Alhamdulillah, Puasa Saat Hamil 16 Week



Bismillahirrohmanirrohim,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karunia sehingga Allah anugerahkan kami kesehatan.

Terima kasih juga kepada suamiku yang sudah sangat pengertian, selalu menjadi bagian dri hari-hari yang sangat berkesan saat menjadi seorang ibu muda. Alhamdulillah, memang, nikmat Allah sangat banyak.

Pagi ini, aku memang berencana ingin menulis blog. Tulisanku kali ini tentang puasa Ramadhan yang amat berkesan karena aku sedang hamil 16 minggu. Alhamdulillah, meski hamil, Aku bisa puasa dan masih bisa beraktivitas. Aku sekarang sudah memasuki trisemester 2, Ya, masa-masa mual aku lalui. Alhamdulillah, aku juga telah melakukan USG dan aku sangat senang melihat perkembangan bayi kami. Umimah bener-bener senang melihat dedek bayi dalam perut umimah.

Alhamdulillah juga, kami puasa dan rutin sahur. Ya, rasanya ada semacam tenaga dan semangat untuk bangun sahur. Ya, aku memang berbeda dengan puasa tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Karena aku sangat mengharapkan pahala saat Ramadhan ini. Menyiapkan berbuka puasa, menyiapkan makanan sahur, disiplin sholat teraweh meski di rumah, rutin baca quran, dan tentu saja banyak berdo'a.

Oiya, aku juga senang dengan rutinitas suamiku yang sholat di masjid dan rutin sholat taraweh di masjid. Aku menjadi orang yang sangat beruntung saat kami sama-sama tadarus sepulang dia taraweh. Sangat menyenangkan, dan tentu saja, aku sangat bahagia dengan takdir Allah yang indah ini. Banyak hal yang setiap hari membuat aku kagum kepada Abi. Banyak kelebihan dan pelajaran hidup yang aku dapat dari suami. Begitulah, meski kami sangat sebentar dalam proses pengenalan (taaruf) tapi aku bersyukur, karena saat aku menikah, aku banyak mengenal dan belajar darinya, sosok yang jarang sekali aku tangkap saat kuliah di pascasarjana, kini menjadi orang pertama yang aku lihat saat membuka mata.

Oiya, Abi selalu mendukungku. Dia selalu mendukung bahwa aku punya potensi, sesuatu pengakuan yang membuat aku semakin yakin untuk menulis. Dia juga tidak ingin aku terlalu capek, Dia bisa membaca mood dan apa yang aku pikirkan dari hanya melihat raut wajahku. Kebersamaanku bersama Abi benar-benar membuat aku tanpa sadar seperti dalam drama korea. Ya, kadang aku tertawa sendiri menyadari persamaan kami, bagaimana dia khawatir, dan sifat-sifat heroiknya untukku. Kami juga menghabiskan waktu di restoran, sesekali mencoba kuliner baru sekaligus mengometari makanan yang kami pesan. Em, banyak petualangan yang ingin kami lakukan, Tapi, Abi selalu berpesan, untuk tahun-tahun awal pernikahan, kita harus banyak bersabar, banyak memahami, banyak mengerti.

Begitulah Abi dan cerita Ramadhan kami. Kami akan selalu mewarnai satu sama lain, kami selalu yakin bahwa Allah senantiasa menolong kami, kami ingin menjadi hambanya yang bersabar, dan tentu saja. kami berharap, kami menjadi orang-orang yan pandai bersyukur.

Karena aku mencintai Abi karena Allah. Ya, karena Allah Subhanahuwata'ala :)




Comments

Popular Posts