah memberikan banyak pelajaran mengenai waktu subuh ini.
Salah satu analogi yang akan saya bahas adalah waktu subuh dan masa hidup kita di dunia ini. Jika kita mengibaratkan waktu kita di dunia ini adalah waktu subuh..maka banyak hal yang bisa kita garis bawahi, yaitu:
1. Hidup itu singkat. Ya... Hidup itu singkat. Seperti waktu Subuh yan dimulai dari jam sekian ke jam sekian.. maka hidup pun juga punya rentang waktunya. Kita hidup bisa dari umur sekian ke umur sekian. Jadi... singkatnya waktu ini harus kita sadari. Jika ingin menikmati dengan lebih berwarna.. buatlah skala waktu.kapan dan dimana posisimu pada fase tertentu. Kapan kamu melakukan apa yang kamu sangat ingin lakukan. Karena hidup ini singkat, kadang orang begitu gamblang merumuskan fase hidup ini. Contohnya yang sudah lumrah adalah : lahir-sekolah-kerja-menikah-punya anak-tua-punya cucu-meninggal. Itu secara normatif. Ada juga yang mendesain waktu hidupnya dengan lebih detail. Misalnya karena hidup ini singkat.maka dia tidak ingin waktu terbuang percuma. Dia ingin membuat sejarah...minimal bagi dirinya sendiri. Misalnya... Ingin umroh di umur sekian, jadi aktivis dan menyuarakan suara muslim di Palestina, menikmati ciptaan Allah dengan raihlah naik gunung, pergi ke luar negeri untuk melihat kehidupan muslim di luar negeri.. memperbanyak sedaqoh.memperbanyak teman...mencari 1001 pengalaman dalam hidup..dan bertemu dengan orang yang tepat untuk menjalani hidup bersama-sama... melakukan banyak hal yang tadinya sendiri menjadi berdua atau beramai-ramai bersama keluarga. Yang jelas..karena menyadari hidup itu singkat..hal positifnya.kita menjadi semakin yakin untuk melakukan sesuatu yang mungkin ragu untuk melakukannya. Kalau kata Andra Hirata : hidup hanya sekali...hiduplah yang berarti.
2. Golden Time. Subuh bisa dibilang adalah waktu emas. Golden Time kalau kata orang bule mah. Lalu..ketika kita sadar bahwa waktu itu golden Time...apa yang harus kita perbuat? Ya..kita membuatnya menjadi benar2 gold. Rugi jika sudah hidup di dunia tapi tidak memiliki prestasi. Rugi jika sudah Allah kasih kesempatan untuk hidup... Cuma tidak meluangkan waktu untuk menghafal Alquran..mengkaji agama ...rugi jika bermalas-malasan...rugi jika tidak berkarya...rugi jika tidak berprestasi...rugi jika menjadi biasa-biasa saja... minimal kita harus membuat sejarah bagi diri kita sendiri..masa muda..isilah dengan hal2 positif dan menakjubkan agar bisa kita ceritakan ke pasangan hidup kelak..bisa diceritakan ke anak..dan minimal..kita punya pengalaman unik untuk dikenang. Golden Time harus diisi dengan prestasi..jika tidak dia hanya akan berlalu begitu saja.
3. Subuh dan Shalat. Di Indonesia, waktu subuh identik dengan sholat subuh. Dan memang..kita bangun subuh/fair untuk sholat subuh. Shalat menjadi rutinitas utama kita di waktu subuh. Maka..begitulah analoginya dalam hidup. Kita hidup di dunia ini yah memang rutinitasnya untuk beribadah...dan sholat menjadi ibadah utama. So...Subuh sangat menyadarkan kita tentang porsi sholat dalam hidup kita. Tanpa kita sadari..itulah esensi dari ditakdirkannya kita di muka bumi ini.
To be continue...

Comments
Post a Comment