Seekor Ulat Pun Bersabar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Terima kasih Sobat Blogger karena sudah berkenan mampir di blog ini.

Hari ini, Minggu, 8 November 2020. Rasanya, ini bukan seperti hari Minggu. Waktu terasa berjalan singkat,tiba-tiba malam, tiba-tiba sudah pukul 23.00 lalu satu jam lagi, berganti hari Senin.

foto: karya milik pribadi.

Postingan kali ini mengambil tema "Seekor Ulat pun bersabar". Topik yang sangat ingin aku bahas untuk menasehati diri sendiri.

Anyway, kita semua tahu, bahwa kupu-kupu bermetamorfosis, dari telur, ulat, kepompong, kupu-kupu. Perjalanan yang tidak instan. Proses metamarfosis yang tidak mudah. Bisa jadi, saat menjadi ulat dia tidak selamat, dimakan burung, lalu terhenti di sana. Bisa juga, saat selesai menjadi kepompong, ada serangga iseng membawa kepompong itu ke suatu tempat, dan kepompong itupun tiada. Namun, jika dia beruntung, dia akan menjadi kupu-kupu dengan dua sayap yang indah. Dia akan terbang menjadi kupu-kupu dengan sayapnya, mencari nektar-nektar. 


Dari kupu-kupu, saya belajar banyak. Dia akan selalu indah. Bahkan, saat yang berkunjung ke Makasar, membeli oleh-oleh gantungan kunci kupu-kupu, saya akui, kupu-kupu itu tetap indah meski sudah tak mengepakkan sayapnya di udara.

Dari kupu-kupu juga, saya belajar bahwa yang terpenting adalah mencari hal-hal baik. Fokuslah pada 'nektar-nektar' saja. Jangan hiraukan yang lain. Jangan menjadikan hal lain memenuhi pikiran kita. Juga, bawalah apa yang bisa dibawa dengan kedua sayapmu. Bawalah semampunya. Jika tidak, kedua sayap itu akan patah karena terlalu berat memikul beban.


Begitulah, hikmah yang saya pelajari. Dari kesabaran Seekor Ulat. Bahkan, saat dia menjadi kupu-kupu pun, dia tetap dengan kesabaran dan kesadaran diri, bahwa dia kupu-kupu yang harus tetap terbang dengan kedua sayapnya.



Comments

Popular Posts