Serpihan Takdir Yang Indah
" Tak ada yang salah dengan hari kemarin. Karena itu adalah serpihan takdir yang telah usai" Dwi Permatasari
Apa kabar orang-orang yang dulu pernah aku temui?! Sebagian membuatku ingin bertemu lagi. Sebagian lagi sangat tidak ingin kutemui.
Aku mencoba terus belajar tentang hidup. Dan satu hal yang perlu digarisbawahi, bahwa hidup itu terus berlanjut. Pagi ini, aku teringat beberapa orang. Aku teringat dengan masa lalu yang telah lewat. Aku menemukan kesimpulan bahwa persinggungan kita dengan seseorang dalam hidup ini, hanyalah SATU KALI. Aku tidak bisa menjadikannya untuk pertemuan yang SELAMANYA. Jika hidup ini layaknya sebuah buku, maka beberapa orang hanya akan tinggal di bab tertentu. Aku mencoba memahami itu. Dan jika pertemuan itu kembali terulang di Bab selanjutnya..maka sudah campur tangan Tuhan yang menjadikan pertemuan itu menjadi pertemuan yang kedua.
Jadi, harusnya kita tak pernah dan tak perlu menangisi sebuah perpisahan. Apapun bentuk perpisahan itu. Perpisahan dengan keluarga karena untuk belajar, perpisahan dengan kampung halaman karena merantau, Perpisahan dengan sahabat karena pindah kost-kost an, atau perpisahan dengan dunia ini karena meninggal. Apapun bentuk perpisahan itu, itu adalah sebentuk takdir. Dan aku pribadi, mengartikan ini semua sebagai perjalanan. Dalam Alqur'an sudah dijelaskan bahwa hidup ini hanyalah persinggahan. Hidup di dunia ini teramat singkat. Dan aku berharap, singkatnya hidup ini membuatku sadar bahwa aku harus berbuat banyak kebaikan dan mengabdi kepada Allah, orang tua, sebagai bekal di akhirat kelak.
Sekarang, aku tidak tahu takdir apa yang menantiku di depan. Tapi, aku sudah menjalani serpihan takdirku. Dan Semoga, aku semakin dekat dengan takdir cinta dan cita-citaku. Amiin
Jakarta, 19 Juli 2016
Ditulis di dalam angkot kwk 03
dalam perjalanan menuju Kampus Meruya
Pukul 08.18 finished.

Comments
Post a Comment