Unknowing Time
Satu hari ini rasanya berjalan lambat. Entah karena mungkin aku tidak melalukan apa-apa. entah karena aku memang tidak melakukan banyak pekerjaan. Aku bosan dan aku membuat kebosanan itu menggerogoti waktuku sampai sore menjelang.
Hari ini, sebelum-sebelumnya aku pernah mengalami apa yang aku rasakan hari ini. Dan hari ini aku ingin jujur bahwa sebenarnya aku tidak suka hari yang seperti ini. Kata orang, bekerja dengan waktu 'suka-suka' adalah pekerjaan yang menyenangkan. Tapi bagiku itu adalah sebuah kemunduran. Entah sampai kapan aku bisa menyukai hari-hari seperti ini. entah sampai kapan aku akan bekerja hanya sebatas rasa syukur, bukan untuk sebuah passion yang menggerakkan pikiranku untuk maju.
Aku merasa belum merdeka. Karena aku bekerja bukan untuk passion yang aku senangi. Aku bekerja untuk bertahan hidup. Aku bekerja untuk mendapatkan sebuah status bahwa aku pekerja. Selebihnya, sku seolah digeret oleh waktu, yang membawa-ku pada aktivitas bangun tidur, mandi, sarapan, beribadah, makan siang, bekerja, dan teng..aku pulang. Menemui sebuah kamar dan boneka beruang berwarna orange. Aku menjalani kehidupan yang teramat sangat harus disyukuri. Aku mencoba menghindari macet dengan memutuskan pindah kost an. Ya, aku memang punya waktu yang efisien dan tak mengenal aktivitas berdiri di busway. Aku juga tak perlu lagi memikirkan besok harus bangun lebih pagi dari biasanya. Intinya sekarang aku menemukan zona yang lebih dari aman. Mau berangkat ke kantor, lima menit sampai! Tapi...MasyaAllah..aku justru kehilangan moment-moment baca buku di dalam busway. Aku kehilangan moment sebagai 'perantau sejati', yang membuatku berbaur dengan orang-orang sibuk Jakarta.
Entahlah..yang ingin aku tulis sekarang adalah sebuah kesadaran bahwa aku tidak begitu menyukai ketidak teraturan. Aku benci menjadi malas hanya karena aku terlalu mudah melakukan sesuatu. Aku kehilangan separuh spiritku. Aku kehilangan semangat berangkat ke kantor pagi-pagi, Aku kehilangan spirit sebagai seorang traveling. Aku pikir, aku akan bahagian..tapi nyatanya luangnya waktu yang aku dapat tidak bisa aku manfaatkan dengan baik.
Intinya, aku sekarang punya PR bangaimana harus lepas dari zona nyaman. Aku ingin berkarya dengan waktu yang aku punya. Aku ingin membaca banyak buku untuk mengisi otakku yang lama kosong. Aku ingin menaklukan bahasa Inggris. Intinya aku ingin memanfaatkan waktuku yang luang untuk menjadi orang yang harusnya lebih baik lagi donk!
Semangat Dwiiii...
Janganlah mendzholimi diri sendiri dengan membuang-buang waktu
Nauzubillahiminzalik
Hari ini, sebelum-sebelumnya aku pernah mengalami apa yang aku rasakan hari ini. Dan hari ini aku ingin jujur bahwa sebenarnya aku tidak suka hari yang seperti ini. Kata orang, bekerja dengan waktu 'suka-suka' adalah pekerjaan yang menyenangkan. Tapi bagiku itu adalah sebuah kemunduran. Entah sampai kapan aku bisa menyukai hari-hari seperti ini. entah sampai kapan aku akan bekerja hanya sebatas rasa syukur, bukan untuk sebuah passion yang menggerakkan pikiranku untuk maju.
Aku merasa belum merdeka. Karena aku bekerja bukan untuk passion yang aku senangi. Aku bekerja untuk bertahan hidup. Aku bekerja untuk mendapatkan sebuah status bahwa aku pekerja. Selebihnya, sku seolah digeret oleh waktu, yang membawa-ku pada aktivitas bangun tidur, mandi, sarapan, beribadah, makan siang, bekerja, dan teng..aku pulang. Menemui sebuah kamar dan boneka beruang berwarna orange. Aku menjalani kehidupan yang teramat sangat harus disyukuri. Aku mencoba menghindari macet dengan memutuskan pindah kost an. Ya, aku memang punya waktu yang efisien dan tak mengenal aktivitas berdiri di busway. Aku juga tak perlu lagi memikirkan besok harus bangun lebih pagi dari biasanya. Intinya sekarang aku menemukan zona yang lebih dari aman. Mau berangkat ke kantor, lima menit sampai! Tapi...MasyaAllah..aku justru kehilangan moment-moment baca buku di dalam busway. Aku kehilangan moment sebagai 'perantau sejati', yang membuatku berbaur dengan orang-orang sibuk Jakarta.
Entahlah..yang ingin aku tulis sekarang adalah sebuah kesadaran bahwa aku tidak begitu menyukai ketidak teraturan. Aku benci menjadi malas hanya karena aku terlalu mudah melakukan sesuatu. Aku kehilangan separuh spiritku. Aku kehilangan semangat berangkat ke kantor pagi-pagi, Aku kehilangan spirit sebagai seorang traveling. Aku pikir, aku akan bahagian..tapi nyatanya luangnya waktu yang aku dapat tidak bisa aku manfaatkan dengan baik.
Intinya, aku sekarang punya PR bangaimana harus lepas dari zona nyaman. Aku ingin berkarya dengan waktu yang aku punya. Aku ingin membaca banyak buku untuk mengisi otakku yang lama kosong. Aku ingin menaklukan bahasa Inggris. Intinya aku ingin memanfaatkan waktuku yang luang untuk menjadi orang yang harusnya lebih baik lagi donk!
Semangat Dwiiii...
Janganlah mendzholimi diri sendiri dengan membuang-buang waktu
Nauzubillahiminzalik

Don't leave your comfort zone, just make it bigger Stefan Gentz
ReplyDeleteHidup ini untuk disyukuri dengan menikmati apa yang kita miliki sembari terus mengembangkan nikmat tersebut. Tetap semangat uty