1 Januari 2024, without ...

Malam pergantian tahun baru ini menjadi malam yang sulit untuk diungkapkan. Ya, bagiku sangat sulit. Di satu sisi aku bdhagia bisa bersama dengan kedua anakku. Kami bersenda gurau meski kamar yang kami tempati bukanlah hotel untuk menginap liburan. Tapi di sisi lain, aku kehilangan sosok suami. Ya, sosok itu sudah sibuk dengan 'dunianya sendiri', dunia pertemanan atau apalah namanya aku tak paham. Dunia organisasilah, RT lah, NU lah, yang di sana tidak ada aku, istrinya.

Yah, mungkin inilah kisah rumah tangga memasuki tahun ke 6. Aku ingin sekali curhat kepada saudariku. Tapi yasudahlah, mungkin aku curhat di blog ini saja.


Aku mulai 'Baper' dengan apa yang aku rasa. Aku juga kangen liburan. Aku kangen kerja. Aku kangen aktivitas bareng keluarga. Tapi, aku belum punya 'power', karena I don't have much money. Jadi, aku hanya bisa nrimo keadaan aku saat ini. Nanti kalau aku proes pengen liburan, suamiku akan bilang " Makanya kerja", nanti kalau aku kerja dan pengen dianter dia, dianya bilang " Makanya belajar motor", nanti kalau ah...yah sudahlah...aku akan kesal terus jika melanjutkan 'makanya' versi ego suamiku.

Pada saat ini, aku hanya bisa berusaha menyabarkan diriku, serta memohon pada Allah untuk kesehatan anakku, aku, juga karirku. Aku meminta agar karirku bisa kuperjuangkan kembali. Aaamin.


Saat ini, aku merasa semakin jauh. Aku merasa ada perbedaan cara berpikir antara aku dan dia. Aku juga sadar, semakin ke sini, aku tidak ingin jalan lagi. Karena kalau jalan, ada aja keselnya. Terakhir aku jalan bareng dia waktu ke Kid City. Sumpah, capek banget aku nahan emosi sepanjang jalan
 Serba salah. 

Comments

Popular Posts