Abi, Umimah, Fathia
Assalamu'alaikum, Blogger!
Alhamdulillah, hari ini memasuki hari ketiga puasa Ramadhan 1441 H, bertepatan dengan 26 April 2020.
Alhamdulillah..summa Alhamdulillah..Ramadhan kali ini kami sudah bertiga. Ada Abi, Umimah (me), dan Fathia. Ya, nama putri kami adalah Fathia.
Ramadhan tahun lalu aku masih mengandung Fathia. Alhamdulillah...bersyukur sekali bahwa hari ini aku bisa melihat dan bersama dengan putriku yang kini berusia 6 bulan. Dia hadir menambah kebahagiaan di keluarga kecil kami.
Namanya Fathia Lubna Asshahib. Jujur, itu adalah nama terindah yang pernah aku dengar. Fathia yang berarti kemenangan. Ya, aku berharap Fathia menjadi anak yang penuh dengan kemenangan, kemenangan dalam memanajemen diri, kemenangan dalam menghafal Alqur'an, kemenangan dalam menghadapi rasa malas, kemenangan dalam segala hal baik. Fathia juga bisa diartikan Faith dalam bahasa Inggris yang artinya 'Yakin', atau Taat. Berharap Fathia menjadi wanita yang taat dan penuh dengan keyakinan.
Lalu, Lubna..artinya yang wangi. Lubna juga berarti pohon yang memberi banyak manfaat..akarnya wangi. Lubna juga salah satu nama ilmuwan muslimah yang sangat mencintai buku dan ilmu pengetahuan. Lubna, nama yang cantik dan berharap Fathia tumbuh menjadi gadis yang cantik. Aamin.
Asshahib. Kata itu terakhir yang kami sematkan di namanya. Itu adalah nama mushaf qur'an yang aku miliki. Asshahib artinya bersahabat. Bersahabat dengan Alqur'an dan aku berharap Fathia dikelilingi oleh orang-orang/sahabat baik. Aamin.
Kini, aku menikmati sekali peran sebagai ibu. Pagi-pagi sudah dibangunin sama anak, liat dia puff aku langsung bersihkan dan mandikan Fathia. Aku siapkan bajunya dan baby care kayak minyak telon, minyak kemiri, dan bedak. Biasanya, kami bergantian memandikan Fathia..kadang Abi membantu saat aku sibuk di dapur.
Suatu hari, Fathia kejedot di lantai ubin. Agak tergores kepala depan telinga kiri. Aku khawatir sangat karena waktu itu aku lagi balas WA jadi nggak ngeh. Fathia menangis kencang. Aku tiup ubun-ubunnya. Abi menenangkan bahwa Fathia tidak apa-apa. Itu biasa untuk anak kecil.
Saat itu aku peluk putriku. Aku obati memarnya. Aku bermain dengannya lebih sering untuk menghibur. Goresan kecil itu alhamdulilah sembuh tanpa bekas. Aku menjadi lebih sayang denyan anakku. Berkat kejadian itu..terima kasih Ya Allah.
Tangerang, 3 Ramadhan 1441 H
By Umimahnya Fathia
'Malaika samawi'nya Abi

Comments
Post a Comment