UTAK ATIK BLOG (2006-2016)
Sore ini aku sempetin buat otak-atik blog. Rasanya terlalu mainstream kalau aku masih memakai template blog yang sama. Jadi, aku pilih salah satu foto buat jadi background di blog pribadiku. Em, nggak terasa, udah 10 tahun aku jadi blogger. Ya, ternyata perkenalanku dengan blog dan rasa penasaranku menjadi blogger rupanya tidak surut sama sekali. Meski aku sudah beberapa kali gonta-ganti blog dan beberaa kali juga harus meninggalkan 'rumah maya' ini karena lupa password, akhirnya aku putuskan untuk punya satu blog yang bener-bener menjadi rumah buatku menulis semua yang ingin aku tulis. Tentang rasa, tentang tempat, tentang seseorang, juga tentang dunia dari kacamataku sendiri. Sepuluh tahun! Harusnya aku sudah mapan untuk menjadi seorang bloger. Untuk ukuran bloger, aku sejatinya sudah menjadikan blog ku sebagai sarana bisnis, sama seperti para blogger berpengalaman. Tapi...selama sepuluh tahun aku mengenal dunia blog, yang aku tulis melulu soal rasa, sampai akhirnya aku mulai tertarik menulis soal perjalanan. Dan sekarang aku punya tagline tersendiri soal traveling yaitu SIMPLE TRAVELER yang aku harap nantinya bisa aku bukukan, minimal buat nambah koleksi buku yang aku tulis.
Well, kembali ke tahun 2006. Saat aku masih memakai kerudung putih, kemeja putih, dan rok panjang abu-abu lipet. Waktu itu, aku sangat sangat sangat penasaran dengan istilah blog. Aku pikir, itu sangat canggih daripada friendster. Daaan....usut punya usut aku tanya sama salah seorang teman di jaman SMA yang menurutku sangat jago komputer. Dia sempat tertawa saat aku tulis dwiichiko.com (nama alai aku saat SMA)..Dan komentar tertawa tersebut membuat aku bertanya. Kenapa ketawa, Den? (Si temen ini bernama Deni Mal), dia langsung menanggapi dengan penjelasan singkat, Kalau mau buat dotkom, ya..kudu bayar. Mending yang gratisan. Tantang Deni waktu itu. Aku pun mengikuti sarannya. Sebelum buat blog, deni menyarankan aku punya satu modal yang wajib aku punya. Apa itu, Den? Tanyaku yang kurang update. Email! Harus punya email! Bimsalabim! Aku pun punya email pertamaku dan dengan awamnya aku mulai bikin blog. Aku lupa blog aku waktu itu apa, tapiii...aku akhirnya punya blog saat kelas 2 SMA. Sangat keren untuk ukuran pelajar waktu itu di daerah yang 40 kilometer dari kota Palembang.
Mungkin, karena kurang produktif, aku fakum di dunia perblog-an. Lama nggak nge-blog dan ketika masuk jaman kuliah dan facebook menjadi sangat populer, aku pun mudah mengakses internet gratis di kampus dan aku mulai ngeblog lagi. Ya...meski tulisan per bulannya hanya berkisar 1-10 postingan, bagiku itu suatu kemajuan. Dengan blog, tulisanku menjadi awet. Bahkan sampai sekarang, aku bisa melihat tulisanku beberapa tahun yang lalu. Emosi dan kenangan yang ada tersimpan di setiap tulisan yang aku buat. Saat aku jatuh cinta, aku menulisnya. Saat aku marah, aku juga menulisnya..Saat aku sedih, aku juga menulisnya.
Dengan blog, aku jadi bisa mengukur, siapa aku saat menulis. Sekarang, tulisan yang aku posting tidak melulu yang serius. Aku menulis yang untukku. Tidak ada komersialisasi. Aku menulis untuk mengenang setiap memori yang aku punya. Aku menulis karena aku suka menulis. Aku menulis untuk ibuku. Aku menulis untuk menuangkan apa yang ada di kepalaku. Aku menulis untuk tahu siapa aku. Karena, saat aku membaca tulisanku, aku memposisikan diri sebagai orang lain yang menilai aku. Dan aku bersyukur, Allah memberiku kemampuan untuk menulis.
Saat dunia digital dan teknologi internet semakin berkembang, aku tetap menulis dengan gayaku. Aku menjadikan blog sebagai rumahku. Rumah yang sederhana. Yang mungkin tak banyak dibaca orang, tak banyak diikuti oleh pembaca. Tapi kembali lagi, karena aku suka nulis, Ya aku menulis. Tak peduli siapapun yang menbacanya, ada atau tidak, aku akan tetap menulis. Sama seperti saat aku menyelesaikan novel pertamaku, Tulpen. AKu menulisnya karena aku ingin mengabadikan kenangan saat aku masih kuliah S1. Saat aku mendambakan sosok imajinatif yang berubah. Aku menulis, aku menulis dan mengabadikannya dalam sebuah novel Islami. Entah orang akan membacanya, mengejeknya, memuji, atau malah biasa saja, aku tetap tidak menghitungnya. Karena seperti yang sudah aku rasakan saat menulis blog, aku tidak peduli siapa yang membaca. Yang penting, aku menulis..karena aku suka menulis.
Saat ini, aku ingin lebih rajin menulis, Aku ingin membuat blog-ku memiliki karakter seorang Dwi Permatasari. Kadang, di blog ini juga, aku menyimpan ide-ide untuk menulis buku. Kadang-kadang, 'seseorang' membaca postingan blog-ku untuk tahu bagaimana aku dan apa yang aku rasa. Hehe^^..
Inilah Blog-ku..AKU TETAP DI SINI, TETAP MENULIS :)

Comments
Post a Comment