Alhamdulillah Piknik (Part 2)

Hari itu 1 hari lewat dari tanggal anniversary pernikahan kami. Yup, ultah nikah tanggal 22 Des 2018. Sebuah moment yang takkan pernah aku lupakan seumur hidupku. Di usia 27 tahun, jodoh itu datang dan pria yang Allah takdirkan meminangku adalah Musonip Efendi. Nama yang tak pernah aku bayangkan akan menjadi imamku dan ayah dari anak-anakku.

Setiap tahunnya, meski sederhana kami merayakan ultah pernikahan. Aku ingin merayakannya meski aku tidak pernah melihat itu di pernikahan kedua orang tuaku, namun di rumah tanggaku, aku  inginn  merayakannya. Ya, banyak sekali  hal yang tidak ada di masa kecilku namun ingin kuwujudkan di rumah tanggaku. Contoh, aku tak pernah meniup kue ulang tahun, namun aku akan beri itu ke anakku. Aku tahu, mungkin ekonomi keluargaku dulu tidaklah bagus. Sehingga membeli kue ultah mungkin suatu barang mahal. Tapi tidak untukku. Aku berusaha mengubah nasib dan mental keturunaku. Aku ingin putriku punya kue di setiap ulang tahunnya. Kami akan mengusahakan kenangan indah. Aku bersyukur, suamiku setuju akan hal itu.


Well, kembali ke piknik. Kami merayakan aniversery pernikahan ke 4 di sebuah cafe. Ya, aku suka kafenya dan suasananya. Fathia oun suka. Sempet bingung nyari tempat nongkrong, akhinya ketemu. Nama Cafenya Sebelah Gudang Kafe. Jaraknya hanya 5 menit dari rumah kalau naik motor.

fathia, umimah, abi

tipe cafe kekinian

berasa ngedate :)

uhuk uhuk

0fathia ^-^



Waktu itu kami pesan nasi goreng, roti bakar, storberry float, sama berry smoties klo nggak salah.


Karena emang pengen nongkrong nggak makan besar, jadi kami pesen segitu. Fathia paling menikmati nasi goreng karena itu makanan favoritnya. Suasana musiknya lumayan enak di dengar. Temaram lampu taman romantis. Cocok buat rayain aniverseary versi kita.


Terakhir, semoga di tahun kelima , kami bisa merayakan dengan berempat.

Terima kasih Abi. Mungkin, kalau  bukan kamu yang jadi jodohku, aku masih menjomblo dan tidak merasakan moment bareng begini. Terima kasih Abi. Aku menyayangimu karena Allah.



Sakinah, mawaddah, warohma, bersamamu.


Aaaamin.


Terkadang, bahagia versi tiap pasangan beda. Taoi bagiku, meluangkan waktu, dana, dan kesempan dengan keluarga seperti ini adalah sebuah kebahagian dan kekayaan perasaan. 

Comments

Popular Posts