puisi buat ebak bag I

Ebak...
Mari kita lihat bintang
Meski malam tampak mendung
Cemberut pada kita berdua
                Ebak...
                Mari kita lukis pelangi
                Meski hujan hanya setengah hari
                Aku tak peduli
                Kita tak peduli
                Biarkan orkestra jangkrik dan tarian kupu-kupu
                Menemani senja kita yang berwarna ungu
Ebak..
Apa kabar tangan kasarmu
Adakah luka yang menyulut duka
Adakah tawa yang bisa kuberi
Untukmu ayah sejati
Takdir yang mengantarkan aku sebagai putrimu
Putri kedua satu satunya
Dengan nama yang indah
Di hari kelahiranku
Pada malam kamis yang juga indah
Tuhan mencatat binti Khairul Aini
Di ujung namaku
 Kendi takdir pecah begitu saja
Aku bangga menjadi putrimu
                Ebak..kirimkan malaikat bersayap
                Biar aku tak perlu meminta Aladin datang
                Kirimkan helikopter raksasa
                Untuk mengangukut semua derita
Ebak, pagi ini, biarkan kita melihat matahari
Seperti dulu kau gendong aku, pada bahu yang begitu bidang.
Aku mencintaimu
Ayahku...

                                                Jakarta, 6 Februari 2013

Comments

Popular Posts