Tindik Fathira :)

 

Bismillahirrohmanirrohim,

Hai…balik lagi sama aku di blogku yang selalu aku kangenin ini. Ini adalah tulisan ke-enam yang aku upload proses menulisnya di media sosial IG. Kemarin harusnya aku nulis, Cuma,,,aku terlanjur nulis di HP jadi aku nggak upload di medsos IG. Lagian, aku ngantuk banget kamaren, jadi aku tidur lebih awal, eh, malah kebablasan. Hehe.

Hari ini spesial banget buat aku karena hari ini Fathira ditindik di telinganya.  Alhamduiillah, aku dan suami bisa memasangkan anting ke telinga putri kami. Aku senang sekali. Fathira tambah cantik setelah dipakaikan anting. Next, aku akan mencukur rambut Fathira. Aku belum mencukurnya saat dia baru jadi newborn. Aku kasihan dengan kulit kepalanya jika rambutnya harus dipotong sesegera mungkin. Ohiya, aku nggak bisa membayangkan betapa sakitnya ditindik. Aku mendengar bayiku menangis saat bu bidan menindik adek. Fathia, kakaknya juga menangis. Mungkin ikatan antara kakak dan adik kali yah. Ah, aku jadi ingat Ayuk Ujik kalau membahas kakak dan adik.

Hari ini juga aku senang karena aku sudah mengirimkan email draf tulisan buku anak yang berjudul” Fathia dan Mukena Pertamanya” di temanku Liani. Aku berharap, sebelum tahun 2023 ini berakhir, aku bisa menyelesaikan 1 buah buku. Aaamin,

Di tempat tinggalku, hari ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di musholah At Taubah lebih tepatnya. Biasanya, ibu-ibu akan membuat besek minimal 5 dan juga snack. Tapi, karena aku nggak sempet masak (meskipun aku udah beli ayam), akhirnya aku pesan  air mineral gelas 1 dus buat ganti sedekah besek. Aku beli di tetanggaku yang juga orang Palembang, namanya Mama Ani. Alhamdulillah, senengnya bisa bersedekah air minum. Aku ingin tiap bulan bisa sedekah minimal 1 dus air minum untuk ibu-ibu pengajian. Aaamin.

Next, adalah cerita malam hari. Ini cerita tentang suamiku yang ternyata menjadi pengawal habib yang menjadi penceramah di sini. Habib Mahdi kalau nggak salah. Juga 1 lagi Habib aku tidak tahu namanya. Yang jelas, ada rona bahagia di wajah suamiku saat bisa bertemu dengan orang-orang sholeh seperti ustad dan penceramah. Aku senang melihat suamiku senang. Mungkin itulah salah satu passionnya, menjadi orang yang bisa dekat dengan orang-orang sholeh atau penceramah. Dia selalu pulang larut tapi ada rasa bahagia yang terpancar dari wajahnya. itu mengingatkanku pada saat aku menulis. Walaupun larut, kalau kita hobbi, ya..akan kita lakukan. Selamat yah bi, kamu bisa bertemu dengan banyak orang sholeh dan berkah untuk kegiatanmu itu. I love you.

Selanjutnya aku mau cerita dikit soal artikelku di kompasiana yang sepi viewer. Aku harus nulis apalagi yah biar aku bisa lebih banyak viewer. Semoga aku jadi banyak inspiirasi. Mau nulis politik tapi takut, mau nulis opini tapi takut..ah..cari yang aman-aman saja di era yang kadang nggak amann ini.

Well..aku harus menulis satu artikel lagi. Semangat…

Terima kasih sudah mampir di blogku ., see you in the top

 

Bye—bye

Cerita 3 Okt yang ditulis 4 Okt 2023.

Comments

Popular Posts