Saatnya Untuk Membuka MATA

Ini adalah hari kesekian aku menunggu. Itu artinya, ini adalah tanda aku harus berhenti menunggu. Sejatinya, aku tidak perlu menulis ini itu. Seharusnya aku tidak perlu membahas tentang rasa. Aku hanya ingin bahagia dengan cara yang sederhana. Dan harusnya aku tahu, kapan untuk memulai dan kapan aku harus berhenti. 
Inspirasi itu telah pergi. Mungkin tersapu angin. Inspirasi itu telah sulit untuk dilihat. Dia telah bergabung bersama udara. Dia telah larut dengan dunianya sendiri. Mungkin dia tak kan menoleh lagi. Selayaknya senja yang mulai termakan malam, di sinilah batas aku harus pulang. Pulang ke sisi orang yang akan menantiku. 
Saatnya untuk membuka mata. Dan saatnya untuk tidak peduli. Karena dunia dan rasa, telah berubah bentuk.
Catatan yang sederhana untuk penantian yang panjang :(


Kolong Langit Bumi Sriwijaya,
Kamis, 7 Juli 2016

Comments

Popular Posts