Mengenang Masa Sulit

Kematian...
Datanglah padaku!
Aku masih muda belia.
Sepuluh hari lagi aku ulang tahun
Tahun yang ganjil.
                Kematian..
                Nina bobokan aku dalam gelapmu
                Bukan gelap tidur sehabis subuh..
                Bukan gelap tidur sehabis isya’
                Tapi tidur yang benar-benar gelap.
Bisikan padaku, untuk menunggu atau menjemput
Bisikan padaku tentang siapa-siapa yang menangisi makam
Bisikan padaku siapa-siapa yang menangis lebam
Siapa-siapa yang mencintaiku
Yang pergi dengan muda belia
Tepat sepuluh hari
Saat aku meniup lilin-lilin ulang tahun
Pada kue tart yang tak pernah ada
Sejak tahun pertama.
                Kini, otakku semakin sempit
                Seperti jengkal napas yang kutarik satu-satu
                Letih dengan telinga yang tersumbat kata-kata bau
                Tentang cinta yang tak nyata, kejeniusan yang sia-sia
                Juga muka dengan bentol kecil berisi nana
                Juga senyum asam kehidupan
                Aku tersempitkan nasib
                Melebihi mimpi yag pernah kujahit, kurajut, kubelai sayang.

Dalam perut bumi...
Aku ingin memulai hidup baru...
Entah hitam.entah putih.
Dalam kandung ibuku tempo dulu
Aku ingin bilang, cintanya tak terbilang
Cintanya akan tetap ada
Sebagai perantara aku terjun bebas ke bumi
                                                                                                              Jakarta,4 oktober 2012

Comments

Popular Posts