Love You From Padang!

Bismillah..
Kumulai tulisan ini karena selembar foto yang ada di memory hp ini. Ya, aku mengaktifkan HP lamaku dan aku menemukan selembar foto. Foto di depan masjid Raya Kota Padang. Berlatar belakang Masjid Raya, aku dan kamu mengabadikan moment itu. Sungguh, dari situ aku sadar, betapa aku beruntung menjadi makmum-mu, Abi.
.
.

Ada banyak cara untuk bersyukur. Salah satunya adalah mengingat kembali waktu bersama. Ya, aku sering melalukan itu. Karena dengan begitu, aku akan lebih memaknai hadirnya seseorang dalam hidupku. Entah itu orang tua, teman, saudara, juga teman hidup.

Hari ini, untuk kesekian kalinya aku melihat foto kami di depan masjid Raya Sumatera Barat. Tepatnya di kota Padang. Em..sejujurnya, Padang menjadi salah satu kota di Indonesia yang ingin aku kunjungi. Ya, betul. Ini karena guru Geografiku waktu SMA, yaitu Pak Yetno selalu bahas Padang di akhir mata pelajarannya. Dia selalu bercerita keindahan Sumatera Barat yang menjadi tanah kelahirannya. Dari situlah, aku ingin sekali ke Padang, bahkan aku berharap dulu berkuliah di kampus Andalas. 

Singkat cerita, aku pun menjalani hari demi hari sebagai Mahasiswa..Lalu Lulus..dan Kerja. Aku kemudian merantau ke Jakarta. Banyak cerita yang aku alami di Ibu Kota ini. Banyak teman yang aku temui. Dan harapan untuk ke Padang tidak pernah aku ungkit lagi. Ya, karena prioritasku adalah kerja dan kerja. Aku kerja untuk membiayaiku, dan mengirimkan uang untuk biaya kuliah adikku dan keperluan ibuku. Ya, itulah baktiku kepada Orang Tuaku. Walau sedikit, namun aku berjanji.

Aku kerja, kemudian aku melanjutkan kuliah S2. Ya, kerja sambil kuliah adalah hal biasa. Namun, ini tidak mudah karena di tempatku bekerja, aku harus memilih, antara kuliah atau tetap kerja. Alhasil, aku memilih lanjut kuliah S2.. sebuah keputusan besar yang amat sangat aku syukuri di kemudian hari.
Kutemui kepada SDM di tempatku bekerja yang waktu itu bernama Pak Junaedi. Yap, sampai detik ini aku tidak akan melupakan moment tersebut juga raut muka Pak Jun waktu itu. Dari 2014 aku mengabdi dan 2017 aku harus keluar tanpa pesangon. Allahuakbar!!

Aku selesaikan urusan kerja dan ketika Pak Jun ingin bersalaman, aku menangkupkan tanganku dan berkata "Maaf Pak Bukan Muhrim, Permisi.". SkakMat! Aku merasa benar-benar menang waktu itu.

Aku lanjut kuliah S2 meski dengan biaya yang terseok. Memulai lagi melamar mengandalkan email karena aku tidak punya biaya ke sana ke mari. Alhamdulilah, Allah memberikanku rejeki dengan mengajar di sekolah Islami. Tak lama dari situ, Allah juga mengirimkan seorang lelaki yang ingin melamarku. MasyaaAllah..dia adalah Mahasiswa S2 di kampus tempat aku kuliah. Dia menemui kedua orang tuaku lalu kami khitbah..selang 3 bulan kami pun walimatul ursy mengikat janji suci akad.
.
Daaaan....aku sangat senang waktu Abi bilang kalau kita akan traveling ke Padang. Kami pun berangkat dari Jambi menuju Padang. Qodarullah..kami bablas ke Pekan Baru. Tapi..karena memang tujuan kami Padang..kami putar balik. Menginap 1 malam di Pekan Baru lalu kami menuju Padang.

Di Padang...kami berkeliling ke Pantai..ke Masjid..dan lain-lain. Abi dulu pernah kuliah di Padang..jadi dia hafal betul jalan-jalan di Padang.

Kami makan siang di Pantai..debur ombak...dan angin pantai waktu itu benar-benar tak kulupa.
.
Terima kasih Abi..sudah mengajakku traveling ke sini..ke tempat yang dulu sangat ingin aku kunjungi.

Tangerang, 2 Ramadhan 1441 H
#lajmakhanie

Comments

Popular Posts