Senin Pagi (Puisi 03)
Mata kami terbuka,
Oh, ini Senin pagi
Pagi buta mata
Basahi muka
Gerai sejadah
Do'aku tetap sama
Pintaku juga.
Klik. Kompor menyala
Aku bermain dengan asap dapur
Yang wanginya minta ampun.
Teng. Selesai.
Kumasak untuk pagi buta
Dan siang terang
Amboi, senang sangat.
Senin.
Hadir sebagai pembuka hari
Entah berapa Senin yang kulalui bersamamu
Kekasihku
Terimalah Senin ini kembali
Aku selalu selipkan do'a
Semoga selalu berkah
Untukmu, untukku, untuk kita
Juga anak-anak kita.
Aaamin.
Senin..
Realita kehidupan berbisik.

Comments
Post a Comment