HHI
untuk seseorang yang kukira cinta
Hujan, tolong gantikan air mataku siang ini
Biarku rela ditelan sepi
Hujan, tolong gantikan air mataku siang ini
Biarku rela ditelan sepi
Memikirkan hari kemarin yang tak kembali
Kini, hati seperti tercabik
Cemburu juga rindu
Padanya, lelaki yang aku kira cinta
Hujan, tolong gantikan mendung di mukaku
Agar gadis cantik ini
Tak mati ditelan sepi
Sebodoh amat! Katanya dan membiarkan aku di pojok tangga sendiri
Bukankah kemarin adalah masa lalu
Mengapa aku merasa luka?
Kian hari kian bernanah
Busukkah hati ini?
Biadabkah rasa ini?
Sebodoh amat!
Aku rasa tidak
Yang kurasa tidak
Hujan, tolong gantikan aku sehari penuh
Karena besok, kumulai hari baru
Tanpa bayang lelaki yang dulu kukira cinta
Tapi semu, samar, termakan zaman
Aku ingin mencintainya
Saat kutahu tempe yang kumakan bukan punyaku
Kaos kaki busuk bukan milikku
Aku tetap mencari bayangnya
Dengan tulus dalam doa doa yang termunajad
Pada tahajud, dhuha, juga waktu subuh yang khusuk
Tapi cinta ini terlalu berat ke arahku
Hujan, apa ini dosa?
Jakarta, 2 Feb 2013
Kini, hati seperti tercabik
Cemburu juga rindu
Padanya, lelaki yang aku kira cinta
Hujan, tolong gantikan mendung di mukaku
Agar gadis cantik ini
Tak mati ditelan sepi
Sebodoh amat! Katanya dan membiarkan aku di pojok tangga sendiri
Bukankah kemarin adalah masa lalu
Mengapa aku merasa luka?
Kian hari kian bernanah
Busukkah hati ini?
Biadabkah rasa ini?
Sebodoh amat!
Aku rasa tidak
Yang kurasa tidak
Hujan, tolong gantikan aku sehari penuh
Karena besok, kumulai hari baru
Tanpa bayang lelaki yang dulu kukira cinta
Tapi semu, samar, termakan zaman
Aku ingin mencintainya
Saat kutahu tempe yang kumakan bukan punyaku
Kaos kaki busuk bukan milikku
Aku tetap mencari bayangnya
Dengan tulus dalam doa doa yang termunajad
Pada tahajud, dhuha, juga waktu subuh yang khusuk
Tapi cinta ini terlalu berat ke arahku
Hujan, apa ini dosa?

Comments
Post a Comment