7 Oktober, Lima Tahun yang Lalu
Bismillahirrohamniirohim,
Hari ini adalah tanggal 7 Oktober 2023.
Seminggu lagi adalah tanggal kelahirannnku. Jika aku menjadi ibuku, aku pasti
sudah mempersiapkan semua yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang ibu dan
untuk menyambut kedatangan bayi kedua. Saat aku lahir, usia kakak perempuanku 1
tahun 2 bulan. Kami memiliki kelahiran yang dekat. Tidak kurang dari 3 tahun. Saat
menjadi seorang ibu, aku baru sadar, betapa mulianya sosok ibu. Berapa lama ibu
akan mengendong bayinya sampai tertidur pulas? Berapa lama ibu terbangun saat
anaknya menangis atau lapar ingin minum susu? Aku yang memiliki selisih 3 tahun
di kedua putriku saja sangat repot, bagaimana dengan ibuku yang memiliki dua
anak dengan kelahiran yang berdekatan. Terima masih ibu, aku sangat bersyukur
memiliki seorang ibu yang luar biasa. Aku tahu, pengorbananmu sangat amat
besar. Aku tidak bisa membayangkan, betapa perjuanganmu waktu itu. Engkau yang
terlahir dengan tanpa ibu (piatu), membesarkan aku dan kakak perempuanku, juga
adik laki-laki yang 6 tahun kemudian hadir. Ya Allah, terima kasih.
Tepat hari ini juga, 7 Oktober di tahun 2018,
lamaran itu datang dari seorang pria bernama Musonip Efendi. Khitbah day 5
tahun yang lalu. Dia menemui ibuku dan menyerahkan cincin emas sebagai tanda
dia melamarku di depan Ayah dan Ibuku. Dia adalah seseorang yang akhirnya menjadi imam
diantara beberapa orang yang tadinya kupikir akan menjadi imamku. Terima kasih
ya Allah. 2018, aku benar-benar menikah, begitulah takdir yyang sudah tercatat
di lauful mahfuz. Kemudian, tanggal 22 Desember 2018. Kami pun menikah. Jika tidak
ada khitbah, mungkin tidak ada lanjutan ke pernikahan. Terima kasih ya robbi,
akhirnya penantianku berakhir pada seorang yang bernama Musonip Efendi. Nama yang
sebelumnya tak pernah ada dalam benakku. Begitulah takdir Allah Yang Maha Indah.
.
Ini adalah tulisanku kembali di tanggal 8
Oktober. Aku melewatkan beberapa kebiasaan menulisku dan itu tidak enak. Menulis
di malam hari jauh lebih menyenangkan. Ditambah lagi aku sudah memiliki setting
yang pas untuk aku menulis. Semuanya sudah aku jadikan kebiasaan. Aku senang
ketika jari-jariku menari dengan ;ancar di keyboard komputerku. Ah, rasanya tak
sabar melahirkan karya. Ya, aku harus melahirkan lagi. Kali ini melahirkan
karya, aku berharap semangatku takkan padam. Terima kasih ya Allah, api
semangat nan wangi telah hadir di hidupku. Senang rasanya memiiki pasangan yang
mengerti apa yang ingin aku lakukan. Walau aku belum menghasilkan apapun, namun
aku percaya, suatu hari nanti, aku akan menjadi penulis mega best seller. Aamin
ya robbal alamin.
Semoga hari itu akan menjadi kenyataan., karena
aku sangat yakin, aku bisa menjadi penulis profesional. Aaamiin. Semangat
>.<

Comments
Post a Comment