Untuk Yang Sedang Sakit
Dua minggu ini. aku sedang mengalami kondisi yang tidak baik. Aku berharap, ini adalah ujian yang bisa aku lewati. Aku percaya, Allah Subhanahuwata'ala sedang mengujiku dengan segala keterbatasan yang ada. Aku yakin, aku pasti bisa lulus dari ujian ini.
Sakit di Perantauan
Sakit? Ya, aku sedang sakit sekarang Aku dalam kondisi tidak baik. Dan, sekarang, aku masih dalam pemulihan. Tidak enak rasanya sakit sendirian. Tapi aku yakin, ini adalah salah satu cara menggugurkan dosa-dosa. Bukankah sakit itu adalah penghapus dosa? Aku sedih, tapi aku akan menikmati ini semua.
Aku tahu, segala yang aku pilih akan menjadi tanggung jawabku. Aku sekarang memilih untuk diam dan tidak memberi tahu ibuku bahwa aku sakit. Aku tidak ingin beliau khawatir. Aku memutuskan untuk merantau. JAdi, sakit di perantauan akan aku tanggung sendiri. Aku merantau juga bukan untuk menjadikan aku jauh dari kedua orang tua, tapi ada hal yang ingin aku pelajari, ada pengalaman yang ingin aku lewati. Tapi, saat sakit seperti ini, aku harus ekstra dua kali lipat menyakinkan diri sendiri bahwa aku bisa melewati ini. Ya Allah, berikan hamba kemudahan.
Menulis di waktu sakit
Jika aku sakit, hal yang aku lakukan adalah berdiam diri, istirahan, dan menulis. Oh iya, aku juga memperbanyak dzikir-dzikir untuk menenangkan hatiku. Aku juga kembali semangat menulis, karena aku takut, jika nanti aku tidak bisa menulis. Jadi, aku menulis saat aku sakit sehingga jika aku sehat, aku bisa membaca kembali tulisan ini.
Mnulis seperti terapi bagiku. Mungkin bukan tulisan novel atau artikel, hanya sekedar menulis apa yang aku rasakan saat sakit. Aku...aku hanya bisa bersyukur atas sakit yang aku alami.
Aku menjaga makanan dan minuman yang aku konsumsi. Aku takut alergiku kambuh lagi. Sebisa mungkin, aku memantau apa yang akan masuk ke mulutku. Ya, tadinya aku tidak pernah memperhatikan, tapi sekarang, itu sangat bagiku, sebelum alergiku kambuh :(
Mengingat Kematian
Sakit membuatku mengingat kematian. Dan menghitung usiaku saat aku diserang sakit. Ya, aku tidak tahu, aku akan sakit apa lagi...hanya saja, aku teringat akan kematian. Lalu, aku takut, apakah amalan ibadah yang aku lakukan, cukup sebagai bekal di akhirat? Aku juga belum menghafal al-qur'an. Hafalan-ku masih dikit, Ilmu agamaku masih kurang. Aku masih belum bisa berdakwah. Aku belum menghadap ke Ka'bah. Aku juga belum sepenuhnya berbakti kepada kedua orang tua. Aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk agama ini. Lalu, apakah aku bisa menghadap Allah dengan kondisi yang tidak maksimal ini? Itulah,..aku sangat takut, ketika aku harus menghadap Allah dengan kurangnya amalan yang ada padaku. ;(
Hidup adalah Amanah
Saat sakit juga, aku menjadi tahu, berapa berharganya hidup yang sebentar ini. Mau dibawa kemana hidup kita ini? Mau dibawa kemana jalan cerita ini. Jika sakt adalah bagian dari cerita hidup, maka ikhtiar untuk sembuh juga menjadi bagian dari jalan hidup ini. Aku berharap, aku bisa sembuh dari alergi ini. Aku bisa fokus lagi beraktivitas. Semoga Allah berikan hidayah untukku berobat sehingga aku bisa lebih baik lagi. Hidup adalah amanah, dan aku ingin melaksanakan amanah ini, aku ingin menjaga amanah ini dan semangat dalam melaksanakan amanah ini.
Tetap Tersenyum
Seberat apapun sakit, pasti Allah sudah menghitung kemampuan hambanya. Jadi, setiap yang menima kita, Allah sudah mengukur kemampuan kita. Jadi, jangan khawatir. Ini akan berakhir dengan sabar dan ikhtiar. Lalu, tersenyumlah Lajma Khanie :)


Comments
Post a Comment