Menolak karena ...
Namun, ajaibnya, aku tidak langsung mengiyakan tawaran temenku itu. Zoom akan diadakan 1 april, pilih pagi atau sore, tapi...aku masih belum mengiyakan.
Aku membalas dengan kalimat, nanti akan kuinfo. Dan hari pun berganti. Aku kasih tau suami tentang undangan itu, suami mendukung, tapi aku masih belum yakin.
Menjadi orang tua yang disayangi anak. Well, aku memang lagi menikmati fase ini. Fase dipeluk dan dikiss sama anakku setiap kali sebelum dia tidur. Dia bilang "Mimah, Fathia saaaaayaaaang Mimah." Dengan senyumnya dan tatapannya, dia menyatakan cinta. Setiap hari, sebelum tidur, bilang "Ma, peluuuk". Begitu indah rasanya. Dan mungkin aku layak menjadi narasumber untuk bisa membagi yips ke peserta yang lain. Ditambah amalan lainnya seputar parenting.
Tapiii..lagi-lagi aku ragu. Seolah bertanya, apa iya aku sudah bagus dan sabar dalam mengasuh anakku? Terbayang aku yang down dan kesal saat toilet traning belum berhasil. Terbayang aku marah karena kesalahan kecil yang Fathia buat. Karena ketidaktahuannya, terbayang juga sedikitnya waktu yang aku beri dulu saat aku jadi ibu pekerja.
Aku terenyuh seketika. Tidak. Aku masih belum pantas jadi narasumber. Meski ini seminar ga besar. Tapi aku tidak ingin menipu diriku sendiri. Ya, masih banyak orang sasat di luar sana yang bisa memberikan materi ini. So, sepertinya aku belum bisa speak up. Aku harus belajar banyak dulu dari Parenting. Teko ilmu ini masih belum banyak diisi.
Aku teringat Dr. Aisyah Dahlan dan orang-orang yang berkecimpung di dunia parenting, aku harus banyak dengerin mereka, praktekin, jangan cuma modal mendengarkan, aku ceramah depan peserta zoom tanpa aku praktek. No, Big No.
Akhirnya, tanggal 23 Maret 2023, 10 hari setelah undangan itu, aku mengabari sobatky dan bilang, afwan, aku belum bisa jadi narasumber. Sahabatku bilang nggak pa-pa.
Well, rasanya bebanku terangkat sedikit. Jadi gini rasanya, ketika kita jujur pada kemampuan diri sendiri dan menanyakan kw hati nurani kita, kita jadi lebih tenang. Semoga, ada saat yang tepat dan bidang yang tepat, aku akan speak up. Namun, ketika menurutku kayaknya belum deh, aku tidak akan melakukannya.
Fathia, umimah sering banget denger kalimat " Ibu adalah sekolah pertama anaknya", namun sebenarnya anaklah sekolah ibunya. Sekolah melatih kesabaran dan kepekaaan sebagai wanita."
Tangerang, 2 Ramadhan 1444 Hijriah

Comments
Post a Comment