Lovely Teacher (2018 - 2022)

 

Bismillahirrohmanirrohim,

 

Minggu, 15 Oktober 2023

 

Ini adalah hari pertama setelah hari ulang tahunku ke 32. Usia yang tidak muda lahgi. Tapi, aku masih menyukai hal-hal sederhana, seperti pagi ini, aku malah menonton film kartun Detektif Conan yang sudah aku tonton sejak aku mungkin berumur 5 tahun. Kenapa kebiasaanku tidak berubah? Kenapa aku masih menyukai film kartun? Aku ingat, dulu ayahku sangat tidak suka aku menghabiskan waktu dengan menonton film kartun. Soalnya aku akan telat mandi pagi. Tapi, saat aku dewasa, aku masih suka menonton film kartun. Bahkan saat aku sudah punya anak, aku masih menjadi pencinta Detektif Conan Edogawa. Conan. Doraemon, Chibi Maruko Chan memang tidak tumbuh menjadi dewasa. Apakah ini menandakan aku belum menjadi manusia dewasa seutuhnya?

Oke, kembali ke postinganku kemarin. Ini tentang kisah hidupku yang jika dibuat menjadi serial drama Korea (wkwkkw). Terdengar konyol untuk membuat imajinasi yang lokasinya pun nan jauh di negeri gingseng sana. Namun, jika ini seru dan menyenangkan, kenapa tidak mencoba?

 

Baiklah, aku sudah menyelesaikan Serial Pertama yakni Writer Mom. Kini, saatnya aku flasback ke masa sebelum itu. Let’s check it out!

 

2018-2021:  Lovely Teacher

Kim Ok Suh (itu saya, hehehe), baru saja resign dari pekerjaannya di Universitas Daegu. Dia memilih untuk keluar dari kampus besar tersebut. Selain karena dia ingin melanjutkan studi di kelas Magister, Ok Suh punya alasan lain. Mungkin, alasannya terdengar terlalu naif. Tapi, Ok Suh tetaplah Ok Suh. Jika dia menyakini sesuatu itu salah, maka dia tidak akan ragu mengambil keputusan besar. Sekalipun itu artinya dia akan kehilangan pekerjaan yang sudah 4 tahun dia geluti.

Para Senior di sana juga tak seramah ketika Kim Ok Suh masuk. Kini, kehadiran Park Ri wun juga Nam Ai il, membuat dia semakin tak dikenal. Dia tampak asing. Apalagi, kini waktu dia dipindahtugaskan ke devisi Doktoral, dia harus memulai semuanya dari nol. Meski Ok Suh senang dengan suasana baru di program Doktoral dan memiliki atasan yang baik yakni Professor Seo Ta dan Profesor Dae Wo, tetap saja, saat konflik batin yang dia rasakan, Ok Suh hanya bisa memilih jalan sederhana yakni pindah tempat kerja. Dia juga measa lelah karena selama ini masih menjadi karyawan kontrak, padahal sudah 4 tahun dia mengamdi di Universitas Daegu, sementara 2 seniornya begitu mudah mendapatkan promosi jabatan. Hal itulah menjadi salah satu alasan Ok Suh untuk pindah kerja. Dia tidak ingin membuat nota palsu saat membuat laporan keuangan. Baginya, itu sama saja berbohong meski itu lumrah untuk membuat pengeluaran menajdi mudah dihitung, tapi tidak dengan rasa bersalah yang dimiliki Ok Suh. Dia masih memegang prinsip kejujuran. Jadinya, dia akan mengalah dengan keadaan dan memilih tidak melanjutkan praktik yang menurutnya salah itu.

Di tengah masa menganggur, Ok Suh tak pulang ke Incheon. Dia memilih menetap di Seol dan mencari pekerjaan baru. Untunglah, temannya saat mengikuti bahasa asing, Han Yu Ri, memberikan Ok Suh lowongan pekerjaan. Ia pun mengirim lamaran via email, berharap panggilan kerja segera dia dapat.

Ok Suh menjadi pengagguran. Dia harus cepat bekerja. Dia tidak ingin membebani ibunya yang membantu biaya sewa apartemen. Dia harus punya pemasukan. Dia harus segera bekerja.

Berita baikpun datang. Ok Suh mendapat pesan di HP nya bahwa dia disuruh datang untuk wawancara kerja di Min Hwa School, sekolah elit bagi para siswa kelas atas. Biaya masuk sekolah itu diatas 30 juta won. Itu rumor yang Ok Suh dapat dari internet. Di hari wawancara, Ok Suh memaparkan materi Sastra Korea. Ia memang mengambil jurusan Sastra Korea, namun sayangnya, dia tidak berminat mengajar saat tiba di Seol. Dia memilih menjadi karyawan di sebuah universitas. Ini kesempatannya untuk menjadi bagiaan dari dunia pendidikan Korea. Ok Suh pun menggebu dan bersemangat.

Wawancara dan presentasi berjalan baik. Ok suh diminta datang hari Senin. Ya, dia diterima mengajar di Min Hwa School. Ok Suh seperti tak percaya. Dia langsung menghubungi Han Yu ri dan berterima kasih atas info yang sudah dia terima dari sahabatnya itu. Dia berjanji dalam hati, saat menerima gaji pertama, Ok Suh akan mentraktir Yu Ri.

Hari pertama Ok Suh mengajar, dia terlihat sangat gugup. Bagaimana tidak, ini pengalaman pertama dia mengajar Sastra Korea setelah 7 tahun tamat dari kampus tempat dia kuliah. Apakah siswa akan mengerti? Entahlah. Dia akan berusaha memberikan yang terbaik. Ternyata, kehadiran Ok Suh di sekolah tersebut bukanlah untuk jangka panjang. Ok Suh hanya mendapat tawaran sebagai guru inval karena Lee Ma Yun, guru sebenarnya sedang cuti melahirkan. Jadilah Ok Suh mengambil kesempatan itu. Meski hanya untuk sementara, Ok Suh tetap mengambil kesempatan itu. Dia akan menjadi guru seutuhnya.

Di kelas Sastra Korea, Ok Suh berpartner dengan Guru Rae. Guru Rae adalah guru Matematika. Dia sudah berkeluarga dan jarang berbicara, namun anak-anak sangat menyukai Guru Rae karena beliau guru matematika yang seru. Ok Suh berharap, anak-anak di kelas Bahasa Korea juga menyukai cara dia mengajar. Nampaknya, semua baik-baik saja. Ok Suh mengajar pelajaran yang sudah diberitahu oleh wakil kepala sekolah. Anak-anak menyambut kehadirannya, kecuali satu orang murid yang bernama Na Ja Shi. Ya, anak itu nampaknya berbeda. Dia agak sulit menerima kehadiran Ok Suh yang menggantikan guru favoritnya, Bu Guru Ma Yun.

 

(to be continue..)

Comments

Popular Posts