Tahajud Pertama di 2024
Malam ini , 1 Januari 2024 pukul 02.07, aku sudah melaksanakan Keinginanku. Keinginan yang sederhana di 2024, yakni Sholat Tahajud dan baca Qur'an. Sesuatu yang sebenarnya adalah kebiasaanku jika aku tidak lelah dan bangun di sepertiga malam.
Tahajud, rasanya sholat ini menjadi pembeda dan penguatku. Ya. Dengan tahajud aku lebih percaya diri menjalani hidupku apapun situasinya. Mau sedih mau senang, kalau udah Tahajud, plong rasanya.
Tahajud ini kulakukan penuh dengan kesadaran. Aku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa. Maka aku butuh Tahajud sebagai media intimed kepada Allah saat aku memohon, meminta, mengadu apa yang aku rasa, aku ingin, dan aku bisa menceritakan gunda gulanaku.
Aku terlalu tidak percaya dengan manusia sehingga aku hanya menumpahkan sedihku ke pelukan Sajadah Tahajud. Aku galau aku tahajud. Aku melakukannya sedari SMA, saat di asrama kelas 3. Aku mulai rajin tahajud. Aku memohon kepada Allah tentang hajadku. Maka Tahajud dan fase-fase dalam hidupku tidak bisa aku pisahkan. Aku akan merunutnya sekarang:
1. Ketika SMA: Saat pertama kali mengenal tahajud, aku mulai mempraktekkannya. Aku waktu itu lagi belajar mandiri untuk ujian masuk perguruan tinggi. Aku mohon banget agar aku bisa masuk Kampus Negeri.
2. Ketika di Rumah Bu Izzah: Hal yang nggak pernah aku lupakan adalah saat aku tinggal di rumah dosenku Bu Iźzah. Dari semester 2 sampai semester 5. Kurang lebih 2 tahun aku di sana. Bangun jam 2 tahajud. Nangis sama Allah. Jam 4 pagi udah ngepel. Jam 6 pagi jalan ke depan komplek buat nunggu bus kampus. Itu sangat melelahlan dan aku nggak tau hikmah apa yang aku dapat. Seriusan. Hanya lelah aja gitu.
3. Ketika di Pondok: Aku seneng banget ngajar di pondok RU. Pesantren cuuy. Meski hanya 2 semester aku di sana, tapi aku bahagia. Aku Tahajud bareng santri di asma 7. Aku kangen mereka. Aku kangen pondok. Di fase ini aku mengidap hipertiroid. Alhamdulillah sembub dengan rutin ke RS dan minum obat. Pondok memang tidak bisa aku lupakan, sayangnya aku harus pindah ke Jakarta karena aku menuruti nasihat ibuku kerja di Jakarta setelah taman Kuliah.
4. Ketika di Bali: Tahun pertama di Jakarta aku merasa gagal. Aku tidak mendapatkan apa yang menjadi misiku ke sini. Tapi, waktu membawaku ke Bali. Di sini, aku menghidupkan kembali Tahajud, bareng Mbak Mila temenku dari Lombok. Duuh, jadi kangen Mbak Mila.
5. Ketika Back to Jakarta : Aku kembali ke Jakarta dengan lebih percaya diri karena aky rutin tahajud. Aku mulai cari kerja lagi dan di terima. Alhamdulillah, pekerjaannya bagus dan akademik.
6. Ketika Kenal RISKA : Remaja Islam.Sunda Kelapa (RISKA), aku bukan hanya jadi tahajud untuk diriku sendiri tapi bangunin tahajud temen2 di MASK yang ikut Muslim Youth Night. Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan.
7. Ketika akan Menikah: Aku semakin gencar tahajud karena aku ingin nikah. Ya, mohon petunjuk pada Allah mengenai jodoh terbaik calon imam.
8. Ketika Kerja di Al Bayan: Aku bukan hanya rajin tahajud tapi aku semangat terus baca Qur'an. Aku senang dengan Al Bayan. Mengingatkanku saat aku di pondok dulu.
9. Ketika di Malaysia dan Singapore: Aku tahajud di dua negara itu karena aku bisa ke sana. Gratis lagi. MasyaAllah.
10. Ketika Hamil: aku mengajak serta bayiku dalam kandungan untuk bangun sepertiga malam lalu tahajud. Ini momentum banget buat aku dan bayiku.
11. Ketika Pengen Punya Rumah: Aku yang masih ngontrak bareng suami pengem banget punya rumah. Ya Allah, akhirnya aku tahajud terus. Lalu, saat punya rumah, aku meneteskan air mata dan aku tahajud di rumah baruku.
12. POKOKNYA AKU BERSYUKUR HINGGA DETIK INI, TAHUN INI 2024..AKU BISA TAHAJUD. AKU KUAT MELAKSANAKANNYA. AKU MEMINTA DOA SEMOGA AKU BISA LEBIH BAIK DAN MINTA DO'A SPESIAL DI SETIAP TAHAJUDKU. SEMOGA QOBUL. AAAAMIN.
Semangat. Ayooo Tahajuud...Ayoo jadi Duta Tahajud. Minimal untuk keluargamu. Minimal untuk dirimu.sendiri. :)

Comments
Post a Comment