Hari yang Berbeda di Bulan September

 

Bismillahirrohmanirrohim…

Kamis, 28 September 2023, pukul 23.25 WIB

 

Ini adalah hari kedua aku menchalange diriku sendiri. Yah, aku memiliki waktu setidaknya sampai kedua putriku tertidur. Tak ada jaminan kalau putri keduaku akan tertidur pulas, namun yang pasti, saat dia terbangun, aku akan mem-pause aktivitas menulisku sejenak. Hari ini aku merasakan hal yang berbeda. Apa karena ini hari libur dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW? Entahlah, tapi bagiku, aku senang sekali melewati hari ini. Beda dengan hari-hari biasanya. Aku juga sudah memiliki jam bangun tidur yang teratur. Itu salah satu point penyebab hariku lebih bahagia.

Ngomong-ngomong tentang hari, tak terasa sudah berada di penghujung september. Oke, ini adalah suatu pencapaian karena sudah melewati bulan demi bulan saat aku menyandang sebagai full time mother. Aku senang, bisa memiliki waktu bersama dengan kedua putriku. Aku tidak tahu, apakah ke depannya aku akan punya banyak waktu lagi saat aku kembali ke dunia kerja. Aku juga berpikir, apa yang akan aku akan lakukan di 2024, hal apa yang harus aku lakukan agar tidak mematikan bakatku, juga menjalani aktivitas yang aku sukai. Ya, aku mulai memikirkan hal-hal indah yang insyaallah akan aku hadapi. Seorang penulis harus bisa mengekspresikan semua yang dia inginkan. Toh, semuanya gratis. Menyebut diri sebagai penulis membuat semangatku kembali berkobar. Setidaknya itu yang aku rasakan saat ini.

Lalu, kenapa aku tiba-tiba menggebu ingin menulis? Itu karena aku ingin diingat oleh anak-anaku sebagai seorang penulis. Aku ingin mereka bangga memiliki ibu seorang penulis. Meski aku tidak tahu, kapan waktu ‘emas’ itu akan tiba, setidaknya detik ini aku sudah memulainya dan memiliki alasan yang kuat, tidak seperti dulu hanya mengikuti egoku semata. Aku juga tak takut gagal, jika aku ditolak penerbit, aku akan mencobanya lagi dan lagi. Seperti seorang bayi kecil yang berusaha belajar merangkat, di sinilah aku akan membuktikan diriku yang baru lebih menyenangkan.

Aku tidak tahu masa depan seperti apa. Akankah aku tembus menjadi penulis atau hanya sebagai penghayal. Bagiku itu tak masalah, karena bisa memiliki semangat lagi untuk menulis adalah hal terpenting bagiku sekarang. Aku amat selektif sekarang. Aku menyadari, hanya sedikit bakat yang aku punya. Hanya sedikit. Orang lain mungkin punya banyak bakat dan menghasilkan banyak uang, tapi aku…aku mungkin hanya memiliki satu atau dua yang aku kuasai. Aku pikir, menulis adalah bakatku dan aku ingin memulainya lagi di umurku yang menginjak 30. Aku ingin memulai lagi. Entah berhasil atau gagal, aku tidak peduli.

Aku memulai memposting lagi tulisan yang berisi curhat di blogku. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku memang tidak punya banyak teman untuk berbagi. Itulah kenapa, aku memilih menulis untuk mengeluarkan segala emosi, senan, sedih, antusias, kecewa, dan lain sebagainya.

Aku rasa ini saja yang ingin aku posting di blogku.

Terima kasih sudah mampir.

Selamat membaca tulisanku berikutnya yah.

Wassalamu’alaikum.

 

Comments

Popular Posts