Ketika Aku Semakin Mengenal Diriku
Bismillahirrohmanirohim,
Hari ini aku kembali menulis di hari ketiga
kegiatan menulis yang proses kreatifnya aku upload di media sosial. Ini seperti
mencontohkan olahraga atau kegiatan olahraga yang direkam kemudian diupload ke
media sosial. Semoga aku bisa konsisten dengan apa yang sudah aku upload. AaamiinA.
Dua hari lagi, bulan September akan berakhir. Kita
akan memasuki Oktober, bulan dimana aku dilahirkan. Tak lupa, di bulan ini
juga, putriku lahir ke dunia untuk pertama kalinya. Bulan Oktober identik
dengan bulan Bahasa. Aku merasa ini sangat cocok dengan diriku. Aku suka jika
aku dikaitkan dengan bahasa, sastra, dan satu lagi tentang Keislaman. Dua
bidang yang sangat aku minati BAHASA/ SASTRA INDONESIA juga AGAMA ISLAM. Aku
berharap, dengan kemampuan bahasaku yang nanti akan terasa, aku bisa
merampungkan sebuah buku tentang agama, buku nonfiksi tentunya.
Aku senang, makin ke sini aku makin mengenal
diriku. Mengenal lebih dan kurangku. Aku tahu, aku adalah tipe orang yang tidak
suka menerima kritik. Dan itu tidak bagus. Jadi, aku putuskan untuk merubah
hal-hal yang tidak baik agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Aku
berharap, suatu saat nanti tulisanku akan mengubah duniaku. Aku sangat berharap
hari tu akan datang, saat impian masa remaja terwujud, aku akan menunggu hari
itu datang sambil menghasilkan karya. Aku sudah tidak tahu lagi apakah aku ini
memang memiliki bakat atau aku hanya terjebak pada asumsi aku bisa menulis? Namun,
aku rasa aku memang punya bakat di bidang ini. Maka dari itu, aku akan meneruskannya.
Meneruskan apa yang harusnya tetap aku miliki. Seperti yang ayuk ujik bilang,
biarkan hidup mengalir apa adanya dan lakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi
ingat, jangan melepas apa yang sudah kau miliki sekarang.
Aku sadar, aku mungkin sudah terlambat. Kenapa baru
sekarang aku bangkit? Kenapa tidak 10 tahun yang lalu? Saat aku memang ingin
meniti karirku di sini. Namun, ternyata jalan yang ingin kita tuju tak semulus
apa yang kita tulis di life mapping. Aku rasa, ada alasan kenapa Allah
Subhanahuwata’ala ingin aku melakukannya saat ini. Mungkin aku terlalu labil
saat itu. Aku mungkin terlalu lemah dan terlalu rawan dikritik. Telalu takut,
terlalu polos, atau aku memang tidak tahu bagaimana caranya berkarya. Aku ingin
memulai lagi sekarang dengan sesuatu yang aku sukai. Aku ingin memainkan
nut-nuts keyboar di laptopku yang alhamdulillah masih berfungsi ini.
Kemarin, aku sudah membuat satu artikel dan aku
kirim di hai bunda. Malam ini, insyaAllah aku ingin menulis artikel lagi untuk
website terminal mojok. Do/akan aku semoga aku konsisten dengan rutinitas yang
menyenangkan ini. Tak lupa, aku akan selalu posting tulisanku ini sebagai rekam
jejak perjuangan yang ini aku abadikan jika suatu hari nanti, kemampuan
menulisku telat terasa, aku ini membaca postingan-postingan di blogku ini. Ya
Allah, semoga aku mampu merangkai kata demi kata yang indah. Semoga tulisanku
kelak bisa menyentuh hati pembaca. Aaamin.
Terima kasih sudah mampir di blogku.
Bye bye.
Tangerang, 29 September 2023
Dwi Permata Efendi

Comments
Post a Comment