Tokyo Yang Memanggil


Tokyo. Kata itu masih awet dalam rencana traveling gue. Dan kekaguman gue akan ibukota dari negeri matahari terbit itu, tak pernah padam. Em...Meski gue belum pernah menginjakkan kaki di sana, tapi Tokyo  tetap menjadi materi Setting yang kuat dalam novel gue (yang belum terbit..hehe). Semakin banyak gue menulis tentang seorang tokoh yang berhubungan dengan Tokyo, kecintaan gue dan rasa penasaran gue terhadap Tokyo semakin bertambah. Apalagi, dua tahun yang lalu gue sempat punya teman dari Tokyo University, yaitu seorang Sayuri Michigawa. Meski kita nggak ngobrol dalam bahasa Jepang, alias pake bahasa Inggris, bagi gue, Sayuri adalah orang yang welcome. Dari Sayuri, gue tahu gimana 'keren'nya para anak muda di Jepang. Em..sesuatu yang kadang bertolak belakang dengan yang terjadi di bumi pertiwi. He...Piiisss :)
Kekaguman gue sama hal-hal yang berbau Jepang mungkin nggak semaniak anak-anak jaman sekarang yang kagum dan tergila-gila sama komik, harajuku style, dan girlband JKT48. Gue mengenal Jepang dari kartun-kartun keren seperti Inuyasa, Digimon, Pokemon, Hamtaro, Doraemon, Nobita, Bidadari Cinta Fit Lyly Diji,Chibi Maruko Chan, dan Shinchan. Dan satu kartun yang membuat gue benar-benar ingin ke Jepang adalah Detective Conan. Ya...Connan! Bukan hanya alur ceritanya yang membuat gue suka, tapi jenis kartun kayak Conan itu lebih realis. Dia menggambarkan apa yang ada di Tokyo ke media gambar 2 dimensi. Keren dan lebih realistis. Dan semenjak gue mengenal kartun-kartun itu di bangku SD, mulailah gue menggambar. Jenis gambar gue lebih ke gaya Chibi Maruko Cha. Gue terlena untuk mengoleksi setiap gambar yang gue warnain. Gue membuat karakter sendiri sampai guntingan-guntingan kertas itu mencapai berat satu kresek item.  Sesuatu yang sangat gue banggakan. Bayangin aja, di saat temen-temen SD gue beli gambar-gambaran, gue cukup menghemat uang jajan. Hehehe.
Kalau novel gue sudah rampung, gue pengen banget liburan. Back Packer pun nggak masalah. Asal gue bisa nginjakin kaki ke negeri asal aktor Hayami Mokomichi. Salah satu mimpi mustahil gue adalah gue pengen ke Jepang bareng Farhan. Berhubung Jepang punya pertanian yang canggih, gue pengen ke kampusnya Sayuri Michigawa, dan travel agro gitu. Andaaaaii Farhan baca blog ini, pasti dia senyum-senyum dengan mata sipitnya. Em, kenapa Farhan? Karena dia sobat gue baik dalam suka maupun duka. Dia bisa menyihir sedih jadi tawa. Di matanya, gue adalah cewek smart. TApi di mata gue dia adalah sahabat yang tak terjangkau. Melalukan perjalanan dengan temen yang menyenangkan akan membuat perjalanan lebih berwarna.

Tokyo..tunggu aku ke sana. tunggu aku menginjakkan kaki di tanahmu dengan sahabat yang setiap senyumnya memberi energi untuk bernapas. Tokyo, di bawah langitmu, aku ingin mengumandangkan suara takbir. Di bawah megahnya Tokyo Tower, aku ingin memandang bintangmu bersama orang yang aku sayangi. Jika waktunya tiba, aku pasti akan datang. :)

Comments

Popular Posts