Thank You September
Bismillahirrohmanirrohim,,,
Ini adalah tulisan pertamaku di bulan
September. Mungkin, tagline September ceria itu jadi nyata. Aku mulai mendapat
inspirasi untuk melakukan banyak hal. Tapi, yang paling penting, aku merasa
hari-hariku menjadi lebih berwarna dengan adanya dua buah hati yang
sangat-sangat aku sayangi.
Seperti kata ayuk ujik, kita tak perlu banyak
berekspektsi pada hidup. Biarkan mengalir. Karena semakin banyak ambisi yang
ingin kita capai, pada akhirnya kita sendiri yang akan menangggung resiko
kelelahan. Lelah? Ah, sepertinya semua orang akan merasa lelah. Namun, memilih
untuk hidup lelah atau tidak, itu adalah pilihan. Nah, sekarang aku memilih
terhadap apa yang bisa aku lakukan dan tak kan melepaskan apa yang sudah aku
punya. Insyaallah.
Di umurku yang sudah kepala 3 ini, aku masihlah
seperti seorang adik yang merengek pada kakak perempuannya. Itulah kenapa, saat
ada masalah untuk aku bercerita, aku tak segan untuk menghubungi Ayuk Ujik, Aku
sangat beruntung memiliki saudari perempuan seperti dirinya. Kakak yang selalu
ada saat aku butuh dan menguatkanku. Aku bisa jujur tentang banyak hal.
Meskipun kami berjauhan tinggal, bagiku tak masalah. Itulah kenapa, aku
memutuskan untuk memiliki dua anak karena aku ingin anak-anakku saling
menguatkan satu sama lain. Saling menyayangi karena mereka terlahir dan
dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang.
Sampai saat ini, aku merasa aku belum banyak
perkembangan. Namun, setidaknya, aku masih melakukan hobi yang aku sukai, yaitu
menulis. Jika orang lain mungkin hobinya olahraga, ke gym, kuliner, organisasi,
atau dandan, aku masih tetap menjadikan menulis sebagai hobiku, meski aku tak
rutin melakukannya. Namun, hari ini aku melihat seorang temanku yang memiliki
hobi yang unik, yaitu body builder. Saat aku tahu perubahan dahsyat yang dia
alamin, aku jadi yakin, sesuatu yang kita seriusin akan membentuk diri kita.
Langsung, aku melihat visual temanku berubah. Dia yang tadinya tinggi seperti
Oppa –oppa Korea menjadi bak seorang atlet binaragawan. Itu karena hobbi yang
dia seriusin, nah, aku juga ingin serius dengan apa yang aku bisa lakukan
sekarang, yakni menulis. Mungkin aku akan mulai dengan jadwal kapan aku menulis
dan mengikuti lomba menulis. Aku akan merekam aktivitas menulisku dan
meng-upload nya di media sosial seperti yang temanku ini lakukan. Bedanya,
temanku olahraga otot, aku olahraga jari. Hehehe.
Oke, aku rasa cukup untuk postingan tulisanku
hari ini. Terima kasih sudah mampir di blogku, bye-Bye.
Wassalamu’alaikum, Guys…. ^_^

Comments
Post a Comment