Welcome to My Brithday, Oct 14, 2023

 

Hari ini tepat 32 tahun aku hidup di muka bumi ini. sebagai Dwi Permatasari, aku sudah melewati 32 tahun yang menurutku angka yang tidak sedikit. Namun, aku merasa, aku tetaplah aku yang dulu. Masih dengan impian dan harapan, meski aku kini sudah memiliki keluarga yang beranggotakan aku, suamiku, dan dua anakku yang cantik. Di usiaku yang tidak muda lagi ini, aku banyak flasback ke tahun-tahun di mana aku melewati masa sulit. Ya, masa sulit yang sudah aku alami seperti sebuah drama dalam kehidupanku. Seperti menonton drama korea yang mana aku pemeran utamanya. Banyak sekali episode demi episode yang sudah aku lewati. Sekarang, aku berada di episode aku menjadi seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Baiklah, agar lebih gampang, aku akan membuah kisah hidupku seperti serial drama. Itu sepertinya ide yang bagus dan menyenangkan. Hehe. Namun, sebelum aku menuliskan episeode demi episode itu, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun Dwi Permatasari a.k.a Lajma Khanie. Semoga semain sukses dan semoga aku bisa mengurangi sifat marah-marahku. Semoga aku bisa semakin sayang dan tulus kepada kelaurgaku. Aku ingin mendidik anakku dengan didikan yang baik dan aku ingin menyayangi suamiku dengan cinta terbaik. Semangat Dwi J

 

 Inilah Perjalanan Hidupku Jika aku membuatnya dalam serial drama korea, wkwkw

 

(2022-now): Writer Mom

Kim Ok Suh (itu aku, heheh) memutuskan resign dari pekerjaannya saat ia tahu jika ia hamil anak kedua. Ia dan keluarga kecilnya baru pindah ke pinggiran ke Busan (Cisoka, wkwkw) karena mereka baru membeli rumah. Suaminya, Lee Mong Jun berprofesi sebagai guru yang juga baru pindah kerja ke sekolah yang baru. Ok suh dan Mong Jun memiliki putri bernama Lee Ga Eun berusia 3 tahun. Sebelumnya, saat Ok Suh bekerja, Ga Eun diasuh oleh asisten rumah tangga mereka yang bernama Bibik Lam Gil. Namun, saat memutuskan untuk tidak lagi bekerja, Lam Gil pun tidak lagi mengasuh Ga Eun.

Hari-hari Ok Suh sebagai ibu rumah tangga pun dimulai. Ia yang biasanya harus bangun jam 4 pagi kini bisa lebih santai karena tidak perlu mengejar kereta. Ia cukup menyiapkan bekal makan siang suaminya. Begitupun dengan Mong Jun, dia juga sangat senang istrinya di rumah. Mereka tidak harus memperkerjakan orang lain untuk mengasuh Ga Eun, ada Ok Suh yang senantiasa di rumah sambih menunggu kehadiran bayi mereka.

Ok Suh membuat sarapan utnuk putrinya. Lalu beres-beres rumah. Jika mual, dia akan langsung ke kamar mandi. Keseharian Ok Suh begitu menyenangkan. Ia menikmati hari-hari sebagai ibu rumah tangga. Namun, tidak bisa dipungkiri bahawa keuangan Ok Suh dan Mong Jun tidak stabil. Selama ini mereka membiayai hidup bersama, mereka membayar cicilan rumah dan kendaraan mereka dari penghasilan keduanya. Kini, hanya Mong Jun yang membayar tanggungan cicilan mereka.

Kondisi ini membuat hidup keduanya harus berhemat. Ga Eun yang biasanya memakai popok kini tidak lagi, selain karena memang sudah waktunya lepas popok, ini juga untuk menghemat pengeluaran. Ok Suh memasak setiap hari. Ia membeli sayur dari penjual sayur langganan di perumahannya. Dia juga mengenal tetangganya. Biasanya Ok Suh tidak terlibat pembicaraan dengan para tetangga, namun kini, dia mulai berbincang dengan tetanggga, Bong Ra In, Ma Il Yong, Lee Sung Bal, juga Ming Tae Hyun yang tinggal bersama ibu mertuanya Kim Yu Na. para tetangga itu mulai akrab satu sama lain. Ok Suh yang kini menjadi full time mother merasakan langsung tidak mudahnya menjadi seorang ibu. Apalagi dia sekarang sedang hamil, emosinya tidak stabil. Kadang dia menangis tanpa alasan, merasa capek dan tidak diperhatikan. Namun, dia segera sadar bahwa keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga adalah impiannya. Setiap hari di dalam kereta, dia selalu bergumam, enak sekali jadi Bibik yang mengasuh Ga Eun. Jika dia di posisi itu, akan menyenangkan. Sekarang, dia berada di posisi itu. Di di rumah, namun keberadaannya kini membuat Ok Suh dilema. Ditambah lagi, uang dari resign sudah menipis. Keuangannya sangat tidak stabil. Untunglah, di saat-saat krisis, Kim Hu Na, kakaknya membantu. Tak hanya itu, Kim Hwan Yun, adik laki-laki Ok Suh juga membantu keuangan mereka. Di sini Kim Ok Suh tersadar, betapa orangyang amat sangat cepat membantunya di situasi krisis adalah saudara-saudaranya sendiri. Dia beruntung memiliki keluarga yang mendukungnya meski sekarang dia merasa di posisi terpuruk, tidak punya penghasilan dan hidup prihatin.

Kim Ok Suh kini memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Ya, dia mulai dengan mengikuti lomba menulis yang berhadia tiket bermain. Dia ingin menghadiahkan tiket itu ke anaknya yang akan berulang tahun. Saat pengumumanpun tiba, tak di sangka, Ok Suh menjadi 25 nama terpilih yang tulisannya menang. Dia pun mendapatkan 4 tiket main ke taman hiburan. Sesuatu moment yang membuat dia semakin semangat untuk menulis. Ok Suh mulai menulis lagi. Laptop jadulhya menjadi saksi dia menulis.

Sembilan bulan berlalu, Ok Suh melahirkan di bulan Juli 2023. Dia memanfaatkan asuransi kesehatan untuk menanggung biaya operasi caesar di rumah sakit. Kali ini, dia memanggil Bibik Lam Gil untuk menjadi Ga Eun karena dia dan suaminya haus di rumah sakit.  Ok Suh pun melahirkan bayi yang sangat cantik yang di beri nama Lee Hi Ra. Kebahagiaan mereka bertambah sejak kelahiran Lee Hi Ra.  Setelah pulang dari rumah sakit, Ok Suh pun dikunjungi oleh para tetangga. Bong Ra In, Ma Il Yng, Lee Sung Bal, juga Ming Tae memberi hadiah atas kelahiran bayi Ok Suh. Ia sangat terharu dengan perhatian yang diberikan oleh tetangganya. Padahal selama ini, dia jarang berinteraksi karena menjadi wanita pekerja. Semangat Ok Suh untuk kembali menulis muncul di saat dia harus mengurus bayinya secara bersamaan. Namun, dia memilih untuk mulai menulis meski tidak mudah. Beberapa bulan kemudia, Ok Suh mengirimkan draf tulisannya ke temannya yang seoarng penulis buku anak. Ok Suh berharap, tulisannya bisa dimuat.

 

To be continue…

 

(2018-2022): Lovely Teacher

 

Comments

Popular Posts