Assalamualaikum,Pagi!
Assalamualaikum, Para Blogger!! Apa kabarnya pagi ini :). Semoga selalu dalam kasih sayang Allah SWT yah..Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada suri tauladan, sebaik-baik manusia yang diciptakan di muka bumi ini, Rasullullah Muhammad SAW, semoga kelak di akhirat kita mendapatkan syafaatnya. amiin.
Udah baca Al-quran beluuum pagi ini?? Em...mudah-mudahan sudah yah. karena, sepertinya sayang banget kalo dilewatkan moment membaca surat cinta dari Allah. Indah banget loh, kalo yang kita lakukan saat buka mata, yah itu, nyari Alquran dan baca Al-quran. rasanya, berasa jadi semakin dekat dengan Al-quran. Bodo amat soal pesen-pesen WA, kalo kita udah punya keterikatan dengan Al-quran, rasanya..kita semakin dekat dengan kandungan Ayatnya. Dan..sampai detik ini, orang yang tidak pernah bosan mengingatkanku untuk membaca Al-quran dan ARTINYA adalah Ibuku. Ya...sosok ibu yang berada ribuan kilometer dari sini, Sosok ibu yang menjadi madrasah pertama dalam hidupku. Itulah kenapa, aku ingin dekat dengan Al-quran, karena saat aku membacanya, sekaligus aku teringat ibuku dan petuahnya.
Okey, back to laptop. Sekarang pukul 7.27! Nggak ada lagi cerita hambar-hambaran seperti hari kemarin. Pagi ini, langit cerah, dengan temperatur suhu ruangan, Allah kasih pakaian yang bagus buat kupakai ke kantor, seragam kantor yang aku desain menjadi gamis dan dijahit oleh sahabatku, Nurmi. Aku suka gamis ini, gamis yang mengingatkannku tentang impian bila suatu hari nanti, jika aku diundang ke acara workshop atau memberi kuliah kepenulisan, aku akan memakai gamis rancanganku sendiri dan dijahit oleh sahabatku sendiri. Mimpi yang indah, biar Allah yang membuatnya menjadi nyata.
Pagi ini juga, aku terbayang deadline kerjaan yang kejar-kejaran. Em...whateverlah..yang penting satu, fokus ke ibadah. Sholat dibuat on time, dzikir dan istigfar dibanyakin, bila perlu dihitung. WHY? Kenapa kita kudu kayak gitu? Ya..,bentar lagi Ramadhan Bro and Sis! Hari-hari buat latihan kuatin ibadah tinggal beberapa hari lagi. Target aku, di ramadhan ini, ya pasti aku pengen lebih dekat-dekat dekat sama Allah..pengennya berbagi saat berbuka, pengen menjalani Ramadhan dengan Sahabat-Sahabat taat, dan semoga ramadhan ini, bisa qatam al-quran dan qatam nulis 2 novel, "Metamarfosis Rasa (20% lagi), dan Mengaji di Atas Awan yang sejatinya baru aku garap.
Tapi..yang penting dari itu semua adalah bertabayun. Sejauh mana kita berjanji pada diri sendiri dan Allah bahwa kita ingin ramadhan ini menjadi ramadhan yang terbaik. karena..kita nggak tahu kan, apakah ramadhan tahun depan..kita bisa ketemu lagi. Mungkin..ramadhan tahun ini, aku di Indonesia...tapi...tahun depan siapa yang tahu...jadi...aku selalu berharap...dimana pun aku berada, Allah selalu memberiku petunjuk untuk bertemu dan dipertemukan dengan orang-orang baik. KENAPA? Karena aku adalah manusia yang minim pengalaman. tapi saat aku bertemu dengan banyak orang, berbagi cerita tentang hidup dan lain sebagainya, aku jadi belajar banyak hal. Ya...karena aku orang yang miskin pengalaman dan aku mendengarkan pengalaman dari orang lain. Dan..Alhamdulillah...dari orang-orang tersebut aku bisa membaca luasnya dunia. Bukan hanya dari sekedar buku atau artikel di internet, tapi dari orang-orang yang aku temui. Mulai dari profesor sampai ke pedagang asongan, mulai dari orang yang single, sampai cerita sahabat yang sudah beruma tanggal, dan yang membuat aku beruntung, orang-orang tersebut mau menceritakan kisah hidupnya padaku. tahun 2014, aku masih ingat banget pada dokter Sandrin. Ya, beliau adalah bule yang menghabiskan liburannya di Bali. Dia dan keluarganya sedang bermain di Pantai sanur waktu itu. Dan...kebetulan tempat lesehan pantai kami berdekatan. Dr. Sandrin, yang aku sapa lewat ucapan hallo dan senyum yang aku berikan, berlanjut dengan obrolan sore yang hangat. tentunya dalam bahasa Inggris, kami membuka omongan. Dr. Sandrin adalah seorang perempuan kulit hitam yang menikah dengan lelaki kulit putih. Perempuan dengan perawakan kekar itu sudah mempunyai tiga anak yang lucu-lucu yang saat itu juga sedang main selancar bareng ayah mereka. Dan Dokter Sandri itu adalah seorang dokter perempuan yang bekerja di rumah sakit di kanada. Mereka sedang holiday waktu itu. Dia bercerita masa-masa kuliah dia di fakultas kedokteran yang sangat berat. Dia juga bercerita tentang pertemuannya dengan suaminya, dan mengapa dia memilih lelaki kulit putih itu sebagai partner of life. Satu hal yang aku pelajarai dari kisah dokter sandrin, bahwa beliau bilang," Suami saya adalah partner saya. Saya memutuskan menikah dengannya karena dia ada di saat-saat sulit saja. Dia membantu saya, dan dia mendukung pekerjaan saya walaupun kami berbeda profesi. Saya dokter dan dia insinyur."Dan begitulah...sore itu, aku mengabadikan foto bersama seorang dokter perempuan kulit hitam yang ramah.
So, what's going on? Semoga sutau hari aku bisa bertemu lagi dengan orang-orang seperti dokter sandrien...Aminn.
Waktunya kerja...
Wassalamualaikum, Blogger!!
jkarta, Pagi yang smangat!


Comments
Post a Comment